Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Kajian Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya, Seperti Apa?

Kajian Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya, Seperti Apa?

Peristiwa Ahmad Zulfikar14 September 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kajian Etika dan Peradaban gelaran Paramadina Institute of Ethics and Civilizations bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati
Kajian Etika dan Peradaban gelaran Paramadina Institute of Ethics and Civilizations bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati

Jakarta (pilar.id) – Paramadina Institute of Ethics and Civilizations (PIEC) bekerja sama dengan Yayasan Persada Hati telah berhasil menggelar Kajian Etika dan Peradaban (KEP) ke-21 yang mengangkat tema “Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya.” Acara ini diselenggarakan secara hibrid di Auditorium Prof. Firmanzah Universitas Paramadina Jakarta dan secara daring pada Rabu (13/9/2023).

Kajian ini dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka, termasuk Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D, Ketua PIEC, Dr. Sunaryo, Dosen Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI), dan Tri Wahyuti, M.Si., Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, yang bertindak sebagai moderator.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D, menyambut baik terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa tema yang diangkat dalam diskusi sangat relevan dengan tujuan utama negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan umum.

“Dalam pembangunan nasional, peningkatan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting, karena tanpa pembangunan yang berorientasi pada manusia, kekayaan dan pengelolaan sumber daya alam tidak akan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Prof. Didik juga menyoroti pentingnya budaya dan mentalitas kerja yang baik dalam meningkatkan sumber daya manusia, karena keduanya memiliki peran penting dalam mencapai pembangunan yang berhasil.

Dalam sesi pertama, Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D, membahas konsep pembangunan manusia yang berbudaya. Ia menyoroti fakta bahwa banyak negara di seluruh dunia saat ini cenderung fokus pada pembangunan fisik atau material.

Baca Juga  Diskusi Tadarus Pemikiran Islam Soroti Gagasan Islam Transformatif

“Namun, kita juga harus mempertimbangkan faktor manusia dan lingkungan alam sebagai bagian integral dari konsep pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa model pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi perlu diperiksa ulang, karena manusia tidak dapat direduksi hanya pada dimensi ekonomi. Tujuan yang lebih luas dari pembangunan adalah kesejahteraan manusia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Pipip merujuk pada konsep capability yang dikembangkan oleh Amartya Sen dan Martha Nussbaum. “Konsep ini mengacu pada kualitas hidup yang berfokus pada kemampuan dan fungsi individu dalam mencapai tujuan. Kualitas hidup manusia tercapai ketika prinsip capability ini dapat diwujudkan,” jelasnya.

Selain itu, aspek penting dalam pembangunan berorientasi manusia adalah pemahaman tentang masyarakat yang beradab. Masyarakat yang beradab, menurutnya, mampu berperilaku rasional dan wajar dalam menghadapi berbagai peristiwa.

“Masyarakat yang beradab memiliki sistem sosial dan gaya hidup yang baik. Oleh karena itu, konsep pembangunan yang beradab dan berbudaya harus merujuk pada etika, yaitu pembangunan yang mencerminkan nilai-nilai etika dan budaya. Dengan kata lain, pembangunan yang beretika tidak boleh merusak lingkungan, melanggar konstitusi, atau mengorbankan kebebasan,” tegasnya.

Dengan demikian, pembangunan beretika tidak dapat hanya mengedepankan tujuan ekonomis semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek keadilan dan kesejahteraan masyarakat sebagai sasaran utama.

Dr. Sunaryo menambahkan pandangan tentang kualitas hidup manusia dalam konteks model pembangunan berorientasi manusia dan budaya. Menurutnya, terdapat tiga parameter kualitas hidup manusia berdasarkan teori capability.

Baca Juga  Jusuf Kalla: Pemimpin Hebat Diukur dari Keputusan Saat Krisis, Bukan Saat Normal

“Pertama, adalah akses (kemampuan untuk mencapai). Misalnya, kasus kelaparan tidak terjadi karena tidak ada makanan, melainkan karena tidak semua masyarakat memiliki akses ke sumber makanan. Kendala ini dapat bersifat politis, ekonomis, dan lainnya.”

Selanjutnya, nilai (value). “Kapabilitas mencakup keinginan individu untuk mencapai nilai-nilai, yang sering diabaikan dalam pembangunan. Masyarakat memiliki nilai yang beragam, yang mempengaruhi apa yang dianggap berharga oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, dalam pembangunan, pluralitas nilai dalam masyarakat harus diperhatikan. Sejalan dengan ini, Amartya Sen berpendapat bahwa demokrasi harus menjadi bagian integral dari pembangunan.”

Aspek terakhir adalah penalaran (reasoning). “Nilai-nilai tidak selalu diterima begitu saja, karena terdapat kemampuan penalaran dan kritis. Oleh karena itu, ketika nalar dan kritik dibungkam, pembangunan kapabilitas manusia tidak dapat berjalan dengan baik.”

Menutup sesi diskusi, Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas Paramadina, mencatat bahwa saat ini terjadi pergeseran dalam konsep pembangunan. “Pembangunan dan aktivitas ekonomi saat ini didasarkan pada sumber daya manusia, teknologi, dan budaya. Pentingnya pembangunan berbasis manusia juga harus sejalan dengan nilai-nilai agama atau spiritual. Tantangan saat ini adalah mencari model pembangunan yang menghormati nilai-nilai negara, manusia, dan agama,” tandasnya. (mad/ted)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Didik J Rachbini Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina

Universitas Paramadina Soroti Krisis Mahasiswa Baru PTS, Apresiasi Dukungan LLDIKTI Wilayah III

6 Juni 2026
Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Jenderal (Purn.) Agus Widjojo

Didik J. Rachbini Kenang Agus Widjojo sebagai Perwira Intelektual dan Arsitek Demokratisasi TNI

9 Februari 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.