Shanghai (pilar.id) – ZTE Corporation dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperdalam kemitraan strategis dalam pengembangan jaringan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi 5G, dan Fixed Wireless Access (FWA). Kolaborasi yang diumumkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada ajang MWC Shanghai 2026, Senin (27/7), ditujukan untuk mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Kesepakatan tersebut memperluas kerja sama yang telah berjalan sebelumnya dengan fokus pada pengembangan kapabilitas AI secara menyeluruh, peningkatan efisiensi operasional jaringan, penguatan layanan 5G, serta percepatan komersialisasi FWA sebagai solusi broadband berkecepatan tinggi.
XLSMART, yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, kini mengelola jaringan telekomunikasi nasional yang melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital, perusahaan menilai otomatisasi jaringan berbasis AI menjadi elemen penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya jaringan.
AI dan 5G Jadi Fondasi Jaringan Telekomunikasi Masa Depan
Dalam kolaborasi ini, ZTE dan XLSMART akan mengembangkan implementasi AI secara end-to-end pada berbagai lapisan jaringan, meliputi Radio Access Network (RAN), Transport Network, Core Network, hingga Network Operations.
Pemanfaatan AI memungkinkan sistem menganalisis kondisi jaringan secara real time, memprediksi perubahan trafik, dan melakukan optimalisasi sumber daya secara otomatis. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat respons terhadap lonjakan penggunaan layanan digital, serta menjaga kualitas konektivitas bagi pelanggan.
Kolaborasi yang telah berlangsung sebelumnya juga menunjukkan hasil positif. Implementasi teknologi AI dalam pengelolaan jaringan berhasil mencatatkan efisiensi energi lebih dari 10 persen, tanpa mengurangi performa jaringan maupun pengalaman pelanggan. Capaian itu menjadi bagian dari upaya mendukung strategi keberlanjutan melalui pemanfaatan energi dan infrastruktur yang lebih efisien.
Senior Vice President ZTE, James Zhang, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan akan konektivitas cerdas menjadi peluang untuk menghadirkan jaringan yang lebih efisien sekaligus membuka potensi layanan digital baru.
James Zhang menjelaskan, kolaborasi dengan XLSMART menggabungkan keunggulan teknologi ZTE di bidang AI, 5G, dan FWA guna membangun jaringan yang lebih adaptif, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, dunia usaha, dan ekosistem digital Indonesia.
FWA Diproyeksikan Perluas Akses Broadband Berkecepatan Tinggi
Selain memperkuat jaringan 5G, kemitraan ini juga diarahkan untuk mempercepat komersialisasi Fixed Wireless Access (FWA) sebagai salah satu strategi memperluas akses internet broadband.
Kedua perusahaan akan mengembangkan jaringan FWA melalui optimalisasi infrastruktur, inovasi perangkat Customer Premises Equipment (CPE), peningkatan kualitas konektivitas rumah, serta pengembangan peluang pasar baru bagi pelanggan residensial maupun sektor bisnis.
Sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, FWA diharapkan mampu memaksimalkan nilai investasi jaringan 5G XLSMART sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru melalui layanan broadband berkecepatan tinggi.
President Director XLSMART, Rajeev Sethi, menyampaikan bahwa AI kini menjadi salah satu pendorong utama transformasi industri telekomunikasi. Menurutnya, kerja sama dengan ZTE memperkuat kemampuan perusahaan dalam membangun jaringan yang lebih cerdas, otomatis, dan efisien, sekaligus memastikan pelanggan memperoleh pengalaman digital yang semakin andal.
Rajeev menambahkan, kolaborasi tersebut juga akan mendukung pengembangan bisnis 5G dan FWA, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya jaringan serta energi, sekaligus memperluas layanan broadband bagi rumah tangga maupun pelaku usaha di Indonesia.
Perluasan 5G Blanket Jadi Target 2026
MoU ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang XLSMART dalam membangun jaringan telekomunikasi yang siap menghadapi kebutuhan masa depan. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan perluasan cakupan 5G Blanket ke lebih banyak kota di Indonesia serta memperluas layanan 5G FWA untuk pelanggan residensial.
Ke depan, ZTE dan XLSMART juga akan mengeksplorasi berbagai penerapan baru jaringan berbasis AI, evolusi teknologi 5G, serta pengembangan FWA. Fokus kerja sama mencakup peningkatan performa jaringan, efisiensi operasional dan energi, pengalaman pelanggan, hingga penciptaan peluang bisnis baru yang mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Kolaborasi ini mempertegas arah pengembangan industri telekomunikasi Indonesia yang semakin mengedepankan otomatisasi berbasis AI, konektivitas berkecepatan tinggi, dan efisiensi infrastruktur sebagai fondasi utama menghadapi era ekonomi digital. (hdl)










