Jakarta (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meluncurkan logo HUT Kota Yogyakarta Ke-266 yang mengusung tema ‘Glorius Jogja’ dalam kegiatan nasional Pesona Budaya Nusantara 2022 di Anjungan DIY, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (1/9/2022).
Secara bersamaan, untuk acara di Yogyakarta dilakukan pemasangan Logo HUT ke-266 Kota Yogyakarta di Jembatan Kleringan.
Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi mengatakan event dapat menjadi spirit utama dan salah satu penanda kebangkitan pariwisata budaya di DIY.
Lebih lanjut, Sumadi menyebut Yogyakarta memiliki berbagai potensi seni budaya baik tradisi maupun kontemporer yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat.
“Kesenian tersebut tidak hanya menjadi bagian masyarakat Yogyakarta itu sendiri akan tetapi perlu dikenalkan kepada masyarakat di luar sehingga produk-produk kesenian tersebut dapat dijadikan sebagai media penghubung dan pemersatu antar daerah di Indonesia,” jelas Sumadi.
Rasa memiliki dan kebanggaan pada Yogyakarta, lanjut dia, tentunya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di Yogyakarta. Namun aura dan personanya telah menyebar ke seluruh penjuru nusantara
Menurut Sumadi, Yogyakarta tidak hanya milik masyarakatnya, namun salah satu mutiara budaya nusantara yang menjadi kebanggaan Indonesia dengan keunikan ragam seni budaya yang adiluhung.
Terlihat dari masyarakat dari berbagai suku agama ras dari seluruh nusantara yang hidup dan tinggal selaras dengan masyarakat Yogyakarta.
“Maka tidak berlebihan apabila Yogyakarta mendapat julukan miniatur Indonesia, kami berharap apa yang telah kami siapkan memberikan kesan istimewa dan sajian yang unik. Kegiatan ini juga sangat spesial bagi kami, karena setelah 7 tahun sejak tahun 2015 lalu, Kota Yogyakarta ditunjuk kembali sebagai penyelenggara Pesona Budaya Nusantara yang bertepatan dengan hari pertama peringatan HUT Kota Yogyakarta ke 266,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X menuturkan kegiatan ini mengandung tiga nilai penting.
Pertama sebagai upaya promosi potensi daerah kepada masyarakat luas yang dapat mendukung dan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat seni budaya, kota pendidikan, dan kota pariwisata.
Lalu, sebagai media untuk memupuk membudayakan dan menunggu kembangkan serta membangkitkan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendorong kreativitas para seniman untuk terus berkreasi.
“Nilai lainnya yakni, bisa sebagai alternatif media hiburan sehat dan edukatif dengan tanpa menghilangkan nilai kultural budaya bangsa sendiri. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak-pihak dan organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) dan Dinas Pariwisata DIY atas inisiatif dan kolaborasi yang baik sehingga kegiatan ini memungkinkan untuk terlaksana,” terangnya. (riz/hdl)










