Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Ekonomi Nasional Dinilai Cukup Kuat Hadapi Kenaikan Suku Bunga Hingga 50 Bps

Ekonomi Nasional Dinilai Cukup Kuat Hadapi Kenaikan Suku Bunga Hingga 50 Bps

Ekonomi Achmat D20 September 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi suku bunga. (Foto: Tech Daily, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Chief Economist Bahana TCW, Budi Hikmat mengatakan, peningkatan suku bunga acuan diperlukan untuk menjaga interest rate differential atau selisih suku bunga Bank Indonesia (BI) terhadap negara lain agar tetap kompetitif.

Sebab, hampir semua negara telah menaikkan tingkat suku bunga kecuali beberapa negara yang menghadapi tantangan perlambatan ekonomi seperti China, Turki, dan Rusia.

Dalam jangka pendek, lanjut Budi, Bahana TCW menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat menghadapi kenaikan suku bunga hingga 50 bps sampai dengan akhir tahun 2022. “Bahana TCW optimistis pertumbuhan ekonomi masih akan positif bahkan dapat menyentuh di atas 5,3 persen,” ujar Budi, di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Dia memprediksi, BI akan kembali menaikkan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,0 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, 22 September 2022 mendatang. Prediksi tersebut didasarkan pada dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi dan akselerasi penyaluran kredit.

Menurut Budi, secara timing kenaikan suku bunga pada RDG BI yang akan datang juga dinilai cukup baik. Karena di hari yang sama, The Fed juga diekspektasikan akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 75 hingga 100 bps.

“Langkah BI itu perlu diapresiasi. Selain agar tidak terlambat (behind the curve), normalisasi tingkat suku bunga juga ditujukan untuk menjaga attractiveness aset-aset domestik di mata asing serta menghindari out flow di pasar,” kata dia.

Baca Juga  Naik Lagi! Suku Bunga Acuan BI Jadi 5,50 Persen

Budi menjelaskan, kasus inflasi di Indonesia terbilang berbeda. Indonesia relatif diuntungkan oleh fenemona inflasi global, mengingat kenaikan harga income commodity seperti batu-bara, nikel, dan CPO yang melebihi cost-commodity khususnya minyak mentah.

Pada awalnya, pemerintah mengendalikan transmisi inflasi global khususnya akibat kenaikan harga minyak mentah dengan terus meningkatkan alokasi subsidi energi hingga melebihi Rp500 triliun. Pemerintah punya alasan untuk mengalokasikan subsidi pada pos yang lebih produktif dan berkeadilan seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Di sisi lain, Bahana TCW juga mengapresiasi langkah BI dalam mengendalikan risiko inflasi sekaligus mengendalikan rupiah melalui berbagai macro-prudential policy seperti dengan menyerap kelebihan likuiditas yang digelontorkan sewaktu pandemi. BI juga melakukan intervensi di pasar obligasi negara agar kurva imbal hasil untuk memberi acuan bagi perbankan dalam penetapan suku bunga kredit.

“Jadi, peningkatan suku bunga BI bukan untuk mengerem pertumbuhan ekonomi, melainkan untuk mengendalikan inflasi inti tahun depan tetap pada target interval dan menjaga daya tarik pasar keuangan domestik,” jelas Budi.

Adapun laju tahunan penyaluran kredit per Juli 2022, mencapai 10,5 persen atau hampir mendekati pertumbuhan sebelum pandemi yang berada di kisaran 12-13 persen. Menurut Budi, pemulihan ekonomi biasanya dicirikan oleh akselerasi penyaluran kredit perbankan yang sudah kembali pada level double digit.

Budi melihat, laju penyaluran kredit saat ini nampak turut memicu inflasi inti yang pada Agustus 2022 lalu menyentuh 3,04 persen atau memenuhi target BI sebesar 3,0±1 persen. Untuk memberikan arahan agar inflasi inti tahun depan terkendali, BI punya alasan untuk mulai melakukan normalisasi suku bunga namun tetap mendukung pemulihan ekonomi.

Baca Juga  Pulihkan Stabilitas Harga, Bank Sentral AS akan Naikkan Suku Bunga Sekitar 2,0 Persen pada Agustus 2022

Namun, dia mengingatkan pelajaran pahit tahun 2013 ketika ekonomi Indonesia terlalu panas (overheated) yang dipacu laju penyaluran kredit yang terlalu pesat, melebihi 20 persen. Selain memicu inflasi, overheated memperlebar defisit neraca berjalan yang sangat besar sehingga memicu currency risk rupiah.

“Selama tahun tersebut, kurs rupiah sempat anjlok 23 persen yang memukul pasar modal setelah the Fed mengumumkan akan melakukan pembatasan stimulus (tapering-off),” sambung Budi. (ach/fat)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Ekonomi Nasional kenaikan suku bunga Suku Bunga

Berita Lainnya

Gubernur BI Perry Warjiyo

Naik Lagi! Suku Bunga Acuan BI Jadi 5,50 Persen

22 Desember 2022
Bank Indonesia

Ekonom Perkirakan BI Rate Masih Akan Naik 25-50 Basis Poin

10 Oktober 2022

Suku Bunga Acuan BI Naik 50 Bps Dinilai Terlalu Tinggi

22 September 2022

Pulihkan Stabilitas Harga, Bank Sentral AS akan Naikkan Suku Bunga Sekitar 2,0 Persen pada Agustus 2022

24 Mei 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.