Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Tak hanya Atasi Konflik Myanmar, ASEAN juga Ciptakan Harapan Besar bagi Negara Anggota Lainnya

Tak hanya Atasi Konflik Myanmar, ASEAN juga Ciptakan Harapan Besar bagi Negara Anggota Lainnya

Peristiwa Hendro D. Laksono8 Oktober 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International
Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International

Jakarta (pilar.id) – Keberadaan ASEAN sebagai organisasi regional, tampaknya sedang dalam perdebatan yang intens terutama dalam mengatasi isu-isu konflik di Myanmar dan tantangan lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Poin-poin tersebut disampaikan oleh Dr. Priyambudi Sulistiyanto, Senior Advisor Southeast Asia Flinders International, dalam diskusi publik bertajuk “Dinamika Politik Myanmar dan Masa Depan Demokratisasi & Regionalisme Asia Tenggara” yang digelar di Auditorium Firmanzah Universitas Paramadina pada Sabtu (7/10/2023).

Priyambudi mengamati bahwa ASEAN, sebagai organisasi regional, telah menciptakan harapan yang besar bagi negara-negara anggotanya dalam menangani masalah kawasan, khususnya konflik di Myanmar.

Ia mengungkapkan bahwa Asia Tenggara telah memulai sistem politik koalisi di Muangthai yang kemudian berkembang menuju politik koalisi. Namun, perlawanan gerakan mahasiswa di Burma, yang dipimpin oleh Aung San untuk memperjuangkan kemerdekaan, dihentikan oleh pasukan militer pada tahun 1988.

Lebih lanjut, Priyambudi mencatat bahwa pembentukan ASEAN awalnya didasarkan pada pendekatan Top-Down, di mana kawasan Asia Tenggara dipersepsikan sebagai zona netral yang bertujuan untuk pengembangan ekonomi regional.

Namun, ASEAN dianggap kurang tanggap terhadap perubahan demokrasi yang berasal dari basis, seperti yang terlihat dalam situasi Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Menurut Priyambudi, telah terjadi persimpangan geopolitik antara Asia, Indonesia, dan Australia, yang menjadikan kawasan ini sebagai arena persaingan antara Major, Middle, dan Emerging Power. Geopolitik diartikan sebagai pertemuan lintasan dua benua dan dua samudera di Asia Tenggara.

Baca Juga  Mastercard dan ASEAN Foundation Luncurkan Program Ketahanan Siber untuk Tingkatkan Keamanan Digital di ASEAN

Dia juga menggarisbawahi peran strategis Singapura yang telah berkembang sebagai ekonomi yang sangat penting, berkat posisi geografisnya yang strategis sebagai simpul jalur laut dan udara regional.

Priyambudi menganggap Indonesia memiliki potensi serupa dengan Singapura berkat posisinya yang strategis secara geopolitik. Kawasan timur Indonesia, khususnya, memiliki potensi strategis dalam perdagangan global melalui Selat Makassar, yang perlu ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat maksimal.

Priyambudi juga mengamati perkembangan bahasa dalam ASEAN, dengan bahasa-bahasa dari negara-negara anggota diajarkan di negara-negara lain. Bahasa Indonesia, sebagai contoh, mulai diajarkan di Vietnam, sementara bahasa Tagalog, Muangthai, dan Melayu juga diajarkan di beberapa negara anggota ASEAN. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat identitas regional melalui hubungan antarwarga yang menjadi kunci dalam mengatasi masalah-masalah di Asia Tenggara.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., Priyambudi menjelaskan bahwa pemahaman tentang Geopolitik dan Regionalisme di Asia Tenggara dapat ditarik kembali ke era kolonial dan pascakolonial yang membagi-bagi masyarakat ASEAN. Namun, masyarakat ASEAN telah menyadari pentingnya bersatu dan tidak menjadi boneka Kekuatan Besar. ASEAN, yang memiliki populasi besar dan beragam, telah mengalami pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, dan inovasi teknologi baru selama periode “Abad Asia.”

Priyambudi mengingatkan tentang wilayah-wilayah rawan di Asia Tenggara, termasuk Laut Tiongkok Selatan, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Indonesia. ASEAN kemudian menjadi tempat pertemuan kepentingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara itu, Myanmar, sebagai anggota ASEAN, masih belum mampu menyelesaikan konflik internalnya antara militer, pemerintahan sipil, etnis minoritas, dan masalah Rohingya.

Baca Juga  Choi Si-won Dubes Regional UNICEF, Ajak Pemimpin ASEAN Berinvestasi pada Anak

Untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi di Asia Tenggara, Priyambudi menyarankan ASEAN untuk berkonsultasi dengan PBB, Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Uni Eropa guna membahas Rencana Lima Poin yang mencakup konflik domestik, krisis pengungsi, konflik regional, dan peran Troika serta ASEAN. Priyambudi menyimpulkan bahwa ASEAN telah menjadi organisasi kawasan yang memiliki peran signifikan dalam mengatasi berbagai tantangan di kawasan ini.

“Setidaknya ada tiga skenario yang dapat diterapkan pada anggota ASEAN. Pertama, pemilihan umum yang diawasi oleh ASEAN dan PBB untuk semua negara anggota, dengan hasil pemilu yang dianggap sah. Kedua, pemulihan keanggotaan Myanmar setelah terbentuknya pemerintahan demokratis. Ketiga, reformasi ASEAN Charter dan pembentukan Dewan Keamanan ASEAN yang setara dengan ASEAN Summit,” pungkasnya. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
ASEAN Konflik Myanmar Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina

Universitas Paramadina Soroti Krisis Mahasiswa Baru PTS, Apresiasi Dukungan LLDIKTI Wilayah III

6 Juni 2026
Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.