Surabaya (pilar.id) – Indonesia Event Industry Council (IVENDO), organisasi penggiat event dan vendor, mulai kebanjiran event setelah pandemi mereda. Tantangan berikutnya, krisis tenaga kerja berpengalaman.
Hal ini diungkap oleh Mulkan Kamaludin, Ketua Umum DPP IVENDO saat acara Musyawarah Daerah ke 2 (Musda-2) IVENDO Jawa Timur di Hotel Ibis Style Jemursari Surabaya, Selasa (27/9/2022).
Dikatakan selama 2 tahun pandemi sebagian besar event terhenti, bahkan beberapa perusahaan event gulung tikar.
“Banyak karyawan dirumahkan bahkan beberapa karyawan sudah beralih profesi. Padahal sejak Mei 2022 semua member IVENDO sudah mulai kebanjiran event dan membutuhkan banyak personil,” beber Mulkan.
Kenaikan harga barang dan upah tenaga kerja akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun menjadi tantangan yang harus disiasati para member IVENDO.
“Namun dibalik tantangan itu event di pulau Jawa dan Bali sudah padat dan dipredisikan tahun depan sudah mendekati kondisi normal seperti sebelum pandemi,” paparnya.
Hal yang sama juga diamini oleh Eko Febrianto, Ketua DPD IVENDO Jatim yang menyebutkan event mulai normal. Dibandingkan saat pandemi terjadi kenaikan runititas event sekitar 60 – 70 persen dan diprediksikan akhir tahun meningkat jadi 80 persen dari kondisi tahun 2019.
“Demi mensiasati berbagai tantangan ini, kami mulai menyiapkan kolaborasi dengan hotel dan perusahaan ekspedisi. Hari ini kami ada MoU dengan Hotel Ibis Style dan ekspedisi NCS,” kata Eko Febri yang kembali terpilih memimpin DPD IVENDO Jatim dalam Musda-2 IVENDO Jatim.
Ke depan, lanjutnya, dia akan menggandeng banyak hotel, tempat wisata serta perusahaan jasa pendukung bisnis. “Sehingga member mendapatkan harga khusus serta akses prioritas penunjang bisnis event para member,” harapnya. (jel/hdl)










