Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Tak hanya Atasi Konflik Myanmar, ASEAN juga Ciptakan Harapan Besar bagi Negara Anggota Lainnya

Tak hanya Atasi Konflik Myanmar, ASEAN juga Ciptakan Harapan Besar bagi Negara Anggota Lainnya

Peristiwa Hendro D. Laksono8 Oktober 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International
Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International

Jakarta (pilar.id) – Keberadaan ASEAN sebagai organisasi regional, tampaknya sedang dalam perdebatan yang intens terutama dalam mengatasi isu-isu konflik di Myanmar dan tantangan lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Poin-poin tersebut disampaikan oleh Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International, dalam diskusi publik bertajuk “Dinamika Politik Myanmar dan Masa Depan Demokratisasi & Regionalisme Asia Tenggara” yang digelar di Auditorium Firmanzah Universitas Paramadina pada Sabtu (7/10/2023).

Priyambudi mengamati bahwa ASEAN, sebagai organisasi regional, telah menciptakan harapan yang besar bagi negara-negara anggotanya dalam menangani masalah kawasan, khususnya konflik di Myanmar.

Ia mengungkapkan bahwa Asia Tenggara telah memulai sistem politik koalisi di Muangthai yang kemudian berkembang menuju politik koalisi. Namun, perlawanan gerakan mahasiswa di Burma, yang dipimpin oleh Aung San untuk memperjuangkan kemerdekaan, dihentikan oleh pasukan militer pada tahun 1988.

Lebih lanjut, Priyambudi mencatat bahwa pembentukan ASEAN awalnya didasarkan pada pendekatan Top-Down, di mana kawasan Asia Tenggara dipersepsikan sebagai zona netral yang bertujuan untuk pengembangan ekonomi regional.

Namun, ASEAN dianggap kurang tanggap terhadap perubahan demokrasi yang berasal dari basis, seperti yang terlihat dalam situasi Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Menurut Priyambudi, telah terjadi persimpangan geopolitik antara Asia, Indonesia, dan Australia, yang menjadikan kawasan ini sebagai arena persaingan antara Major, Middle, dan Emerging Power. Geopolitik diartikan sebagai pertemuan lintasan dua benua dan dua samudera di Asia Tenggara.

Baca Juga  ASEAN Sepakat tidak Beri Toleransi pada Pencederaan Nilai-nilai Kemanusiaan

Dia juga menggarisbawahi peran strategis Singapura yang telah berkembang sebagai ekonomi yang sangat penting, berkat posisi geografisnya yang strategis sebagai simpul jalur laut dan udara regional.

Priyambudi menganggap Indonesia memiliki potensi serupa dengan Singapura berkat posisinya yang strategis secara geopolitik. Kawasan timur Indonesia, khususnya, memiliki potensi strategis dalam perdagangan global melalui Selat Makassar, yang perlu ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat maksimal.

Priyambudi juga mengamati perkembangan bahasa dalam ASEAN, dengan bahasa-bahasa dari negara-negara anggota diajarkan di negara-negara lain. Bahasa Indonesia, sebagai contoh, mulai diajarkan di Vietnam, sementara bahasa Tagalog, Muangthai, dan Melayu juga diajarkan di beberapa negara anggota ASEAN. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat identitas regional melalui hubungan antarwarga yang menjadi kunci dalam mengatasi masalah-masalah di Asia Tenggara.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., Priyambudi menjelaskan bahwa pemahaman tentang Geopolitik dan Regionalisme di Asia Tenggara dapat ditarik kembali ke era kolonial dan pascakolonial yang membagi-bagi masyarakat ASEAN. Namun, masyarakat ASEAN telah menyadari pentingnya bersatu dan tidak menjadi boneka Kekuatan Besar. ASEAN, yang memiliki populasi besar dan beragam, telah mengalami pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, dan inovasi teknologi baru selama periode “Abad Asia.”

Priyambudi mengingatkan tentang wilayah-wilayah rawan di Asia Tenggara, termasuk Laut Tiongkok Selatan, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Indonesia. ASEAN kemudian menjadi tempat pertemuan kepentingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara itu, Myanmar, sebagai anggota ASEAN, masih belum mampu menyelesaikan konflik internalnya antara militer, pemerintahan sipil, etnis minoritas, dan masalah Rohingya.

Baca Juga  Perkembangan Militer China Perlu Jadi Perhatian Serius bagi Asia Tenggara

Untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi di Asia Tenggara, Priyambudi menyarankan ASEAN untuk berkonsultasi dengan PBB, Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Uni Eropa guna membahas Rencana Lima Poin yang mencakup konflik domestik, krisis pengungsi, konflik regional, dan peran Troika serta ASEAN. Priyambudi menyimpulkan bahwa ASEAN telah menjadi organisasi kawasan yang memiliki peran signifikan dalam mengatasi berbagai tantangan di kawasan ini.

“Setidaknya ada tiga skenario yang dapat diterapkan pada anggota ASEAN. Pertama, pemilihan umum yang diawasi oleh ASEAN dan PBB untuk semua negara anggota, dengan hasil pemilu yang dianggap sah. Kedua, pemulihan keanggotaan Myanmar setelah terbentuknya pemerintahan demokratis. Ketiga, reformasi ASEAN Charter dan pembentukan Dewan Keamanan ASEAN yang setara dengan ASEAN Summit,” pungkasnya. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

ASEAN Konflik Myanmar Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik J. Rachbini: Relawan Politik Jangan Jadi Hama Demokrasi di Pemerintahan

10 Agustus 2025
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia

Arsjad Rasjid: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Lapangan Kerja Tidak Tersedia

20 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.