London (pilar.id) – Arsenal menghadapi ujian berat. Jelang bertandang ke Stadion Villa Park pada akhir pekan, dua pemain kuncinya, Riccardo Calafiori dan Martin Zubimendi, malah berada di ambang sanksi akumulasi kartu.
Situasi ini muncul di tengah persaingan ketat papan atas Premier League yang semakin memanas.
Kemenangan 2-0 Arsenal atas Brentford pada tengah pekan membuat klub London Utara kembali unggul lima poin di puncak klasemen. Namun, kemenangan dramatis Aston Villa atas Brighton menempatkan tim asuhan Unai Emery di posisi ketiga dan hanya terpaut enam poin dari Arsenal, sehingga duel ini berpotensi krusial bagi peta persaingan juara.
Calafiori telah menerima empat kartu kuning musim ini, sedangkan Zubimendi mencatat tiga kartu. Berdasarkan regulasi Premier League, pemain yang mengoleksi lima kartu kuning dalam 19 pertandingan pertama akan dijatuhi larangan satu laga.
Jika mencapai 10 kartu hingga matchweek ke-32, sanksi bertambah menjadi dua pertandingan. Adapun kartu yang diterima di kompetisi liga tidak mempengaruhi keikutsertaan di turnamen domestik lain seperti Carabao Cup.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berada dalam dilema karena kehilangan salah satu dari dua pemain tersebut pada periode padat Desember dapat memengaruhi konsistensi tim. Calafiori dan Zubimendi masih harus menjaga catatan disiplin hingga akhir tahun, bertepatan dengan laga putaran kedua melawan Aston Villa pada 30 Desember.
Sementara itu, Jurrien Timber dan Viktor Gyokeres baru mengoleksi dua kartu kuning, sedangkan Cristhian Mosquera, Declan Rice, Piero Hincapie, David Raya, dan Gabriel Magalhaes masing-masing hanya menerima satu kartu sejauh ini.
Arsenal memasuki rangkaian pertandingan berat, termasuk lawatan ke markas Club Brugge di Liga Champions, duel kontra Wolves, pertarungan dengan Everton, hingga perempat final Carabao Cup melawan Crystal Palace. Selain itu, Brighton dan Aston Villa kembali menghadang pada penghujung Desember.
Arteta menyampaikan pandangannya terkait jadwal padat tersebut. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan liga perlu mempertimbangkan penyesuaian kalender untuk menjaga kondisi pemain, terutama bagi klub yang juga bersaing di kompetisi Eropa. Menurutnya, frekuensi pertandingan saat ini meningkat signifikan dan menuntut perhatian lebih terhadap kebugaran pemain.
Dengan situasi disiplin yang ketat dan jadwal kompetitif yang menumpuk, Arsenal harus mengelola skuad secara cermat agar tetap stabil dalam persaingan menuju gelar Premier League. (wid)










