Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Terjebak dalam Middle Income Trap, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tidak Dibarengi Pemerataan

Terjebak dalam Middle Income Trap, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tidak Dibarengi Pemerataan

Politik A.Thoriq Hidayatullah22 Desember 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prof. Didin S. Damanhuri, Guru Besar Universitas Paramadina
Prof. Didin S. Damanhuri, Guru Besar Universitas Paramadina

Jakarta (pilar.id) – Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam tata kelola ekonomi dan keamanan di tengah era baru. Hal ini dibahas dalam diskusi berjudul Kontestasi Tata Kelola Liberal dan Keamanan: Kemanusiaan di Tengah Persimpangan Tata Kelola Dunia Baru, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Universitas Paramadina. Diskusi ini digelar di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina pada Rabu (20/12/2023).

Prof. Didin S. Damanhuri, Guru Besar Universitas Paramadina, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini terjebak dalam middle income trap, di mana pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diimbangi dengan pemerataan hasil pembangunan.

“Pertumbuhan GDP yang hanya menjadi indikator tanpa memperhatikan pemerataan dapat mengakibatkan aliran sumber daya dan hasil pembangunan yang tidak merata, terutama dari daerah atau pedesaan ke kota-kota besar,” ujarnya.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Phil Shiskha Prabawaningtyas, Prof. Didin menjelaskan bahwa ada tiga model orientasi pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. Diantaranya adalah model pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan, model pertumbuhan ekonomi bersama pemerataan pada era Soeharto, dan model pertumbuhan ekonomi “at all cost” melalui privatisasi dan utang luar negeri serta pembangunan infrastruktur fisik.

Prof. Didin juga menggarisbawahi ketimpangan ekonomi yang terjadi di perkotaan dan perdesaan, diukur melalui rasio Gini pengeluaran. “Perubahan rasio Gini ini memiliki implikasi besar terhadap kebijakan ekonomi, khususnya dalam upaya mengurangi ketimpangan di Indonesia,” katanya.

Baca Juga  Pembukaan Sekolah Demokrasi dan Launching Forum JUARA untuk Kaderisasi Pemimpin Muda di Indonesia

Menyikapi kondisi ini, Prof. Didin menekankan perlunya perubahan orientasi pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial. Dia juga menyoroti pentingnya perbaikan kelembagaan institusi sosial-ekonomi seperti BULOG, KPPU, dan KPK untuk menciptakan pasar yang lebih sehat.

Dalam pandangan Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., Dosen Paramadina Graduate School of Diplomacy, dominasi Cina dalam perdagangan internasional memerlukan kewaspadaan. Umam mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami dependensi tinggi terhadap Cina, terutama dalam sektor komoditas seperti CPO, batubara, dan logam.

“Kita harus mengantisipasi situasi ini karena Indonesia sangat bergantung pada Cina. Meskipun Cina mengalami penurunan ekonomi pasca pandemi, dampaknya tetap signifikan bagi Indonesia,” ujar Umam. Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi ekonomi dan pembangunan perdagangan yang seimbang.

Diskusi ini juga melibatkan pandangan Dr. Mohammad Riza Widyarsa, M.Si., yang membahas isu-isu keamanan dan diplomasi dari sudut pandang Timur Tengah. Dr. Riza menyoroti kesinambungan dukungan Indonesia terhadap isu-isu Palestina, yang dipegang oleh presiden Joko Widodo. Proyeksi pasca pemilihan presiden 2024 juga mencakup upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan memaksimalkan potensi ekonomi di Timur Tengah.

Diskusi ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Indonesia dalam mengelola tata kelola liberal dan keamanan di tengah dinamika dunia baru. (riq/ted)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Universitas Paramadina

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina

Universitas Paramadina Soroti Krisis Mahasiswa Baru PTS, Apresiasi Dukungan LLDIKTI Wilayah III

6 Juni 2026
Menaker Yassierli tekankan triple readiness bagi lulusan di Wisuda Paramadina ke-44 untuk hadapi AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

Menaker Yassierli di Wisuda Paramadina: Lulusan Harus Punya Strategi Triple Readiness Hadapi Disrupsi Global

26 April 2026
Diskusi Rumi Therapy di Jakarta bahas integrasi psikologi, neurosains, dan spiritualitas untuk kesehatan mental modern.

Rumi Therapy Dibedah di Jakarta, Kolaborasi Indonesia–Türkiye Soroti Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

5 April 2026
Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 di Universitas Paramadina bahas demokrasi, tata kelola, hingga isu global dengan partisipasi akademisi dunia.

Konferensi Internasional Indonesia Forum ke-18 Bahas Demokrasi dan Tata Kelola di Paramadina

19 September 2025
Shinta W. Kamdani

Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Jadi Kunci Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

14 September 2025
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Ungkap Kunci Transformasi Asia Tenggara: Literasi, Pendidikan, hingga Energi

6 September 2025
Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina

Ekonom Universitas Paramadina Sebut Kasus Noel Jadi Alarm Bahaya Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo

25 Agustus 2025
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Warek Universitas Paramadina Ingatkan Pemda: Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

15 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.