Hong Kong (pilar.id) – Tim Schnappi Krokodil dari China berhasil meraih gelar juara di Asian Rapid Chess Team Championship yang diselenggarakan di Hong Kong. Turnamen ini diikuti lebih dari 200 pemain dari 20 wilayah dan 34 tim, dan diselenggarakan oleh Hong Kong Chess Federation, Asian Chess Federation, serta FIDE.
Tim Schnappi Krokodil, yang terdiri dari Xu Xiangyu, Bai Jinshi, Li Di, Zhao Yuanhe, Zhao Shengxin, Mao Yingzhou, dan Du Yuxin, tampil gemilang dan membawa pulang hadiah utama sebesar 100 ribu Dollar Hong-Kong. Mereka sukses mengalahkan tim-tim kuat dari Indonesia, Rusia, dan negara-negara Asia lainnya.
Posisi kedua diraih oleh tim Indonesia, Jabar Juara, sementara tempat ketiga diraih oleh The Formula of Chess dari Rusia. Tim Shanghai Chess and Card Sports Management Center, yang diwakili oleh Ju Wenjun, juara empat kali Women’s World Chess Championship, dan Ni Hua, mantan juara dunia, berada di posisi keempat.
Tim Asia baru, Red Pseudodragon, yang beranggotakan pemain dari Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Thailand, berhasil menempati posisi kelima setelah pertandingan yang ketat.
Turnamen ini menyaksikan persaingan ketat dengan lebih dari 50 pemain bergelar FIDE. Dalam kategori U1800, tim Sky yang beranggotakan pemain dari Hong Kong dan Tiongkok daratan berhasil meraih kemenangan. Sementara itu, talenta muda catur Hong Kong seperti Lam Chun Yung Samuel, Fan Wenxi, dan Poon Pak Yu, berhasil memenangkan penghargaan individu.
Dengan total hadiah 30 ribu Dollar AS dan partisipasi pemain top dari seluruh Asia, Asian Rapid Chess Team Championship semakin memperkuat posisinya sebagai turnamen catur penting di kawasan ini. Keberhasilan China kembali menunjukkan dominasinya di panggung catur internasional.
Selain kompetisi, turnamen ini juga mengadakan kegiatan edukatif, seperti lokakarya catur yang bekerja sama dengan Heep Hong Society dan Hong Kong Academy for Gifted Education. Para peserta, termasuk siswa muda, diberi kesempatan untuk belajar langsung dari para instruktur ahli.
Acara ini juga menampilkan sesi “World Champion Meet and Greet” dengan mantan juara dunia asal China, Ni Hua, di mana peserta dapat berinteraksi dan bermain melawan master catur tersebut. (hdl)










