Jakarta (pilar.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2026. Festival yang berlangsung pada 22–29 Juli 2026 di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dinilai menjadi salah satu agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan industri mode sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Saat membuka JF3 2026 pada Rabu (22/7/2026), Pramono Anung menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dunia usaha, dan komunitas kreatif menjadi fondasi utama dalam membangun sektor ekonomi kreatif yang berdaya saing.
Menurutnya, Jakarta terus membuka ruang bagi berkembangnya berbagai subsektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Kehadiran festival seperti JF3 menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif secara berkelanjutan.
JF3 Jadi Signature Event Jakarta dan Penggerak Industri Mode
Pramono Anung juga memberikan apresiasi kepada PT Summarecon Agung Tbk yang secara konsisten menyelenggarakan JF3 sejak 2004. Selama lebih dari dua dekade, festival tersebut berkembang menjadi salah satu agenda unggulan atau signature event Jakarta yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan industri mode nasional.
Di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan daya beli masyarakat, ia menilai perekonomian Jakarta masih menunjukkan kinerja yang positif. Karena itu, sektor ekonomi kreatif perlu terus diperkuat sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing ibu kota di tingkat internasional.
Pramono menyampaikan bahwa perkembangan industri kreatif, khususnya fesyen dan kuliner, telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, sekaligus membangun jaringan dengan mitra dari berbagai negara.
Kolaborasi Internasional Perkuat Daya Saing Fesyen Indonesia
Mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future”, JF3 2026 menghadirkan kolaborasi antara desainer dan jenama Indonesia dengan talenta kreatif dari Prancis, Korea Selatan, Filipina, Laos, dan Singapura.
Festival ini tidak sekadar menjadi panggung peluncuran koleksi terbaru, tetapi juga ruang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan pelaku industri, desainer, pelaku bisnis, serta komunitas kreatif untuk merancang masa depan industri mode Indonesia yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kehadiran peserta internasional sekaligus memperkuat posisi JF3 sebagai ajang yang mendorong pertukaran ide, pengembangan kreativitas, hingga perluasan akses pasar global bagi produk fesyen Indonesia.
Dorong Jakarta Menjadi Kota Global Berbasis Ekonomi Kreatif
Pemprov DKI Jakarta menilai industri mode dan kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar ekosistem industri kreatif semakin kompetitif dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Pramono Anung berharap JF3 terus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang mengangkat karya kreatif dan kekayaan budaya Indonesia, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri. Festival ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai barometer tren mode dan kuliner nasional sekaligus destinasi ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Melalui konsistensi penyelenggaraan selama 22 tahun, JF3 tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat memperkuat industri mode Indonesia, meningkatkan nilai ekonomi kreatif, serta mendukung pertumbuhan Jakarta sebagai pusat bisnis, budaya, dan inovasi di kawasan Asia. (hdl)










