Jakarta (pilar.id) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan arah pembangunan infrastruktur nasional tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga harus menghadirkan ekosistem yang asri sekaligus produktif bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke kawasan Ketapang Urban Aquaculture di Desa Ketapang, Kamis, AHY menekankan pentingnya integrasi antara penataan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga, khususnya komunitas nelayan.
Menurutnya, pembangunan kawasan tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata, melainkan harus mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Ia menyebut konsep ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Kawasan Ketapang Urban Aquaculture menjadi contoh konkret transformasi tersebut. Area seluas sekitar 14 hektare yang dikembangkan sejak 2019 hingga 2021 itu sebelumnya dikenal sebagai permukiman kumuh. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi lingkungan hunian yang lebih layak dengan kondisi yang tertata dan hijau, mencakup sekitar 127 rumah bagi keluarga nelayan.
AHY menilai perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis keluarga. Aktivitas perikanan yang dilakukan para nelayan kini dapat diperluas melalui pengolahan hasil tangkapan oleh anggota keluarga lainnya. Produk seperti bakso ikan, kerupuk udang, hingga otak-otak menjadi contoh nilai tambah yang dihasilkan dari ekosistem tersebut.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan siklus ekonomi yang lebih kuat di tingkat lokal, di mana aktivitas produksi tidak berhenti pada penangkapan atau budidaya, tetapi berlanjut hingga pengolahan dan pemasaran.
Lebih lanjut, AHY menyampaikan bahwa penataan kawasan permukiman nelayan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini sejalan dengan semangat Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Transformasi Ketapang menjadi model yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia, sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kawasan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga produktif secara ekonomi. (usm)










