Kebumen (pilar.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen bersama TNI/Polri dan relawan aktif menangani dampak angin kencang yang melanda Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 8 Maret 2024.
Sebanyak 162 titik bencana tercatat, termasuk pohon tumbang dan rumah rusak, tersebar di 21 kecamatan dan 67 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, menyampaikan bahwa sebagian besar titik bencana, terutama pohon tumbang yang menghalangi akses jalan, telah mendapat penanganan cepat.
Tim BPBD bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga setempat dalam membersihkan daerah terdampak.
“Gotong royong warga sangat membantu dalam mempercepat penanganan bencana. Penanganan cepat juga dilakukan terhadap pohon tumbang yang merusak rumah warga,” ujar Udy Cahyono dalam keterangannya, Minggu (10/3/2024).
Selain upaya penanganan, Pemerintah Daerah memberikan bantuan logistik kepada pemilik rumah yang rusak akibat angin kencang. Tim penanganan bencana dilengkapi dengan alat-alat seperti senso, golok, dan alat angkut untuk menangani pohon tumbang.
Wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Ambal dengan 13 desa dan 67 titik bencana pohon tumbang. Di Kecamatan Buluspesantren, terdapat 8 desa dan 21 titik bencana. Beberapa wilayah di Kota Kebumen juga terkena dampak angin kencang, namun sudah tertangani dengan baik.
Udy Cahyono menyebutkan bahwa semua stakeholder terlibat dalam penanganan bencana, termasuk Koramil dan Polsek untuk wilayah terdampak. Personel gabungan yang terlibat mencapai 1.195 orang, termasuk Damkar di 4 Pos dan berbagai dinas terkait.
Pohon tumbang juga menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik PLN, mengakibatkan pemadaman di beberapa wilayah. Meskipun tim bekerja dengan keterbatasan, Udy Cahyono meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya seperti longsor dan banjir.
Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah yang rentan muncul selama musim penghujan. Pemerintah daerah akan melakukan upaya pencegahan, termasuk penyemprotan (fogging) dan menghimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berharap agar Kebumen tetap aman dan waspada di tengah cuaca ekstrem ini,” tutupnya. (riq/hdl)










