Jakarta (pilar.id) – Jakarta Fashion Week (JFW) 2025 menyajikan koleksi penuh makna dari Sejauh Mata Memandang (SMM) dalam ajang DEWI Fashion Knights.
Bertajuk Republik Sebelah Mata, koleksi ini menyuarakan keresahan sosial melalui kolaborasi unik dengan seniman Eko Nugroho dan Felix Tjahyadi.
Kolaborasi ini merupakan perayaan 10 tahun SMM dalam mengedepankan fashion yang ramah lingkungan dan berbasis sirkularitas.
Koleksi ini memadukan elemen seni visual khas Eko Nugroho dengan motif ikonik SMM, seperti Ayam dan Wiji, yang tampil dalam 30 busana bertema hitam-putih dengan sentuhan merah.
Potongan busana terinspirasi dari tradisi Indonesia, termasuk kebaya dan baju bodo, dan diproduksi secara berkelanjutan menggunakan teknik daur ulang dan bahan ramah lingkungan seperti TENCEL dan katun organik.
Chitra Subyakto, Pendiri SMM, menegaskan bahwa koleksi ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga pesan sosial yang mengajak semua pihak peduli terhadap isu sosial dan lingkungan.
“Kami ingin koleksi ini menjadi pengingat akan pentingnya empati dan tindakan nyata dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik,” ujar Chitra.
Proses produksi koleksi ini melibatkan banyak pengrajin lokal, seperti teknik pewarnaan alami dari Strobilanthes cusia di Temanggung dan coffee leather dari limbah kulit kopi di Bandung.
Lebih dari 50 persen bahan yang digunakan berasal dari kain deadstock atau kain sisa produksi untuk meminimalkan limbah.
Eko Nugroho, yang menyisipkan karya seni visualnya dalam koleksi ini, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berkolaborasi di bidang fashion, menghadirkan seni yang bisa dikenakan sehari-hari.
“Semoga koleksi ini membawa pesan kuat yang bisa dirasakan banyak orang,” katanya.
Felix Tjahyadi sebagai Co-Creative Director menambahkan bahwa mereka mengeksplorasi kain-kain arsip SMM dalam desain busana tanpa pemotongan kain dan kreasi patchwork dari kain perca untuk mengurangi limbah.
Sejumlah sahabat Sejauh, termasuk Efek Rumah Kaca dan Sepatu Compass, turut mendukung koleksi ini, menjadikan Republik Sebelah Mata tak sekadar sebuah karya fashion, tetapi juga gerakan sosial yang menyentuh isu lingkungan dan keberlanjutan. (ret/hdl)











