Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Kajian Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya, Seperti Apa?

Kajian Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya, Seperti Apa?

Peristiwa Ahmad Zulfikar14 September 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kajian Etika dan Peradaban gelaran Paramadina Institute of Ethics and Civilizations bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati
Kajian Etika dan Peradaban gelaran Paramadina Institute of Ethics and Civilizations bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati

Jakarta (pilar.id) – Paramadina Institute of Ethics and Civilizations (PIEC) bekerja sama dengan Yayasan Persada Hati telah berhasil menggelar Kajian Etika dan Peradaban (KEP) ke-21 yang mengangkat tema “Strategi Pembangunan Berorientasi Manusia Berbudaya.” Acara ini diselenggarakan secara hibrid di Auditorium Prof. Firmanzah Universitas Paramadina Jakarta dan secara daring pada Rabu (13/9/2023).

Kajian ini dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka, termasuk Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D, Ketua PIEC, Dr. Sunaryo, Dosen Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI), dan Tri Wahyuti, M.Si., Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, yang bertindak sebagai moderator.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D, menyambut baik terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa tema yang diangkat dalam diskusi sangat relevan dengan tujuan utama negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan umum.

“Dalam pembangunan nasional, peningkatan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting, karena tanpa pembangunan yang berorientasi pada manusia, kekayaan dan pengelolaan sumber daya alam tidak akan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Prof. Didik juga menyoroti pentingnya budaya dan mentalitas kerja yang baik dalam meningkatkan sumber daya manusia, karena keduanya memiliki peran penting dalam mencapai pembangunan yang berhasil.

Dalam sesi pertama, Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D, membahas konsep pembangunan manusia yang berbudaya. Ia menyoroti fakta bahwa banyak negara di seluruh dunia saat ini cenderung fokus pada pembangunan fisik atau material.

Baca Juga  Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

“Namun, kita juga harus mempertimbangkan faktor manusia dan lingkungan alam sebagai bagian integral dari konsep pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa model pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi perlu diperiksa ulang, karena manusia tidak dapat direduksi hanya pada dimensi ekonomi. Tujuan yang lebih luas dari pembangunan adalah kesejahteraan manusia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Pipip merujuk pada konsep capability yang dikembangkan oleh Amartya Sen dan Martha Nussbaum. “Konsep ini mengacu pada kualitas hidup yang berfokus pada kemampuan dan fungsi individu dalam mencapai tujuan. Kualitas hidup manusia tercapai ketika prinsip capability ini dapat diwujudkan,” jelasnya.

Selain itu, aspek penting dalam pembangunan berorientasi manusia adalah pemahaman tentang masyarakat yang beradab. Masyarakat yang beradab, menurutnya, mampu berperilaku rasional dan wajar dalam menghadapi berbagai peristiwa.

“Masyarakat yang beradab memiliki sistem sosial dan gaya hidup yang baik. Oleh karena itu, konsep pembangunan yang beradab dan berbudaya harus merujuk pada etika, yaitu pembangunan yang mencerminkan nilai-nilai etika dan budaya. Dengan kata lain, pembangunan yang beretika tidak boleh merusak lingkungan, melanggar konstitusi, atau mengorbankan kebebasan,” tegasnya.

Dengan demikian, pembangunan beretika tidak dapat hanya mengedepankan tujuan ekonomis semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek keadilan dan kesejahteraan masyarakat sebagai sasaran utama.

Dr. Sunaryo menambahkan pandangan tentang kualitas hidup manusia dalam konteks model pembangunan berorientasi manusia dan budaya. Menurutnya, terdapat tiga parameter kualitas hidup manusia berdasarkan teori capability.

Baca Juga  Mahasiswa Universitas Paramadina Rebut Juara Lomba KaTa Kreatif Kemenparekraf RI

“Pertama, adalah akses (kemampuan untuk mencapai). Misalnya, kasus kelaparan tidak terjadi karena tidak ada makanan, melainkan karena tidak semua masyarakat memiliki akses ke sumber makanan. Kendala ini dapat bersifat politis, ekonomis, dan lainnya.”

Selanjutnya, nilai (value). “Kapabilitas mencakup keinginan individu untuk mencapai nilai-nilai, yang sering diabaikan dalam pembangunan. Masyarakat memiliki nilai yang beragam, yang mempengaruhi apa yang dianggap berharga oleh masing-masing individu. Oleh karena itu, dalam pembangunan, pluralitas nilai dalam masyarakat harus diperhatikan. Sejalan dengan ini, Amartya Sen berpendapat bahwa demokrasi harus menjadi bagian integral dari pembangunan.”

Aspek terakhir adalah penalaran (reasoning). “Nilai-nilai tidak selalu diterima begitu saja, karena terdapat kemampuan penalaran dan kritis. Oleh karena itu, ketika nalar dan kritik dibungkam, pembangunan kapabilitas manusia tidak dapat berjalan dengan baik.”

Menutup sesi diskusi, Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas Paramadina, mencatat bahwa saat ini terjadi pergeseran dalam konsep pembangunan. “Pembangunan dan aktivitas ekonomi saat ini didasarkan pada sumber daya manusia, teknologi, dan budaya. Pentingnya pembangunan berbasis manusia juga harus sejalan dengan nilai-nilai agama atau spiritual. Tantangan saat ini adalah mencari model pembangunan yang menghormati nilai-nilai negara, manusia, dan agama,” tandasnya. (mad/ted)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Didik J Rachbini Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Jenderal (Purn.) Agus Widjojo

Didik J. Rachbini Kenang Agus Widjojo sebagai Perwira Intelektual dan Arsitek Demokratisasi TNI

9 Februari 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik J. Rachbini: Relawan Politik Jangan Jadi Hama Demokrasi di Pemerintahan

10 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.