Surabaya (pilar.id) – QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2023, sebuah konferensi pendidikan tinggi yang telah berlangsung selama tiga hari, resmi ditutup dalam Closing Ceremony yang digelar pada tanggal 9 November 2023.
Penutupan ini diresmikan oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR, Dr. Dian Ekowati PhD, yang juga menjabat sebagai Chair for Asia Pacific Global Advisory Committee.
Dalam sambutannya, Dian menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya memberikan inspirasi tetapi juga menjadi wadah kolaborasi, inovasi, dan transfer ilmu di antara pemikir terbaik di perguruan tinggi.
Ia mengajak seluruh delegasi, baik yang hadir di Auditorium B/C KLCC maupun secara virtual, untuk merenungkan signifikansi keterlibatan mereka dan manfaat yang dihasilkan dari kegiatan ini.
“Konferensi ini telah menjadi bukti kekuatan kolaborasi, inovasi, dan transfer ilmu di antara kita. Inilah wadah dimana pemikir-pemikir terbaik di perguruan tinggi berkumpul dan membagi ilmu serta berdiskusi secara kritis, menunjukkan tren baru, dan menemukan cara-cara baru membentuk masa depan pendidikan tinggi,” ujar Dian.
Dian menyoroti pentingnya partisipasi dalam kegiatan seperti QS APAC 2023, meyakini bahwa keberagaman peserta dari seluruh dunia membawa perspektif dan pengalaman yang beragam, memberikan energi positif untuk membawa perubahan. Ia juga membagikan tiga hal yang dipelajarinya dari konferensi ini, yang dihadiri oleh lebih dari 1100 orang baik secara fisik maupun virtual.
“Pertama, konferensi ini telah menjadi tempat strategis untuk kolaborasi. Di bawah, terdapat banyak booth dan peserta pameran, menjadikannya konferensi terbesar yang pernah ada. Saya percaya jejaring yang terbentuk akan berkelanjutan mengikuti zaman,” kata Dian.
Ia juga meyakini bahwa pertukaran pendapat dalam kegiatan tahunan ini akan memiliki dampak jauh di masa depan, secara bertahap mengubah perguruan tinggi dan kehidupan mahasiswa.
“Yang kedua, pengetahuan yang kita bagikan sangat berharga. Kita mendapatkan hak istimewa untuk belajar dari orang terbaik di bidangnya, dari anak muda hingga pebisnis, entrepreneur, pembuat kebijakan, dan akademisi. Pengetahuan ini akan mengembangkan cara berpikir pendidikan yang dinamis dan maju dari institusi pendidikan tinggi,” tambahnya.
Dian juga menekankan bahwa diskusi sebagian besar tentang mahasiswa, yang merupakan penerima manfaat utama. “Generasi baru bisa mengambil inisiatif besar, tetapi kita juga memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan dan memfasilitasi mereka menghadapi tantangan ke depan. Kita perlu terus mendorong mereka untuk menjadi pemimpin dan inovator di masa depan,” ucapnya.
Dalam penutupannya, Dian menekankan bahwa para delegasi memiliki peran kunci dalam perubahan. “Tidak hanya itu, kita perlu menjadi penghubung agar tidak hanya menutupi gap tetapi juga menawarkan cita-cita, peluang, dan impian dari seluruh mahasiswa,” ungkapnya.
Pada upacara penutupan, juga diumumkan bahwa kegiatan QS Asia Pacific untuk tahun 2024 akan diselenggarakan di Al-Farabi Kazakh National University sebagai tuan rumah Pre-Summit, dan Macau University of Science and Technology sebagai tuan rumah konferensi utama di Macau. Tahun depan, QS juga akan mengadakan Post-Summit untuk pertama kalinya di Ling Nan University, Hongkong. (ipl/hdl)










