Jakarta (www.pilar.id) – Twitter kembali memasuki babak baru. Pendiri sekaligus CEO Twitter, Jack Dorsey, akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan ini. Ia langsung digantikan oleh Parag Agrawal, CTO Twitter sejak 2017.
Dalam pernyataannya Dosrsey menjelaskan, ia memutuskan untuk meninggalkan Twitter karena yakin perusahaan itu siap untuk lepas dari para pendirinya.
“Saya memiliki kepercayaan yang dalam pada Parag sebagai CEO Twitter. Pekerjaannya dalam 10 tahun belakangan sangat transformasional. Saya sangat bersyukur atas keahliannya, hatinya, dan jiwanya. Waktunya bagi Parag untuk memimpin,” kata Dorsey dalam pernyataan.
Uniknya, Minggu (28/11/2021) lalu Dorsey mengunggah cuitannya, “Saya cinta twitter”. Sebagian spekulasi menyebut, ini cara Dorsey pamit pada awak Twitter sekaligus pengguna platform microblogging ini.
Twitter adalah layanan jejaring sosial yang lahir dari sebuah diskusi sebuah perusahaan podcast bernama Odeo. Jack Dorsey, saat itu tercatat sebagai mahasiswa di Universitas New York, mengemukakan gagasannya mengenai penggunaan layanan pesan singkat untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil.
Lalu Twitter pertama kali digunakan sebagai layanan internal bagi karyawan Odeo, dan versi lengkapnya diperkenalkan kepada publik pada tanggal 15 Juli 2006.
Popularitas Twitter terjadi saat penyelenggaraan konferensi South by Southwest Interactive (SXSWi) pada tahun 2007. Selama acara tersebut, penggunaan Twitter meningkat dari 20 ribu menjadi 60 ribu cuitan per hari.
Steven Levy dari Newsweek saat itu mengomentari, “Orang-orang Twitter dengan cerdik menempatkan layar plasma 60 inci di aula konferensi, yang secara eksklusif menayangkan pesan Twitter. Para panelis dan pembicara membicarakan layanan tersebut, dan para blogger yang hadir memujinya.”
Nama Dorsey, saat itu, sudah dikenal sebagai CEO. Jabatannya tak lama, hanya 2006 hingga 2008 digeser. Lalu 2015, ia kembali menempati posisi itu.










