Jakarta (pilar.id) – Memasuki tahun kelima pelaksanaan, kegiatan lari amal Ultra Marathon Jelajah Timur telah sukses digelar pada tanggal 27-28 Oktober 2023.
Acara ini melibatkan lebih dari 80 pelari ultra marathon yang berlomba sejauh 108 kilometer dari SoE hingga Kupang. Mereka menyusun langkah demi langkah untuk menggalang dana guna mendukung penyediaan air bersih di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Akses terhadap air bersih telah menjadi permasalahan serius di wilayah ini, dengan dampak yang terutama dirasakan oleh perempuan dan anak perempuan. Mereka sering kali harus menempuh jarak yang sangat jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih keluarga mereka.
Situasi ini semakin memburuk akibat kekeringan berkepanjangan di NTT yang telah menyebabkan krisis air. Data dari pemerintah provinsi NTT pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 27,5 persen keluarga di wilayah ini tidak memiliki akses ke air bersih.
Linda Sukandar, Direktur Resources and Mobilisation Plan Indonesia, menjelaskan, “Beban yang harus dipikul oleh perempuan dan anak perempuan dalam mencari air bersih telah menghabiskan tenaga dan waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk bekerja dan belajar. Kesulitan akses air bersih juga berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan pertumbuhan anak-anak, bahkan berpotensi menyebabkan stunting, yang telah menjadi masalah serius di NTT.”
Untuk mengatasi permasalahan ini, Plan Indonesia telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 1 miliar rupiah dalam rangka mendukung tiga desa di Kabupaten TTS. Keberhasilan ini dicapai dua minggu lebih cepat dari tahun sebelumnya, setelah empat tahun melakukan kampanye untuk mengumpulkan dana demi pemenuhan air bersih. Selama periode tersebut, Plan Indonesia telah menyediakan bantuan yang mencapai 6,1 miliar rupiah, memberikan manfaat bagi lebih dari 13.000 jiwa dan 3.000 keluarga di 13 desa di NTT.
Linda menambahkan, “Kami sangat berterima kasih kepada para pelari yang telah berkontribusi dalam menggalang dana, serta kepada masyarakat yang telah memberikan donasi dan mendukung kampanye ini. Akses mudah ke air bersih akan membuka peluang yang lebih baik bagi pertumbuhan anak-anak, meningkatkan kesehatan, dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.”
Kegiatan Jelajah Timur tahun ini dimulai pada 26 Oktober 2023, ketika para pelari mengunjungi Desa Naileu, salah satu desa yang menerima manfaat dari kampanye ini. Mereka berinteraksi langsung dengan warga desa, melihat kondisi desa yang mereka bantu. Pada hari yang sama, mereka juga disambut dengan upacara adat oleh Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun, ST. MM, bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas kaum muda, dan warga setempat.
Hari ini, pada tanggal 27 Oktober 2023, Ultra marathon ini akan dimulai dari kantor bupati TTS yang ikonik, dan para Penjelajah Timur akan menjalani perjalanan selama 20 jam menuju garis finish di kantor Gubernur NTTT di Kota Kupang.
Egusem mengungkapkan, “Kampanye Jelajah Timur ini adalah inisiatif yang luar biasa, tidak hanya untuk membantu masyarakat memperoleh air bersih, tetapi juga untuk memperkenalkan keindahan wilayah dan budaya khas TTS kepada publik di seluruh negeri. Pemerintah dan masyarakat TTS sangat mendukung dan turut serta dalam persiapan kegiatan Jelajah Timur 2023.”
Prof. Dr. Arlette Setiawan, drg., SpKGA, Subsp. AIBK(K), M.Psi, FSCDA, FiADH, menjelaskan alasan partisipasinya dalam Jelajah Timur, “Saya tidak hanya berlari demi kesehatan, tetapi juga untuk memberikan manfaat dan membawa perubahan bagi orang lain. Setidaknya, dengan hasil dari lari dan penggalangan dana, saya dapat membantu daerah yang menjadi sasaran.”
Plan Indonesia tetap memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat, baik individu maupun perusahaan, untuk memberikan dukungan mereka demi misi penyediaan akses air bersih ini. Dukungan dapat disalurkan melalui website kitabisa.com/jelajahtimur. (riq/ted)










