Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Musik dan Film»Sinopsis Exhuma (2024), Horor yang Muncul dari Jejak Sejarah Pendudukan Jepang

Sinopsis Exhuma (2024), Horor yang Muncul dari Jejak Sejarah Pendudukan Jepang

Musik dan Film Retno Wulandari15 Desember 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Exhuma (2024)
Exhuma (2024)

Jakarta (pilar.id) – Exhuma (2024) adalah film horor supernatural asal Korea Selatan yang rilis pada 22 Februari 2024. Film ini disutradarai oleh Jang Jae-hyun, dikenal lewat karya seperti The Priests dan Svaha: The Sixth Finger. Ceritanya menggabungkan tema horor dengan eksplorasi sejarah dan spiritualisme Korea, menjadikannya salah satu film yang sangat dipuji tahun ini.

Film ini berkisah tentang dua dukun, Lee Hwa-rim (Kim Go-eun) dan Yoon Bong-gil (Lee Do-hyun), yang membantu keluarga kaya Korea-Amerika mengatasi kutukan aneh yang menimpa anak-anak mereka.

Penyelidikan mereka membawa mereka ke pemakaman keluarga tua di Korea, di mana mereka bekerja sama dengan ahli feng shui Kim Sang-deok (Choi Min-sik) dan pengurus jenazah Ko Yeong-geun (Yoo Hae-jin). Proyek penggalian makam tersebut memicu serangkaian peristiwa supernatural yang mengerikan.

Selain membawa elemen horor, Exhuma juga menggali trauma sejarah Korea, terutama masa pendudukan Jepang, dan menghubungkannya dengan praktik spiritual seperti shamanisme dan ekskavasi makam.

Film ini juga menyoroti isu kutukan lintas generasi dan pembalasan spiritual atas dosa masa lalu, menciptakan horor yang lebih dalam dan bermakna.

Pencapaian dan Penghargaan

Film ini berhasil secara kritis dan komersial, meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes. Visualnya yang kuat, dengan penggunaan lokasi nyata dan efek praktis, serta perhatian terhadap detail budaya dalam ritual Korea, menjadi daya tarik utamanya.

Pada minggu pertama perilisan, Exhuma meraih pendapatan lebih dari 14 juta Dollar AS dan menjadi salah satu film terlaris di Korea Selatan tahun ini. Film ini juga sukses di pasar internasional seperti Vietnam dan Indonesia.

Selain tema dan cerita yang kuat, Exhuma juga mencuri perhatian gara-gara deretan pemeran utamanya. Seperti Kim Go-eun sebagai Lee Hwa-rim, dukun utama, Lee Do-hyun sebagai Yoon Bong-gil, asistennya, Choi Min-sik sebagai Kim Sang-deok, ahli feng shui, dan Yoo Hae-jin sebagai Ko Yeong-geun, pengurus jenazah.

Baca Juga  Pertamina Hulu Sanga Sanga Lampaui Target Produksi Migas Berkat Inovasi Teknologi

Dengan perpaduan kisah menyeramkan, tema budaya yang kuat, dan sinematografi yang memukau, Exhuma berhasil memperkaya genre horor Korea seperti The Wailing dan Train to Busan. Jika Anda penggemar horor dengan kedalaman cerita, film ini wajib ditonton. Anda dapat menontonnya di platform iQyi, Vidio, Apple TV, Viu dan CatchPlay+.

Sejarah pendudukan Jepang di Korea

Film Exhuma (2024) sangat erat kaitannya dengan sejarah pendudukan Jepang di Korea (1910–1945), terutama dalam kaitannya dengan praktik penggalian makam dan eksplorasi trauma kolektif bangsa Korea.

Dalam film ini, kisah horor supernaturalnya berakar pada praktik penggalian makam tradisional Korea yang dianggap melanggar kepercayaan budaya dan spiritual. Salah satu aspek utama dalam cerita adalah kutukan yang muncul akibat makam leluhur yang terganggu.

Hal ini melambangkan kehancuran budaya yang dialami Korea selama pendudukan Jepang, di mana banyak situs budaya dan makam tradisional dihancurkan atau dirampas untuk kepentingan penjajah.

Selain itu, film ini menggambarkan bagaimana trauma sejarah tersebut terus berdampak lintas generasi. Spiritualitas tradisional, seperti shamanisme dan feng shui Korea, digunakan untuk menggambarkan pembalasan terhadap pelaku di masa lalu.

Dengan pendekatan ini, Exhuma tidak hanya menawarkan ketakutan yang mencekam, tetapi juga pesan mendalam tentang pentingnya menghormati sejarah dan budaya yang telah diinjak-injak.

Pendekatan ini mengingatkan pada karya seperti The Wailing dan The Handmaiden, yang juga menggunakan trauma sejarah untuk memperkuat narasi horor dan thriller. Jadi, Exhuma bisa dianggap sebagai salah satu film yang menjembatani horor dengan penggalian sejarah yang mendalam.

Baca Juga  PDI Perjuangan Bersyukur Raih Kemenangan, Meski Pemilu 2024 Diwarnai Abuse of Power

Eksplorasi Kim Go-eun

Kim Go-eun dikenal sebagai aktris yang terus mengeksplorasi berbagai jenis peran yang sangat beragam dalam kariernya. Perjalanan aktingnya menunjukkan fleksibilitas luar biasa, mulai dari peran remaja polos hingga karakter yang kuat dan penuh kompleksitas, seperti dalam film Exhuma (2024).

Kim Go-eun memulai debutnya yang mencuri perhatian dalam film A Muse (2012), di mana ia berperan sebagai gadis muda yang menjadi sumber inspirasi bagi seorang penulis tua. Penampilannya yang sensitif dan penuh nuansa langsung mengangkat namanya sebagai pendatang baru berbakat.

Kemudian dalam drama populer Goblin (2016), ia memerankan Ji Eun-tak, seorang remaja yang ceria dan penuh harapan meski hidupnya sulit. Karakter ini menyentuh hati banyak penonton berkat chemistry-nya dengan Gong Yoo.

Dalam film Coin Locker Girl (2015), Kim Go-eun menunjukkan sisi gelap dan brutal sebagai seorang gadis yatim piatu yang terjebak dalam dunia kriminal. Transformasinya menjadi karakter yang keras dan berbahaya menegaskan keberaniannya mengambil peran yang menantang.

Lalu dalam Exhuma (2024), Kim Go-eun melangkah lebih jauh dengan memerankan seorang dukun atau shaman yang menjadi pusat dari kisah supernatural yang kental dengan budaya tradisional Korea. Karakter ini menunjukkan kehebatannya sebagai aktris, menghidupkan tokoh yang tidak hanya berhubungan dengan kekuatan supranatural tetapi juga membawa beban sejarah dan tradisi.

Keberanian Kim Go-eun mengambil peran-peran yang menantang membuktikan dedikasinya sebagai seorang aktris. Ia tidak segan untuk keluar dari zona nyaman, baik dalam drama modern maupun film yang menggali akar budaya dan sejarah. Inilah yang membuatnya terus relevan dan dihormati di industri hiburan Korea. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Film Horor Film Korea film pilihan headline

Berita Lainnya

VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk raih dua penghargaan di Employee Experience Awards 2026 atas inovasi onboarding dan program apresiasi talenta.

Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

13 Juli 2026
Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) ke-17 di Surabaya

Culture Night Surabaya 2026: 14 Delegasi Seni Dunia dan Domestik Pukau Ribuan Pengunjung

12 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.