Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Pancasila di Tengah Nasionalisme Digital

Pancasila di Tengah Nasionalisme Digital

Esai Hendro D. Laksono1 Juni 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Tak dipungkiri, sejak dicetuskan pada 1 Juni 1945 Pancasila telah berperan penting dalam membentuk fondasi negara bangsa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara perlahan tapi pasti berhasil menyatukan 1.340 suku bangsa dalam satu bangsa Indonesia dan 718 bahasa daerah dalam satu bahasa Indonesia. Tanpa mengesampingkan tantangan yang ada, jiwa nasionalisme telah terbangun dalam setiap kader anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Hal inilah yang menarik para sarjana dari Eropa untuk mempelajari dan meneliti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Thomas Mayer (2017) peneliti asal Jerman menyebut Pancasila sebagai ideologi terbaik saat ini. Mayer mengidentifikasi ideologi Pancasila sebagai halnya demokrasi sosial. Ideologi yang mampu bertahan dan lebih baik dalam menghadapi krisis ketimbang ideologi neoliberalisme maupun fundamentalisme agama.

Keberhasilan Pancasila sebagai ideologi bangsa pada akhirnya akan terus diuji relevansi-nya di tengah perkembangan zaman. Di era digital ini, nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam lima sila, kembali diuji dengan berbagai tantangan. Era yang ditandai dengan kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, internet, Big Data, media baru -termasuk media sosial, dan berkembangnya artificial intelligence atau kecerdasan buatan memberi tantangan baru untuk membumikan nilai-nilai Pancasila.

Google, Twitter, Facebook, YouTube, TikTok hingga Instagram memungkinkan partisipasi yang lebih luas dalam segala macam wacana. Bahkan di rezim otoriter atau semi-otoriter di mana ada sensor internet, media sosial dapat menyediakan saluran baru untuk ekspresi politik, pemunculan identitas, dan pembangunan komunitas. Wacana-wacana media sosial tak sekadar pertukaran informasi, melainkan pertukaran ideologi dan budaya dari seluruh dunia.

Isu-isu global, seperti perubahan iklim begitu cepat menyebar hingga pelosok negeri melalui media sosial. Demikian dengan isu-isu ideologi global seperti LGBT dan radikalisme mewarnai isi kepala sebagian warga negara. Semua saling berebut pengaruh, merekrut, dan menuntut aksi. Ada yang berhasil. Ada pula yang gagal.

Baca Juga  Pancasila: Filter Masa Depan Indonesia dalam Era Kemajuan Teknologi

Dengan cepat, perkembangan ini berpengaruh terhadap nasionalisme warga negara. Para ilmuwan sosial memperkirakan perkembangan TIK akan mencerabut akar nasionalisme warga negara menuju kosmopolitanisme. Semua penduduk adalah warga global. Dengan demikian multikulturalisme global terjadi di dunia maya. Ini adalah tantangan yang nyata.

Tanpa antisipasi seluruh pihak, secara perlahan media sosial mampu mengikis nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Riset Microsoft pada 2021 menunjukkan bahwa warga internet (warganet) Indonesia menduduki peringkat 29 dari 32 dalam hal sopan santun di media sosial. Sopan santun adalah cerminan dari nilai Pancasila.

Memupuk Nasionalisme Digital
Media digital meningkatkan intensitas dan kecepatan hubungan antara budaya dan politik. Cara baru ini menarik orang-orang di seluruh dunia dalam pembentukan komunitas dan penguatan identitas, baik dari elite ke rakyat maupun dari bawah ke atas, baik di dalam negara maupun lintas negara.

Dalam satu studi Timothy Snyder (2018) menemukan kenyataan bahwa ternyata koneksi digital cenderung memperkuat imajinasi nasional. Dahulu, satu bangsa dipersatukan melalui monumen. Sekarang dipersatukan melalui meme dari berbagai sumber, dalam jumlah besar dan diproduksi dengan cepat. Setiap momentum dapat dikapitalisasi untuk membangun nasionalisme. Aktornya tidak harus negara, tapi semua warga negara. Nasionalisme menjadi lebih menarik dan menghibur di era digital.

Ekspresi nasionalisme kini terjadi di ruang digital. Ketika seseorang memilih simbol atau berita mana yang akan dibagikan, dikomentari, atau di-like akan selalu ada hal baru untuk didiskusikan dengan rekan senegara atau se-suku setiap hari ruang digital. Oleh karena itu, Ruang digital menjadi krusial bagi imajinasi nasional.

Dengan demikian, ruang digital adalah ruang baru yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan nasionalisme dan membumikan kembali nilai-nilai Pancasila di Bumi Pertiwi ini. Dalam konteks itu, yang dibutuhkan oleh rakyat tak lain adalah keteladanan dan literasi digital.

Baca Juga  Peringatan Hari Lahir Pancasila: Momentum Mewujudkan Mimpi Besar Bangsa Indonesia

Keteladanan digital secara konkrit telah dimulai oleh para aktor non-negara. Memulai dari pembuat konten (content creator) di media sosial yang memiliki pengaruh dapat dijadikan langkah awal. Mereka adalah inisiator dan inovator nasionalisme. Promosi nilai-nilai Pancasila ditanamkan dari mereka seperti sopan santun, saling menghormati dan menghargai perbedaan di antara anak bangsa.

Kita dapat saksikan ratusan meme, video, dan video musik karya anak bangsa yang dapat menggugah nasionalisme dan mengandung nilai-nilai pancasila. Cara baru pembuat konten tak pernah terpikirkan sebelumnya. Nah, aktor negara cukup memberikan dukungannya dalam berbagai bentuk fasilitas dan serangkaian kebijakan. Pilihan ini lebih baik ketimbang menggunakan pendengung (buzzer) yang kebanyakan bersembunyi. Ketauladanan haruslah nyata.

Sementara itu, pada 2021, Indonesia menduduki peringkat 53 dari 64 negara dalam World Digital Competitiveness (2021). Kalah jauh dari Thailand (peringkat 38) Malaysia (peringkat 27) dan Singapura (peringkat 5). Seolah hasil survei mengkonfirmasi temuan riset Microsoft di atas. Ruang digital tidak hanya keahlian dalam menggunakan internet, tetapi juga ada etika digital dan keamanan digital.

Literasi digital adalah tugas seluruh elemen. Tapi aktor negara paling memiliki tanggung jawab dalam hal ini. Literasi digital hanya bisa dilakukan sejak usia dini pada lembaga-lembaga pendidikan. Literasi digital dan digital native -generasi kita saat ini- bagai dua sisi mata uang. Adalah hak setiap warga negara untuk memperoleh akses dan pemaknaan terhadap ideologi bangsanya, yaitu Pancasila.

*) Ngasiman Djoyonegoro, Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Hari Lahir Pancasila

Berita Lainnya

Dr. Listiyono Santoso, SS, MHum, Dosen dan Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga

Peringatan Hari Lahir Pancasila: Momentum Mewujudkan Mimpi Besar Bangsa Indonesia

2 Juni 2024
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI

Pancasila: Filter Masa Depan Indonesia dalam Era Kemajuan Teknologi

2 Juni 2024
Presiden Joko Widodo saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 di Lapangan Garuda PHR Dumai, Bukit Batrem, Kota Dumai, Riau

Simbol Ketahanan Energi Nasional, Blok Rokan jadi Lokasi Upacara Hari Lahir Pancasila

1 Juni 2024
Anak Elang Jawa atau 𝘕𝘪𝘴𝘢𝘦𝘵𝘶𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘵𝘦𝘭𝘴𝘪 yang baru lahir di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tepatnya di Resort PTN Cibodas, Seksi PTN Wilayah I Cibodas, Bidang PTN Wilayah I Cianjur

Menyapa Dunia Tepat di Hari Lahir Pancasila, Anak Elang Jawa ini Disambut Suka Cita

12 Juni 2023

Pemkot Bekasi Ajak Pelajar Cintai Pancasila lewat Festival Layang-Layang

1 Juni 2022

Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Khofifah Beberkan Tantangan yang Dihadapi

1 Juni 2022

Harlah Pancasila, Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter Kelilingi Candi Borobudur

1 Juni 2022

Agar Millenial Akrab dengan Pancasila, Gunakan Cara yang Sesuai Frekuensi Mereka

1 Juni 2022

Sejarah Taman Renungan Bung Karno yang Dikunjungi Jokowi, Ada Pohon Sukun Cikal Bakal Lahirnya Pancasila

1 Juni 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.