Surabaya (pilar.id) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Rini Indriyani, menyatakan peningkatan antusiasme dalam program beasiswa penghafal kitab suci di Kota Surabaya.
Sebanyak 4.396 siswa dari berbagai jenjang pendidikan berkompetisi untuk memperoleh beasiswa tersebut. Program ini bertujuan memberikan apresiasi kepada warga Surabaya yang memiliki kemampuan menghafal kitab suci dari enam agama yang diakui di Indonesia.
Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp3.908.000.000 untuk program beasiswa penghafal kitab suci tahun 2024. Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa jenjang TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs di Kota Pahlawan. Untuk tahun ini, terdapat kuota sebanyak 1.419 siswa.
Wali Kota Eri menyatakan bahwa program ini merupakan upaya untuk memperkuat perwujudan toleransi dan mendorong Surabaya menjadi Kota Layak Anak (KLA). Saat mengunjungi siswa di SMP 17 Agustus 1945 Surabaya pada Jumat (16/2/2024), Wali Kota Eri mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan antusiasme, dengan 4.396 siswa mendaftar untuk kuota 1.419 siswa.
“Setiap tahun, antusiasmenya semakin meningkat,” ujar Wali Kota Eri.
Dengan memberikan beasiswa penghafal kitab suci, Wali Kota Eri berharap anak-anak Surabaya dapat menjadi calon pemimpin di masa depan. Beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya.
“Kita akan terus menguatkan para siswa agar semangat dalam memahami agama mereka dan membangun Surabaya dengan menyiapkan pemimpin yang memiliki akhlakul karimah,” tegas Wali Kota Eri.
Peserta yang berhasil lolos seleksi akan menerima beasiswa dari Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Besaran beasiswa bervariasi, dimulai dari Rp100.000 untuk siswa jenjang TK/RA, hingga Rp500.000 untuk siswa SMP/MTs. Beasiswa akan diberikan selama 10 bulan, kecuali untuk siswa SMP kelas IX yang akan menerima selama 4 bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyatakan bahwa penyeleksi beasiswa berasal dari berbagai keyakinan. Program ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak di Surabaya dari segi aspek agama, tidak hanya melalui hafalan, tetapi juga pemahaman makna kitab suci.
“Antusiasme anak-anak perlu diapresiasi karena sejak kecil mereka sudah ditanamkan pendidikan karakter. Program ini mencakup aspek agama, akademik, bakat, dan talenta. Semua keyakinan didukung untuk meningkatkan kualitas demokrasi,” ungkap Yusuf.
Seleksi beasiswa penghafal kitab suci dilaksanakan selama tiga hari pada 15-17 Februari 2024. Penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pemahat kitab suci yang baik, tetapi juga pemimpin yang berkarakter bagi masa depan Kota Surabaya. (rio/hdl)










