Surabaya (pilar.id) – Aktor sekaligus penyanyi Delon Thamrin kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat peran yang tak biasa. Dalam film terbaru produksi ARTV Production berjudul Fajar’s Last Project, Delon dipercaya memerankan sosok hantu bernama Fajar yang justru tampil kocak, penuh gaya, dan jauh dari kesan menyeramkan.
Karakter unik tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Surabaya, Jumat (25/7/2026). Alih-alih menjadi hantu yang menebar teror, Fajar digambarkan sebagai mantan gamer yang memiliki sifat gengsian, humoris, sekaligus menjadi penggerak cerita.
“Fajar ini hantu yang gengsian karena mantan gamer. Jadi aku maininnya bukan buat menakut-nakuti, tapi jadi hantu yang sok keren dan lucu,” ujar Delon.
Konsep tersebut menjadi pembeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Fajar’s Last Project memadukan unsur komedi, fantasi, dan drama keluarga sehingga menghadirkan tontonan yang lebih ringan tanpa kehilangan pesan emosional.
Delon Nikmati Syuting Bersama Talenta Muda
Bagi Delon, pengalaman terlibat dalam film ini semakin berkesan karena harus beradu akting dengan para pemain muda binaan ARTV Production.
Ia mengaku antusias melihat semangat generasi baru yang terus berkembang di industri perfilman nasional.
“Seru banget! Energi mereka bikin aku ikutan semangat. Apalagi karakter Fajar di sini kayak kakak jail yang sebenarnya sayang sama mereka,” tuturnya.
Kolaborasi lintas generasi ini diharapkan mampu menghadirkan chemistry yang kuat di layar lebar sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.
Agatha Stephanie Akui Gugup Beradu Akting dengan Delon
Salah satu pemeran muda dalam film ini adalah Agatha Stephanie Michaela P. yang memerankan karakter guru bernama Senja.
Meski sebelumnya pernah bermain dalam sejumlah film bersama artis nasional, Agatha mengaku tetap merasa gugup saat harus satu layar dengan Delon Thamrin.
Namun, rasa gugup tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk tampil maksimal selama proses syuting.
Ia berharap pengalaman bekerja bersama Delon menjadi bekal penting dalam mengembangkan kariernya di dunia seni peran.
Produser Pilih Delon Karena Humornya
Produser film Lie Chen mengungkapkan bahwa pemilihan Delon bukan hanya karena popularitasnya, tetapi juga karena karakter humor yang dinilai sangat sesuai dengan sosok Fajar.
Menurutnya, tokoh Fajar membutuhkan aktor yang mampu menghadirkan keseimbangan antara unsur komedi dan kedekatan emosional dengan penonton.
“Pemilihan Delon sebagai artis bintang tamu kali ini karena tidak hanya ganteng, tapi juga ada sisi humor yang nanti bisa melengkapi cerita dalam film Fajar’s Last Project ini,” kata Lie Chen.
Karakter Fajar dirancang menjadi sosok yang menghidupkan suasana sekaligus menjadi jembatan penyampaian pesan moral sepanjang cerita.
Bukan Sekadar Horor, Film Ini Angkat Pesan Kemanusiaan
Di balik balutan komedi dan fantasi, Fajar’s Last Project menyimpan pesan yang cukup mendalam mengenai kepedulian terhadap sesama.
Management Talent ARTV Production, Vianney Nana atau yang akrab disapa Miss Nana, menjelaskan bahwa inti cerita berangkat dari sebuah entitas yang justru memilih membantu manusia.
Melalui alur tersebut, penonton diajak merenungkan pentingnya empati dan saling menolong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau entitas lain saja bisa membantu manusia, kenapa kita yang manusia tidak bisa membantu manusia? Itu salah satu pesan moralnya,” ungkap Miss Nana.
Pesan itulah yang menjadi ruh utama film Fajar’s Last Project. Tidak hanya menyajikan hiburan melalui komedi dan fantasi, film ini juga mengajak penonton melihat bahwa kebaikan dapat datang dari mana saja, bahkan dari sosok yang tak pernah diduga sebelumnya.
Dengan perpaduan cerita yang ringan, karakter unik, serta pesan kemanusiaan yang kuat, Fajar’s Last Project diharapkan menjadi warna baru di industri perfilman Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang menghibur bagi seluruh kalangan. (ret/hdl)










