Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Pertumbuhan Penduduk Bagus, Resesi Seks Belum Singgah di Indonesia

Pertumbuhan Penduduk Bagus, Resesi Seks Belum Singgah di Indonesia

Peristiwa Dina Prihatini27 Januari 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para penumpang kereta api mengenakan masker sebagai pencegahan virus corona, di stasiun di Surabaya, 15 Maret 2020. (Foto: AFP/VOA INDONESIA)

Jakarta (Pilar.id) – Sejumlah negara di kawasan Asia, seperti China dan Jepang, kini tengah ketar-ketir dalam menanggapi pertumbuhan penduduknya yang anjlok. Indonesia sendiri belum terlalu memusingkan persoalan tersebut karena laju pertumbuhan penduduknya saat ini masih sesuai dengan target yang ditetapkan.

Kekhawatiran yang menimpa negara-negara seperti China dan Jepang terkait dengan anjloknya pertumbuhan penduduk mereka tidak dirasakan oleh Indonesia. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia saat ini belum memasuki tahapan resesi seks, salah satu faktor penyebab dari turunnya pertumbuhan penduduk di kedua negara tersebut.

“Dan saya senang angka tadi yang disampaikan oleh dr Hasto (Kepala BKKBN), pertumbuhan (penduduk) kita di angka 2,1 (persen), dan yang menikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta. Artinya di Indonesia tidak ada resesi seks. Masih tumbuh 2,1 ini bagus,” ungkap Jokowi dalam acara Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (25/1).

Ia menjelaskan terus bertumbuhnya jumlah penduduk merupakan hal yang baik, karena bisa menjadi sebuah kekuatan perekonomian sebuah negara. Meski begitu, Jokowi kembali mengingatkan bahwa upaya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul juga tidak mudah. Salah satu fokus pemerintah saat ini untuk mewujudkan SDM yang unggul adalah melalui pemberantasan tingkat prevalensi stunting di Tanah Air, di mana tingkatnya kini telah turun ke level 21,6 persen pada 2022. Data sebelumya pada 2014 menunjukkan bahwa tingkat stunting di dalam negeri berada di level 37 persen.

Ia pun yakin angka stunting tersebut akan terus turun sesuai dengan yang ditargetkan, yakni menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang.

“Sekali lagi bahwa kualitas keluarga, kualitas SDM itu menjadi kunci bagi negara kita untuk berkompetisi bersaing dengan negara lain, dan sinergitas antara kementerian dan lembaga, pemda, nakes, TNI/Polri dan swasta, ini penting sekali,” kata Jokowi.

Baca Juga  Gedung Dekat Kampus Changsha Medical di China Runtuh, Korban Belum Diketahui

Fenomena resesi seks yang menimpa China dan Jepang ditandai dengan angka kelahiran yang terus menurun. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena tersebut, salah satunya karena masyarakat yang tidak mau menikah, bercinta dan memiliki keturunan.

Data terkini yang dirilis pada minggu lalu menunjukkan bahwa tingkat populasi China turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam dekade.

Jumlah populasi di negara Tirai Bambu tersebut mengalami penurunan sebanyak 850.000 jiwa pada 2022 ke angka 1,41 miliar.

Sosiolog dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Anis Farida mengatakan berdasarkan angka pertumbuhan penduduk yang tercatat saat ini, Indonesia belum mengalami fenomena resesi seks, yang menimpa kekuatan besar Asia seperti China, Jepang dan Korea Selatan sejak 2014 silam.

Ia memandang fenomena tersebut cukup mengejutkan terjadi di wilayah Asia mengingat penduduk di negara Asia yang memiliki kecenderungan untuk mengagungkan keturunan.

Fenomena semacam itu, ujar Anis, dapat terjadi di Indonesia seiring dengan berjalannya waktu. Menurutnya, generasi muda di usia yang sudah matang untuk menikah pada saat ini banyak yang cenderung untuk menunda pernikahan dan memiliki anak dengan alasan karir ataupun melanjutkan pendidikan.

“Itu menjadi salah satu pertimbangan yang kemudian nantinya akan muncul keengganan untuk menikah atau bahkan tidak punya anak, apalagi dengan fenomena yang terjadi di sekitar kita saat ini, betapa juga pemenuhan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan yang lain sedang tidak mudah sehingga orang juga berpikir bagaimana membentuk keluarga karena punya tanggung jawab yang berat,” ungkapnya kepada VOA.

Anis juga melihat bahwa faktor ekonomi memiliki peran besar dalam menyebabkan terjadinya resesi seks di berbagai negara-negara tetangga tersebut. Banyak dari penduduk yang berpikir bahwa membentuk sebuah keluarga dengan memiliki keturunan memiliki sebuah beban yang berat.

Baca Juga  6 Pengalaman Unik di Jepang yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup

“Kalau waktu itu tahun 2014 yang mencuat adalah persoalan beban untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang diri saja bukan sesuatu yang mudah. Sehingga ketika membentuk sebuah keluarga tentu ada tanggung jawab yang lebih besar. tidak sekedar cukup makan, tapi juga pendidikan kepada anak di masa depan. Manakala suami istri ini juga bekerja maka butuh baby sitter juga yang menjaga, atau day care, dan hal lain yang tentunya cost-nya besar. Itu kalau yang ditemukan di negara-negara kawasan Asia seperti Jepang, Korea,” jelasnya.

Terlepas dari berbagai faktor penyebabnya, Anis menilai persoalan resesi seks tidak dapat dianggap sepele. Berbagai pihak terutama keluarga harus tetap mensosialisasikan mengenai pentingnya memiliki keturunan melalui sebuah lembaga perkawinan.

“Ini adalah sebuah case yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Pada kelas menengah tertentu sudah ada tren, bahwa anak-anak mereka lebih fokus kepada masa depan yang mana mungkin saja pertimbangannya tidak sekedar karir, tapi juga tahu betapa kemudian membangun sebuah keluarga ini tidak cukup dengan cinta dan kemudian butuh ekonomi maupun hal lain yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Meski begitu, ia memprediksi bahwa Indonesia masih jauh dari resesi seks. Karena Indonesia sendiri dilaporkan masih akan menerima bonus demografi hingga tahun 2045.

“Artinya pada tahun itu kita masih belum ada problem dengan resesi seks ini. tapi kalau kita berhitung mereka yang saat ini berusia 20-an dan kemudian 20 tahun mendatang dan kalau punya komitmen tidak atau mengurangi untuk tidak menikah bahkan tidak punya anak, pasti akan mengalami penurunan terkait bagaimana kualitas SDM dan jumlah SDM yang ada,” pungkasnya. [gi/rs/VOA INDONESIA]

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
AS China Indonesia Jepang pertumbuhan penduduk resesi seks

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

Didik Rachbini Ingatkan Pemerintah Perkuat Perdagangan dengan Jepang di Tengah Persaingan Global

30 Maret 2026
Ilustrasi investasi emas (foto: istimewa)

Blogger di China Sulap Ratusan Ribu Kartu SIM Bekas Jadi Emas Bernilai Rp260 Juta, Beneran?

10 Februari 2026
Ilustrasi interaksi manusia dengan artificial intelligence (foto: cottonbro studio, pexels)

China Perketat Aturan AI Emosional, Layanan Simulasi Kepribadian Manusia Diawasi Ketat

28 Desember 2025
Shigeru Ishiba

Mantan PM Jepang Ishiba: Kepemilikan Senjata Nuklir Tidak Menguntungkan 

21 Desember 2025
Tangkapan layar peta gempa di Jepang (sumber: japanquakemap.com)

Jepang Keluarkan Peringatan Langka: Potensi Gempa Magnitudo 8 Meningkat Usai Guncangan 7,6

11 Desember 2025
Peta gempa bumi di lepas pantai timur Prefektur Aomori (sumber: Japan Meteorological Agency)

Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang Timur Laut: Ribuan Warga Siap Mengungsi, Puluhan Terluka

9 Desember 2025
Sanae Takaichi (sumber foto: instagram @takaichi_sanae)

Sanae Takaichi Menghitung Waktu jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Partai LDP Jepang

6 Oktober 2025
Tangkapan layar Forza Horizon 6 official teaser trailer Tokyo Game Show 2025

Forza Horizon 6 Resmi Umumkan Lokasi di Jepang, Rilis 2026 tapi PS5 Kena Delay

25 September 2025
PM Jepang Shigeru Ishiba saat resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Foto ini diupload di akun instagramnya @ishibashigeru)

Suksesi PM Jepang: Toshimitsu Motegi Maju, Bersaing dengan Sanae Takaichi dan Shinjiro Koizumi yang Jadi Kandidat Kuat

9 September 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.