Bandung (www.pilar.id/) – Gelandang anyar PERSIB, Eliano Reijnders, mengaku sangat antusias menatap laga tandang perdananya di ajang Super League 2025/26. Pangeran Biru dijadwalkan menghadapi Arema FC pada pekan keenam di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (22/9/2025).
Pemain timnas Indonesia bernomor punggung 2 itu bertekad menjaga tren positif PERSIB setelah menorehkan kemenangan penting di liga. Sebelum menghadapi Singo Edan, Reijnders berkomitmen mempelajari gaya permainan lawan.
“Kami akan lihat. Kami harus melihat video bagaimana mereka bermain dan kami akan tahu,” kata Reijnders.
Ia juga berharap PERSIB mampu meraih tiga poin agar kekecewaan usai hasil imbang 1-1 melawan Lion City Sailors di ajang AFC Champions League Two bisa terobati.
“Saya rasa kami memainkan pertandingan yang bagus, tapi kecewa karena mereka bisa mencetak gol. Namun tentu saja kami harus terus melangkah dan kami membutuhkan dukungan semuanya,” ujarnya.
Imbauan untuk Bobotoh
Menjelang laga melawan Arema FC, manajemen PERSIB mengeluarkan imbauan resmi kepada Bobotoh untuk memberikan dukungan dari rumah. Hal ini merujuk pada regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan ayat 7 serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023 yang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.
Vice President of Operations PT PERSIB Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menegaskan kepatuhan terhadap aturan ini penting demi menghindari sanksi maupun denda.
“Sebagai bentuk dukungan pada laga tandang pekan ke-6, kami meminta dengan penuh hormat agar Bobotoh tidak hadir di Stadion Kanjuruhan,” tegas Andang.
Meski tanpa dukungan langsung di tribun, manajemen meyakini semangat Bobotoh tetap bisa dirasakan pemain melalui doa, nonton bareng, maupun dukungan di media sosial.
“Dengan dukungan seperti ini, kami yakin para pemain bisa tampil penuh konsentrasi dan semangat, sehingga tren kemenangan dapat terus berlanjut,” tambahnya.
Posisi Klasemen
Saat ini, PERSIB berada di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan (dua kali menang, sekali imbang, sekali kalah). Kemenangan 1-0 atas Persebaya Surabaya pada 12 September lalu menjadi modal berharga untuk menantang Arema FC.
Melalui imbauan resmi tersebut, PERSIB mengajak Bobotoh menjaga kondusivitas sepak bola Indonesia. Dukungan terbaik tidak selalu harus hadir di stadion, tetapi bisa diwujudkan dengan cara aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (mad/hdl)









