Garut (pilar.id) – Setelah mengikuti debat capres terakhir, Ganjar Pranowo melanjutkan rangkaian safari politiknya ke Kabupaten Garut, Jawa Barat. Capres nomor urut 3 ini mengunjungi Pondok Pesantren Az Zawiyah, Kampung Surya Tanjunganom, Desa/Kecamatan Samarang, pada Senin (5/2/2024).
Kehadiran Ganjar disambut antusias oleh santri dan warga sekitar pesantren. KH Dr. Ikyan Sibaweh Badruzzaman, pengasuh Ponpes Az Zawiyah, menyematkan surban putih kepada Ganjar sebagai bentuk penghormatan.
Ganjar dan KH Ikyan kemudian terlibat dalam dialog tertutup selama sekitar 30 menit, sebelum akhirnya berbaur dengan santri dan warga dalam suasana ramah tamah.
Ganjar Pranowo menekankan bahwa pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga membekali generasi muda dengan etika yang baik. Oleh karena itu, pendidikan pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
“Saya bersama Pak Mahfud membuat program agar guru ngaji mendapatkan gaji dan juga untuk guru-guru agama lainnya,” ungkap Ganjar.
Memberikan insentif kepada guru agama, menurut Ganjar, bukanlah hal yang sulit, mengingat pengalamannya menerapkan program serupa saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
“Waktu di Jawa Tengah, itu sudah pernah kita lakukan, jadi bukan hal yang sulit,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menambahkan penghargaan kepada Syaikhuna Badruzzaman, pendiri Ponpes Az Zawiyah, sebagai sosok luar biasa. Semangatnya dalam menimba ilmu hingga ke Timur Tengah tercermin dalam pendirian Ponpes Az Zawiyah. Selain itu, Syaikhuna Badruzzaman juga turut berkontribusi dalam perjuangan melawan penjajah.
“Dari cerita Syaikhuna Badruzzaman, kita belajar tentang hubbul wathon minal iman (mencintai tanah air sebagian dari iman). Beliau belajar sampai ke Timur Tengah dan pulang langsung mendirikan pesantren ini. Selain itu, beliau juga ikut berjuang melawan penjajah saat itu,” ungkap Ganjar.
Capres yang dikenal dengan rambut putihnya itu juga berkomitmen untuk memperjuangkan agar Syaikhuna Badruzzaman dianugerahi gelar pahlawan nasional.
“Tadi disampaikan bahwa beliau itu pejuang dan sudah pernah diajukan untuk menjadi pahlawan nasional, namun belum masuk. Oleh karena itu, Insyaallah kita doakan dan upayakan agar beliau bisa masuk menjadi pahlawan nasional,” tandasnya. (rio/hdl)










