Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Hukum»Kasus Baku Tembak Sesama Polisi Dinilai Janggal, ISESS: Penyelidikan Harus Menyeluruh

Kasus Baku Tembak Sesama Polisi Dinilai Janggal, ISESS: Penyelidikan Harus Menyeluruh

Hukum Herry Supriyatna13 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi kasus penembakan (foto: Maxim Hopman)

Jakarta (pilar.id) – Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai kasus baku tembak antara polisi yang terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) menyisakan banyak tanda tanya alias janggal.

Pasalnya, polisi polisi tidak mengantongi bukti apapun terkait penembakan itu. Terlebih, kamera pengawas atau CCTV di rumah Sambo mati saat kejadian. Bambang mempertanyakan longgarnya pengawasan di rumah dinas milik Jenderal bintang dua tersebut.

“Apakah begitu longgarnya sistem pengamanan di rumah dinas seorang Kadiv Propam sehingga CCTV pun kabarnya rusak semua?” ucap Bambang saat dikonfirmasi Pilar.id, Rabu (13/7/2022).

Dalam kejadian, Brigadir J tewas ditembak oleh rekannya berinisial Bharada E. Keduanya adalah ajudan dan sopir Sambo. Menurut Bambang, keberadaan personel pengamanan di rumah pejabat Polri itu juga menjadi tanda tanya besar.

Sebab, dari hasil pendalaman sejauh ini, hanya ada tiga orang yang menyaksikan atau terlibat dalam insiden itu, yakni istri Ferdy Sambo yang diduga sebagai korban pelecehan seksual. Lalu, Brigadir J yang merupakan sopir istri Ferdy Sambo dan diduga yang melakukan melecehkan, dan Bharada E merupakan ajudan Kadiv Propam yang bertugas mengamankan keluarga.

“Apakah tidak ada saksi-saksi yang lain. Kalau tidak ada saksi-saksi yang lain berarti hanya tiga orang yang berada di rumah dinas. Ini janggal bagi rumah dinas pati (perwira tinggi) selevel Kadiv Propam,” kata dia.

Baca Juga  Obati Luka Masyarakat, Pengamat: Penangkapan Anggota Terlibat Narkoba Bisa Pulihkan Kepercayaan

Oleh seba itu, kata dia, penyelidikan menyeluruh terkait perkara tersebut harus dilakukan kepolisian. Mabes Polri, menurutnya harus membuka segala peluang kemungkinan terkait fakta-fakta dalam kasus itu.

“Motif Brigadir J nekat melakukan pelecehan kepada istri pimpinan di rumah dinas juga masih buram,” tegasnya.

Menurut polisi, aksi saling tembak itu bukan tanpa sebab. Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri pejabat Polri itu hingga akhirnya berteriak. Teriakan itu yang kemudian menyulut kedatangan Bharada E hingga akhirnya terjadi penembakan.

Dalam insiden itu, Brigadir J disebut pihak yang menembak terlebih dahulu. Tanpa sebab pasti, dia yang digambarkan sedang panik melepaskan tujuh kali tembakan kepada Bharada E yang mendatanginya dari lantai atas. Namun, tak ada satu pun tembakan Brigadir J yang mengenai Bharada E.

Merespons tembakan itu, Bharada E membalas. Total ada lima proyektil yang lepas dari senjata milik Tamtama kepolisian itu. Satu di antaranya mengenai dada Brigadir J hingga tewas.

Atas kejadian tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus. Nantinya, tim khusus tersebut akan menyelidiki penyebab sebenarnya di balik insiden berdarah di rumah pejabat teras Korps Bhayangkara itu.

Tim tersebut dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Kemudian dibantu oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryo, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

Baca Juga  ISESS: Tak Perlu Terburu-buru Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J ke Publik

Selain untuk menyelidiki kasus tersebut lebih mendalam, pembentukan tim khusus untuk menangani berita-berita liar yang beredar di masyarakat. “Oleh karena itu saya telah membentuk tim khusus,” kata Listyo. (her/din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bambang Rukminto Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jakarta Selatan Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)

Berita Lainnya

ISESS: Pemanggilan Petinggi Polri ke Istana Jangan Cuma Seremonial

14 Oktober 2022

ISESS: Tak Perlu Terburu-buru Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J ke Publik

12 Agustus 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.