Surabaya (pilar.id) – Menjalani peran ganda sebagai akademisi dan pelaku usaha menjadi pilihan strategis bagi Daruti Dinda Nindarwi SPi MP, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR). Langkah ini dijalankan sebagai wujud nyata penerapan ilmu akuakultur yang diperolehnya sejak bangku kuliah. Saat ini, ia aktif sebagai dosen program studi akuakultur FPK UNAIR sekaligus pendiri perusahaan nasional yang bergerak di sektor budidaya perikanan.
Dinda memulai karier dengan bekerja di sejumlah perusahaan untuk memperkuat pengalaman dan membangun jejaring di bidang perikanan. Ia meyakini bahwa sektor akuakultur memiliki potensi ekonomi jangka panjang, sekaligus menjadi peluang bagi generasi muda untuk terjun ke industri yang masih terbuka lebar bagi para pemula.
Mendirikan Perusahaan Budidaya Perikanan
Setelah mengumpulkan pengalaman, Dinda mendirikan perusahaan budidaya perikanan. Tantangan terbesar datang dari sisi internal, seperti disiplin diri dan kemampuan memimpin, serta tantangan eksternal berupa kondisi lapangan yang dinamis, mulai dari cuaca, musim, sumber daya manusia, hingga faktor sosial.
Seiring waktu, perusahaan yang awalnya hanya memiliki satu lokasi dengan sepuluh karyawan berkembang pesat. Saat ini, perusahaan telah beroperasi di empat lokasi dengan total 98 karyawan, mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen yang adaptif terhadap kompleksitas industri akuakultur.
Pengalaman dan Pesan untuk Mahasiswa
Sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha, Dinda menekankan pentingnya pengalaman praktis dan keterlibatan langsung di industri sejak masa kuliah. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang di sektor perikanan Indonesia yang kaya potensi, namun masih minim digarap putra bangsa.
Ia juga menekankan nilai kesabaran, keberanian mengambil risiko, dan kesiapan menghadapi kegagalan sebagai kunci meraih kesuksesan. Menurutnya, pengalaman dan ketekunan menjadi fondasi utama dalam membangun karier maupun bisnis yang berkelanjutan.
Menggabungkan Ilmu dan Praktik Bisnis
Dinda menjadi contoh nyata penggabungan ilmu akademik dengan praktik bisnis. Langkah ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi di bidang akuakultur dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan usaha yang inovatif, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan sektor perikanan nasional. (ret)









