Jakarta (pilar.id) – Frans Meroga Panggabean, Ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI), menganggap bahwa program makan siang dan susu gratis adalah hal yang layak dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025.
Menurut Panggabean, program ini sangat tepat dalam memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatkan gizi sejak usia dini. “Program ini sangat membantu mencegah stunting dengan meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (27/2/2024).
Panggabean menilai bahwa program ini memerlukan alokasi anggaran yang signifikan karena harus diterapkan secara nasional. Selain itu, pelaksanaan program makan siang dan susu gratis juga perlu dipantau agar tepat sasaran dan mencapai warga yang membutuhkan.
Karena itu, ia berpendapat bahwa program ini harus menjadi fokus utama bagi pasangan Prabowo-Gibran. Selain memberikan manfaat terhadap gizi anak-anak, program ini juga dianggap dapat meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Hal ini karena pemerintah berencana melibatkan UMKM dalam memenuhi kebutuhan makan siang dan susu gratis. “Pelaku UMKM dan Koperasi juga pastinya akan menikmati pemberdayaan ekonomi sampai ke tingkat desa,” tambahnya.
Panggabean berharap agar program ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat dan pihak terkait, demi kemajuan Sumber Daya Manusia di Indonesia. (hen/hdl)










