Surabaya (pilar.id) – Pelaksana Tugas (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, secara langsung melakukan peninjauan stok bahan pangan di Pasar Tambahrejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo pada Sabtu (17/2/2023).
Didampingi oleh Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Fanshurullah Asa, Adhy Karyono berdialog dengan para pedagang, memastikan kelengkapan stok dan mendapatkan pembaruan terkait harga pangan yang dijual.
Bahan pangan yang ditinjau meliputi beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan beberapa bahan pokok lainnya.
Pj. Gubernur Adhy Karyono mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa stok bahan pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman dan harganya terkendali. Setelah sidak dilakukan, dia memastikan bahwa seluruh stok bahan pokok tersedia.
“Hari ini saya senang semua leading sektor melakukan operasi pasar terpadu bersama-sama. Setelah kita sidak, semua stok bahan pokok tersedia dan beberapa harga kita lihat masih normal,” kata Adhy.
Meskipun stok tersedia, Adhy menemukan beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebagai contoh, di Pasar Tambahrejo, beras medium mengalami kenaikan sebesar Rp. 482/Kg dari Rp. 11.335/Kg menjadi Rp. 11.817/Kg atau naik 4,25%. Sedangkan beras premium mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.082/Kg dari Rp. 13.877/Kg menjadi Rp. 14.959/Kg atau naik 7,80%.
Hal serupa juga terjadi di Pasar Larangan Sidoarjo, di mana rata-rata kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional ini berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.
Contohnya, harga bawang putih naik dari Rp 36 ribu per kilo menjadi Rp 40 ribu per kilo, sedangkan cabe rawit naik dari Rp 75 ribu per kilo menjadi Rp 85 ribu per kilo. Harga bawang putih tidak mengalami kenaikan dan tetap dijual dengan harga Rp 33 ribu per kilo.
Pj. Gubernur Adhy Karyono menegaskan bahwa meskipun beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, harga tersebut masih terendah di Pulau Jawa. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 16 Februari 2024, harga beras medium di Jawa Timur sebesar Rp. 12.980 per kg, yang terendah dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.
Meski demikian, Adhy menyampaikan bahwa kenaikan harga beras dipicu oleh menurunnya produksi beras pada bulan Januari dan perkiraan produksi bulan Februari. Hal ini mengakibatkan harga gabah kering panen di tingkat petani lebih tinggi dari harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Pemprov Jatim bersama Bulog telah memberikan bantuan sosial beras kepada distributor untuk memasok kebutuhan pasar, dan Pj. Gubernur Adhy Karyono memastikan bahwa Pemerintah Daerah dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan harga beras secara intensif dan real time. Jika ada ketidakwajaran harga, akan diambil langkah-langkah intervensi konstruktif agar harga kembali stabil.
“Dari pasar murah, subsidi transportasi, sampai dengan penindakan jika terdapat pelanggaran pasar,” tegasnya. (rio/ted)










