Surabaya (pilar.id) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, membuka pendaftaran beasiswa penghafal kitab suci yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Beasiswa ini ditujukan untuk mendorong pemahaman dan hafalan kitab suci dalam berbagai agama, termasuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Peluang ini terbuka untuk pelajar tingkat TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs.
“Kuota beasiswa ini terus kita tambah setiap tahunnya. Pada tahun 2022 kuotanya sebanyak 1.212 pelajar, lalu tahun 2023 sebanyak 1.339 pelajar, dan tahun 2024 kita tambah menjadi 1.419 pelajar,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (11/1/2024).
Beasiswa ini menjadi wujud apresiasi Pemerintah Kota Surabaya terhadap peran pelajar dalam mengamalkan dan meningkatkan pemahaman terhadap kitab suci agama masing-masing. Eri Cahyadi berharap, anak-anak Kota Pahlawan yang mendapatkan beasiswa ini dapat menjadi pemimpin dengan akhlak mulia, menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, serta menghargai keberagaman suku dan budaya.
“Kalau anak-anak sudah menghafal kitab sucinya, maka Surabaya akan menjadi kota yang aman dan damai tentunya penuh dengan toleransi,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Surabaya terhadap peran pelajar dalam menumbuhkan kecintaan dan pengamalan kitab suci agama masing-masing. “Ini adalah bagian dari penanaman pendidikan karakter yang terus kami perkuat,” ujar Yusuf, Kamis (10/01/2024).
Proses pendaftaran calon penerima beasiswa dilakukan secara daring melalui website dispendik.surabaya.go.id/genmas. Pendaftaran dibuka mulai 2 Januari hingga 30 Januari 2024. Verifikasi administrasi oleh tim Dispendik dilakukan bersamaan dengan periode pendaftaran, dan pengumuman pendaftar yang lolos administrasi diumumkan pada 1 Februari.
Bagi yang lolos administrasi, mereka akan mengikuti tahapan tes hafalan tatap muka pada 15-17 Februari. Lokasi dan jadwal tes akan diatur lebih lanjut dengan memperhatikan kapasitas lokasi dan kedekatan wilayah.
“Kami sudah berikan petunjuk teknis (juknis) kepada kepala sekolah hingga pihak kelurahan untuk materinya. Jadi, bisa dipelajari sebelum mengikuti tes,” ungkap Yusuf.
Pelajar yang saat ini berada di kelas VI SD/MI sederajat, jika diterima sebagai penerima beasiswa penghafal kitab suci, bisa menggunakan beasiswa tersebut untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri tahun 2024 melalui jalur prestasi penghafal kitab suci. “Ketentuan ini sama dengan tahun lalu,” tambahnya. (rio/hdl)










