Surabaya (pilar.id) – Setiap tahun, jika beruntung, kita bisa melihat berbagai fenomena alam yang unik. Seperti fenomena supermoon, blood moon, bahkan hujan meteor.
Lalu ada apa saja fenomena langit yang akan terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2023 ini? Berikut daftar tanggalnya, berdasar data Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yuk dicatat
Februari
- Pada tanggal 1 Februari, terjadi pergerakan Komet C/2022 E3 (ZTF), yang akan melakukan pendekatan terdekatnya ke bumi
- Lalu pada 20 Februari, konstelasi seperti Taurus, Orion, dan Pleiades akan terlihat di langit selatan saat dini hari.
- Matahari di Atas Indonesia 44 Hari. Fenomena tersebut bisa disebut kulminasi, yaitu peristiwa saat Matahari di atas Indonesia pada tengah hari selama 44 hari, yakni pada 20 Februari-5 April dan 8 September-22 Oktober 2023.Diketahui fenomena tersebut, disebabkan karena Indonesia membentang di 6 derajat LU-11 derajat LS. Adanya kulminasi, biasanya cuaca jadi terasa lebih panas dari hari panas biasanya
Maret
- Pada 2 Maret 2023, Venus dan Jupiter yang merupakan dua planet paling terang tersebut, akan mengalami konjungsi. Kedua planet tersebut akan terlihat sebagai titik cahaya terang di barat daya pada sore hari. Sementara pada pertengahan bulan, 20 Maret, akan ada terjadi ekuinoks.
- Kemudian di tanggal 24 Maret 2023, Okultasi Venus akan terlihat di Indonesia.
Diketahui, bila Okultasi Venus setelah 2023 akan terlihat lagi pada 2042 dan 2061, jadi fenomena tersebut terbilang langkah dimana Okultasi Venus bisa terlihat di Indonesia. Okultasi adalah objek langit yang berjarak lebih dekat dari Bumi menghalangi objek langit yang lebih jauh, dengan lebar sudut juga lebih besar.
April
- Di bulan empat tersebut, akan ada hujan meteor Lyrid yang akan terlihat mulai 14-30 April dan akan mencapai puncaknya pada 22-23 April. Hujan meteor tersebut, tercatat sebagai hujan meteor tertua, karena terlihat pertama kali terlihat pada 687 SM. Sementara mereka yang ada di belahan bumi selatan dapat melihat hujan Eta Aquariids yang terjadi antara 19 April dan 28 Mei.
- Gerhana Matahari Hibrida & Ijtimak Syawal, 20 April 2023. Gerhana Matahari hibrida adalah gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total, yang terjadi pada satu waktu atau fenomena gerhana berurutan. Gerhana Matahari hibrida terjadi pada 20 April 2023 pukul 11.12.Selain itu, gerhana matahari tersebut akan bertepatan dengan itjimak Syawal, yang menandai akhir bulan Ramadan menuju awal bulan Syawal. Tanggal 1-2 Syawal juga menjadi Hari Raya Idul Fitri.
Mei
Pada 6 Mei, gerhana Bulan Penumbra akan terjadi. Gerhana Bulan Penumbra adalah gerhana saat seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra.
Terdapat perbedaan antara gerhana Penumbra dengan gerhana Bulan total, yaitu gerhana Bulan Penumbra masih menampakkan bulan, tetapi warnanya suram. Fenomena ini akan terjadi pada 6 Mei 2023 pukul 00.34.
Agustus
- Bulan Purnama Super, akan terjadi 2 Agustus 2023. Purnama super ini, akan terjadi saat Bulan Purnama terjadi di titik terdekat dengan Bumi saat mengorbit. Maka, bulan Purnama super atau supermoon terlihat jauh lebih besar dan bersinar terang dari hari biasanya
- Lalu pada 13 Agustus 2023, akan terjadi puncak Hujan Meteor Perseid, dengan intensitas mencapai 100 meteor per jam saat di zenit. Hujan ini aktif sejak 17 Juli-25 Agustus 2023 dengan puncak sekitar 13 Agustus 2023 saat fajar. Perlu dicatat, jika hujan meteor Perseid ini bisa dilihat 13 Agustus di arah timur laut, saat tengah malam, berkulminasi di utara pukul 05.00, lalu memudar di barat laut seiring matahari terbit.
- Kemudian di akhir bulan, tepatnya 31 Agustus 2022, Bulan Purnama Biru Super akan menghiasi langit malam Indonesia.
- Purnama Biru Super atau blue moon terjadi di antara dua purnama. Fenomena Purnama Biru Super ini akan terjadi lagi pada 30 Maret 2029 dan 31 Januari 2037.
Oktober
Gerhana bulan sebagian pada 29 Oktober 2022. Gerhana Bulan Sebagian adalah gerhana saat Bumi tidak seluruhnya menghalangi Bulan dari sinar Matahari. Puncak Gerhana Bulan Sebagian ini dapat diamati pada pukul 03.14 di seluruh Indonesia.
Desember
Memasuki bulan akhir, akan terjadi Hujan Meteor Geminid, pada 14 Desember 2023. Diperkirakan, jika intensitas hujan meteor Geminid mencapai 150 meteor perjam saat di zenit. Asalnya dari asteroid 3200 Phaethon yang mengorbit matahari dengan periode 1,4 tahun.
Hujan meteor ini bisa disaksikan pada 14 Desember 2023 pukul 20.30 dari arah timur laut, berkulminasi pukul 02.00 di arah utara, dan memudar di arah barat laut seiring terbitnya matahari.
Setelah mengetahui jadwal fenomena, jangan lupa beri tanda di kalender kalian ya.., dan pastinya untuk melihat fenomena tersebut dibutuhkan cuaca cerah serta lokasi yang tepat untuk melihat fenomena tersebut. Selamat berburu. (jel/hdl)










