Paris (pilar.id) – Bintang Barcelona dan Timnas Spanyol, Aitana Bonmati, mencetak sejarah baru setelah meraih Ballon d’Or ketiganya secara beruntun dalam malam penganugerahan di Paris, Senin (22/9/2025). Ia menjadi pemain wanita pertama yang mampu meraih tiga Ballon d’Or berturut-turut, sekaligus memperpanjang dominasi Barcelona dan Spanyol di panggung sepak bola wanita dunia.
Keberhasilan ini menandai lima tahun beruntun pemain Barcelona dan Spanyol memenangkan Ballon d’Or, serta lima dari tujuh penghargaan yang pernah diberikan untuk kategori wanita. Bonmati mengungguli Mariona Caldentey dan Alessia Russo dalam perebutan gelar bergengsi tersebut, meski musim lalu Barcelona tersingkir di Liga Champions dan Spanyol kalah dari Inggris di Euro 2025.
Dalam sambutannya, Bonmati mengaku terkejut dengan pencapaiannya.
“Segalanya bisa saja terjadi. Bisa saja penghargaan ini diberikan kepada rekan lain, itulah sebabnya saya tidak menyiapkan pidato hari ini,” ujarnya di panggung.
Terkait masa depannya bersama Barcelona, Bonmati yang kini berusia 27 tahun menegaskan loyalitasnya. “Saya masih punya kontrak tiga tahun lagi. Saya sudah 14 tahun di klub ini. Barca adalah rumah saya, klub sepanjang hidup saya, dan saya berharap bisa bertahan lama,” katanya.
Perjalanan Bonmati penuh lika-liku. Ia sempat mempertimbangkan untuk berhenti bermain sepak bola beberapa bulan sebelum meraih Ballon d’Or pertamanya. Kini, ia menjadi ikon yang tak hanya menginspirasi pemain wanita, tetapi juga dunia sepak bola secara keseluruhan.
“Setiap tahun kami terus membuat kemajuan. Saya selalu bilang generasi kami bisa menjadi contoh, tidak hanya bagi anak perempuan, tapi juga anak laki-laki, wanita, maupun pria. Sepak bola tidak mengenal gender,” tegasnya.
Bonmati juga menyoroti pentingnya kesetaraan dalam sepak bola. Ia bangga dapat membawa sepak bola wanita ke panggung yang sejajar dengan pria. “Ballon d’Or adalah panggung global yang bisa mengubah hidup. Setiap kali saya datang ke sini, dan beruntung bisa menang tiga kali, itu membantu saya dikenal lebih luas. Saya sangat bersyukur dan merasa beruntung,” tutupnya. (usm/hdl)










