Paphos (www.pilar.id/) – Bek veteran asal Brasil, David Luiz, kembali mencuri perhatian publik sepak bola setelah resmi bergabung dengan Paphos FC, klub juara Liga Utama Siprus, pada akhir pekan ini.
Pemain berusia 38 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga musim, dalam langkah yang diyakini akan menjadi babak penutup karier panjangnya di level kompetitif.
Kepindahan ini menandai kembalinya David Luiz ke sepak bola Eropa setelah hampir empat tahun berkarier di Brasil, sejak hengkang dari Arsenal pada 2021.
Bawa Pengalaman Eropa dan Mental Juara
David Luiz datang ke Paphos sebagai pemain bebas transfer usai kontraknya dengan klub Brasil, Fortaleza, berakhir lebih awal.
Sebelumnya, ia tampil impresif bersama Flamengo, mencatatkan 132 pertandingan, 4 gol, dan 2 assist, serta turut membantu klub dalam berbagai ajang domestik dan kontinental.
Rekam jejak David Luiz di Eropa tak perlu diragukan. Ia telah memperkuat sejumlah klub besar seperti Benfica, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Arsenal, dengan koleksi gelar prestisius:
- Liga Champions UEFA 2011/2012 (Chelsea)
- Liga Europa UEFA 2012/2013 dan 2018/2019 (Chelsea)
- Gelar domestik bersama PSG dan Chelsea
Ia juga pernah tampil dalam 57 pertandingan bersama Timnas Brasil, termasuk di ajang Piala Dunia FIFA 2014.
Target Baru di Paphos FC: Dominasi Lokal dan Tembus Eropa
Kepindahan David Luiz ke Paphos FC bukan sekadar nostalgia Eropa. Klub asal Siprus ini baru saja menjuarai Cypriot First Division dan tengah menjalani fase kualifikasi Liga Champions 2025/2026.
Kehadiran Luiz diharapkan membawa keseimbangan lini belakang, serta menjadi pemimpin ruang ganti bagi skuad yang tengah dibangun untuk bersaing di level Eropa.
“David Luiz datang untuk memberikan pengalaman, ketenangan di lini belakang, serta kepemimpinan di ruang ganti. Ia akan menjadi bagian penting dari ambisi besar klub,” tulis pernyataan resmi Paphos FC.
Langkah Berani di Usia Senja
Meski telah berusia 38 tahun, David Luiz tetap menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai liga top dunia, ia menjadi aset berharga bagi klub-klub dengan ambisi besar namun minim pengalaman di level elite.
Kehadirannya juga memperkuat daya tarik Liga Siprus, yang mulai aktif merekrut nama-nama besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di kompetisi Eropa.
Kepindahan David Luiz ke Paphos FC membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap bersaing di panggung sepak bola Eropa. Sebagai bek penuh pengalaman, Luiz diharapkan tak hanya memperkuat lini belakang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda klub. (wid/hdl)









