Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia
  • Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru
  • Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Abrakadabra! 

Abrakadabra! 

Esai Oryza A. Wirawan31 Oktober 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Mereka berkumpul pada suatu malam untuk mengharamkan sebuah program pencarian bakat para magician, para pesulap, di layar televisi. Para pesulap itu melakukan hal-hal di luar kemampuan manusia umum, yang tentu saja, patut dicurigai mengandung sihir.

Sihir. Magik. Saya khawatir orang-orang tak mampu membedakannya. Sihir selalu mengandung magis. Namun tak selamanya daya magis adalah sihir.

Saya lalu teringat Cutter, seseorang yang bertahun-tahun mendampingi ilusionis Robert Angier. Dari Cutter dan Angier, saya menyadari: yang magis mungkin mempesona, namun, sains punya potensi lebih berbahaya.

Dari mereka berdua, saya tahu, bagaimana magik memang tak ada urusannya secara langsung dengan hal-hal yang bajik. Namun, magik yang dipanggungkan dari teater ke teater, ditonton ratusan atau ribuan orang tiap malam, tak lantas membahayakan moral.

“Mereka pesulap, Tuan. Mereka hidup dari rekayasa kenyataan hidup sehari-hari untuk menghibur, memukau,” kata Cutter.

Pertunjukan magik selalu mengikuti tiga babak sebagai prosedur baku: the pledge, saat sang pesulap memperkenalkan apa yang hendak dilakukannya; the turn, saat ia menghilangkan benda. Namun menghilangkan benda tidaklah cukup, jika ia tak mampu mengembalikannya. Dan inilah puncak itu, the prestige, saat sang pesulap mengembalikan benda yang hilang dengan dramatis.

Saya tidak tahu, apakah mereka yang mengharamkan tontonan pencarian bakat pesulap pernah menonton film The Prestige. Film itu menunjukkan, bagaimana semua yang tampaknya seram, tak rasional, dan mungkin memukau, bisa dijelaskan. Tanpa kemenyan. Tanpa mantra. Magik, sulap, adalah urusan tipuan mata. Tak lebih.

Oryza A. Wirawan
Oryza A. Wirawan
Jurnalis, pegiat literasi Jember Jawa Timur

Ketakjuban kita kepada sesuatu yang ganjil di atas panggung sulap adalah konsekuensi yang bukannya tak disengaja dari ketidak-kritisan kita. Kita datang ke sebuah pertunjukan dengan itikad menyerahkan diri untuk dihibur, untuk ditipu, tanpa mau repot-repot mempertanyakan bagaimana itu bisa terjadi. Misteri dan teka-teki yang mengundang rasa ingin tahu, sangat menggairahkan. Kita bertanya-tanya tanpa berniat serius membongkar rahasia di baliknya, karena jika demikian, yang magis lagi tak menggetarkan.

Namun, misteri sesuatu yang magis tak abadi. Pergerakan sainslah yang abadi. Dari abad ke abad, para pesulap mencari berbagai trik baru, tipuan yang menghibur, namun tak pernah bisa lepas dari tiga tahap yang diterangkan Cutter.

Baca Juga  Harry Houdini, Ikon Sulap Dunia yang Gemar Menantang Polisi

Tidak demikian halnya dengan sains, yang bergerak liar, kadang melampaui imajinasi manusia yang paling banal sekalipun. Orang boleh bermimpi para majisian melenyapkan seorang gadis dari teater, atau menyabetkan pedang ke dalam sebuah kotak berisi manusia tanpa ada luka. Namun, manusia pertama yang berjalan di bulan bukanlah seorang pesulap yang berjubah hitam dan membawa tongkat sembari bilang ‘simbasalabim’.

8 Februari 1899. Robert Angier berjalan menembus salju di Colorado, Amerika Serikat. Dari malam ke malam, dengan nama panggung Great Danton, ia memukau banyak orang dengan pertunjukan sulapnya: the transported man, pria yang berpindah dengan cepat dari satu kotak tertutup ke kotak tertutup yang lain tanpa terlihat bergerak. Namun itu semua tak cukup. Ia butuh lebih. Sesuatu yang meyakinkan. Sesuatu yang ilmiah, dan seorang saintis bernama Nikola Tesla yang bisa menolongnya.

Di dunia nyata, Tesla adalah perintis elektromekanik dan daya listrik. Ia mendemonstrasikan listrik tanpa kabel pada 1893, dan mengumumkan revolusi industri kedua.

Dalam film The Prestige, Angier meminta Tesla membuat sebuah mesin yang memungkinkannya berpindah tempat dengan lekas.

Tesla berhasil membuat mesin tersebut. Namun, ia berpesan kepada Angier: “hancurkan mesin itu. Tenggelamkan. Lupakan.” Tesla seakan menyadari, tak ada yang tak mungkin dalam sains, termasuk menumbuhkan ambisi yang sesat.

Angier menampik saran Tesla. Mesin itu bekerja baik. Dengan bantuan mesin Tesla, Angier membelah dirinya menjadi dua kembar yang identik, yang memungkinkan dirinya melakukan tipuan berpindah dari satu kotak ke kotak lain dengan kecepatan cahaya. Setiap malam tepuk sorak diterimanya. Setiap malam pula, ia harus membunuh saudara kembarnya yang dicetak dari rahim mesin itu: kemasyhuran tak membutuhkan dua nama.

Kecemasan Cutter terbukti: sulap mungkin mempesona. Namun, sains lebih berbahaya. Ia memutuskan pisah jalan dengan Angier, karena pada suatu titik mesin Tesla tak hanya membuat kembaran bagi Angier, tapi juga memisahkan seorang ayah dengan seorang anak. Adalah sahabat yang akhirnya menjadi pesaing berat Angier di panggung, Alfred Borden, yang harus dihukum gantung setelah didakwa membunuh Angier. Orang-orang tidak tahu, Borden membunuh kembaran Angier, bukan membunuh Angier sendiri.

Baca Juga  Harry Houdini, Ikon Sulap Dunia yang Gemar Menantang Polisi

Perpaduan sains dan ambisi yang dicapai Robert Angier sehingga membuat Borden mati di tiang gantungan, memudarkan apa yang menjadi semangat sulap para majisian sejak awal: menghibur. Sebuah penghiburan membuat hidup kita tetap manusiawi, dan optimistis.

Di dunia nyata, Tesla adalah perintis elektromekanik dan daya listrik. Ia mendemonstrasikan listrik tanpa kabel pada 1893, dan mengumumkan revolusi industri kedua.

Saya khawatir, orang melupakan semangat awal para pesulap. Semangat awal ini menjadi penting, karena ini akan membedakan apa yang dilakukan para majisian dengan katakanlah, seorang yang melemparkan ilmu pelet atau seorang anggota pasukan berani mati yang mendadak kebal, setelah minum air yang dirajah dengan kertas bertuliskan abjad Arab.

Semangat penghiburan dalam sebuah panggung majisian, jelas lebih manusiawi dan altruistik daripada seorang pasukan berani mati yang membuat dirinya kebal agar tak mudah ditikam lawan. Saya merasakan aroma pengabdian dan dedikasi untuk membuat orang lain bahagia pada kelompok pertama. Sementara, pada kategori kedua, saya mencium adanya ego dan ketakutan berlebihan. Pada kelompok yang kedua ini, hidup tak pernah rehat dari ancaman, dan sebuah ilmu, entah itu majis, sihir, atau keajaiban, hanya untuk dirinya sendiri.

Saya berharap, dalam suatu masa, suatu waktu, tak pernah ada keputusan hakim yang mengakhiri hidup Alfred Borden.

“Apa pesan terakhirmu?” tanya petugas eksekusi, sebelum Borden digantung.
Ada jeda. Hening. Dengan wajah dingin, Borden pun berkata: “Abrakadabra.”
Borden mati. Semangat penghiburan itu pada akhirnya mati bersamanya. (*)

* Artikel ini pernah tayang di beritajatim.com

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Hari Sulap Sedunia

Berita Lainnya

Harry Houdini, Ikon Sulap Dunia yang Gemar Menantang Polisi

31 Oktober 2021
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya

Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia

21 Juli 2026
Maxim menggelar Zumba Akbar di Taman Bungkul Surabaya pada 26 Juli 2026 dengan target 3.000 peserta, doorprize menarik, dan berbagai aktivitas seru.

Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru

21 Juli 2026
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meminta pejabat fungsional bekerja berintegritas dan berorientasi pada manfaat nyata agar masyarakat memperoleh pekerjaan layak.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

21 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.