Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Musik dan Film»Sinopsis Exhuma (2024), Horor yang Muncul dari Jejak Sejarah Pendudukan Jepang

Sinopsis Exhuma (2024), Horor yang Muncul dari Jejak Sejarah Pendudukan Jepang

Musik dan Film Retno Wulandari15 Desember 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Exhuma (2024)
Exhuma (2024)

Jakarta (pilar.id) – Exhuma (2024) adalah film horor supernatural asal Korea Selatan yang rilis pada 22 Februari 2024. Film ini disutradarai oleh Jang Jae-hyun, dikenal lewat karya seperti The Priests dan Svaha: The Sixth Finger. Ceritanya menggabungkan tema horor dengan eksplorasi sejarah dan spiritualisme Korea, menjadikannya salah satu film yang sangat dipuji tahun ini.

Film ini berkisah tentang dua dukun, Lee Hwa-rim (Kim Go-eun) dan Yoon Bong-gil (Lee Do-hyun), yang membantu keluarga kaya Korea-Amerika mengatasi kutukan aneh yang menimpa anak-anak mereka.

Penyelidikan mereka membawa mereka ke pemakaman keluarga tua di Korea, di mana mereka bekerja sama dengan ahli feng shui Kim Sang-deok (Choi Min-sik) dan pengurus jenazah Ko Yeong-geun (Yoo Hae-jin). Proyek penggalian makam tersebut memicu serangkaian peristiwa supernatural yang mengerikan.

Selain membawa elemen horor, Exhuma juga menggali trauma sejarah Korea, terutama masa pendudukan Jepang, dan menghubungkannya dengan praktik spiritual seperti shamanisme dan ekskavasi makam.

Film ini juga menyoroti isu kutukan lintas generasi dan pembalasan spiritual atas dosa masa lalu, menciptakan horor yang lebih dalam dan bermakna.

Pencapaian dan Penghargaan

Film ini berhasil secara kritis dan komersial, meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes. Visualnya yang kuat, dengan penggunaan lokasi nyata dan efek praktis, serta perhatian terhadap detail budaya dalam ritual Korea, menjadi daya tarik utamanya.

Pada minggu pertama perilisan, Exhuma meraih pendapatan lebih dari 14 juta Dollar AS dan menjadi salah satu film terlaris di Korea Selatan tahun ini. Film ini juga sukses di pasar internasional seperti Vietnam dan Indonesia.

Selain tema dan cerita yang kuat, Exhuma juga mencuri perhatian gara-gara deretan pemeran utamanya. Seperti Kim Go-eun sebagai Lee Hwa-rim, dukun utama, Lee Do-hyun sebagai Yoon Bong-gil, asistennya, Choi Min-sik sebagai Kim Sang-deok, ahli feng shui, dan Yoo Hae-jin sebagai Ko Yeong-geun, pengurus jenazah.

Baca Juga  Samsung Perkenalkan Galaxy XR: Headset Android XR Pertama dengan Teknologi AI dan Layar Tak Terbatas

Dengan perpaduan kisah menyeramkan, tema budaya yang kuat, dan sinematografi yang memukau, Exhuma berhasil memperkaya genre horor Korea seperti The Wailing dan Train to Busan. Jika Anda penggemar horor dengan kedalaman cerita, film ini wajib ditonton. Anda dapat menontonnya di platform iQyi, Vidio, Apple TV, Viu dan CatchPlay+.

Sejarah pendudukan Jepang di Korea

Film Exhuma (2024) sangat erat kaitannya dengan sejarah pendudukan Jepang di Korea (1910–1945), terutama dalam kaitannya dengan praktik penggalian makam dan eksplorasi trauma kolektif bangsa Korea.

Dalam film ini, kisah horor supernaturalnya berakar pada praktik penggalian makam tradisional Korea yang dianggap melanggar kepercayaan budaya dan spiritual. Salah satu aspek utama dalam cerita adalah kutukan yang muncul akibat makam leluhur yang terganggu.

Hal ini melambangkan kehancuran budaya yang dialami Korea selama pendudukan Jepang, di mana banyak situs budaya dan makam tradisional dihancurkan atau dirampas untuk kepentingan penjajah.

Selain itu, film ini menggambarkan bagaimana trauma sejarah tersebut terus berdampak lintas generasi. Spiritualitas tradisional, seperti shamanisme dan feng shui Korea, digunakan untuk menggambarkan pembalasan terhadap pelaku di masa lalu.

Dengan pendekatan ini, Exhuma tidak hanya menawarkan ketakutan yang mencekam, tetapi juga pesan mendalam tentang pentingnya menghormati sejarah dan budaya yang telah diinjak-injak.

Pendekatan ini mengingatkan pada karya seperti The Wailing dan The Handmaiden, yang juga menggunakan trauma sejarah untuk memperkuat narasi horor dan thriller. Jadi, Exhuma bisa dianggap sebagai salah satu film yang menjembatani horor dengan penggalian sejarah yang mendalam.

Baca Juga  Makin Bervariasi, Garin Nugroho: Akses Nonton Film juga Makin Luas

Eksplorasi Kim Go-eun

Kim Go-eun dikenal sebagai aktris yang terus mengeksplorasi berbagai jenis peran yang sangat beragam dalam kariernya. Perjalanan aktingnya menunjukkan fleksibilitas luar biasa, mulai dari peran remaja polos hingga karakter yang kuat dan penuh kompleksitas, seperti dalam film Exhuma (2024).

Kim Go-eun memulai debutnya yang mencuri perhatian dalam film A Muse (2012), di mana ia berperan sebagai gadis muda yang menjadi sumber inspirasi bagi seorang penulis tua. Penampilannya yang sensitif dan penuh nuansa langsung mengangkat namanya sebagai pendatang baru berbakat.

Kemudian dalam drama populer Goblin (2016), ia memerankan Ji Eun-tak, seorang remaja yang ceria dan penuh harapan meski hidupnya sulit. Karakter ini menyentuh hati banyak penonton berkat chemistry-nya dengan Gong Yoo.

Dalam film Coin Locker Girl (2015), Kim Go-eun menunjukkan sisi gelap dan brutal sebagai seorang gadis yatim piatu yang terjebak dalam dunia kriminal. Transformasinya menjadi karakter yang keras dan berbahaya menegaskan keberaniannya mengambil peran yang menantang.

Lalu dalam Exhuma (2024), Kim Go-eun melangkah lebih jauh dengan memerankan seorang dukun atau shaman yang menjadi pusat dari kisah supernatural yang kental dengan budaya tradisional Korea. Karakter ini menunjukkan kehebatannya sebagai aktris, menghidupkan tokoh yang tidak hanya berhubungan dengan kekuatan supranatural tetapi juga membawa beban sejarah dan tradisi.

Keberanian Kim Go-eun mengambil peran-peran yang menantang membuktikan dedikasinya sebagai seorang aktris. Ia tidak segan untuk keluar dari zona nyaman, baik dalam drama modern maupun film yang menggali akar budaya dan sejarah. Inilah yang membuatnya terus relevan dan dihormati di industri hiburan Korea. (ret/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Film Horor Film Korea film pilihan headline

Berita Lainnya

Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Maybank memperluas dampak sosial di ASEAN dengan menjangkau 1,49 juta penerima manfaat melalui pembiayaan inklusif dan pemberdayaan komunitas.

Maybank Salurkan Dampak Sosial ke 1,49 Juta Penerima Manfaat di ASEAN Sepanjang 2025

23 Mei 2026
BCA UMKM Fest 2026 hadir di Indonesia Arena bersama Pagelaran Sabang Merauke dengan ribuan UMKM dan dukungan digitalisasi usaha.

BCA UMKM Fest 2026 Hadir Lebih Meriah, Kolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena

22 Mei 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Pizza Day 2026: Harga Bitcoin Turun, tetapi Semangat Adopsi Kripto Tetap Menguat

22 Mei 2026
Ilustrasi Nvidia (foto: Mariia Shalabaieva, unsplash)

NVIDIA Gandeng Ineffable Intelligence Kembangkan Infrastruktur AI Superlearners Berbasis Reinforcement Learning

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.