Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Deklarasi Pemimpin G20: Kurang Sempurna Tanpa Kehadiran Delegasi Rusia

Deklarasi Pemimpin G20: Kurang Sempurna Tanpa Kehadiran Delegasi Rusia

Internasional Dina Prihatini21 November 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

VOA (pilar.id) — Pengamat hubungan internasional dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Agus Haryanto tidak memberi nilai penuh untuk prestasi Indonesia dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Dengan segala keterbatasan dan situasi politik global, saya kira yang dilakukan pemerintah kita, ya saya anggap berhasil. Kalau nilai dari satu sampai 10, ya delapan setengah,” kata Agus ketika berbicara kepada VOA.

Yang membuat angkanya tidak utuh sepuluh, menurut Agus, adalah karena perwakilan Rusia, dalam hal ini Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, yang tidak hadir ketika deklarasi pemimpin G20 dibacakan.
“Saya kira, orang menunggu-nunggu dengan kemampuan kita, bisa enggak membujuk Rusia untuk ikut di dalam kesepakatan di G20 sampai akhir. Walaupun mungkin dia tidak sepakat terhadap konsensus yang keluar di G20, tapi paling enggak dia ikut mendengarkan,” tambah Agus.

“Kalau itu terjadi, saya kira akan menjadi capaian yang luar biasa. Paling enggak Rusia mau mendengarkan apa yang disepakati para pemimpin dunia di G20,” ujarnya lagi.

Ketika Presiden Joko Widodo menutup dan membacakan Bali G20 Leaders Declaration, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memang telah meninggalkan Bali.

Beberapa jam sebelumnya, terjadi insiden jatuhnya rudal di Polandia, yang menghembuskan peran Rusia dalam peristiwa itu. Pimpinan G7 dan NATO sempat menggelar pertemuan darurat menyikapi insiden tersebut.

Belakangan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan sejumlah pemimpin G7 lainnya, menafikan peran Rusia dalam insiden tersebut. Namun, situasi sudah terlanjur memanas, dan diyakini semakin mendorong Rusia untuk menarik diri dari forum G20 sebelum rangkaian pertemuan selesai.

Baca Juga  Kabid Humas Polda Jateng Benarkan Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Indonesia, kata Agus, dapat mengusulkan suatu pernyataan yang sifatnya lebih netral. Salah satunya adalah dengan menghindari penyebutan Rusia atau Ukraina dalam setiap pernyataan itu. Memilih frasa mengutuk perang, katanya, tentu berbeda tekanannya dengan mengutuk perang di Ukraina. Meskipun, menurut pandangan Agus, pilihan kata ini juga berisiko karena harus tetap mempertimbangkan reaksi pemimpin negara lain, seperti AS misalnya.

Namun, apapun yang sudah terjadi, menurut Agus, Indonesia sudah cukup berhasil memimpin G20 sepanjang 2022.

“Sejauh pengamatan saya, Pak Jokowi berhasil untuk mengingatkan para pemimpin dunia bahwa pertemuan G20 itu tidak sekedar pertemuan seremonial. Dengan penandatanganan deklarasi, Pak Jokowi berhasil membawa pertemuan tersebut lebih maju dari pertemuan sebelumnya, dan melakukan sesuatu yang lebih konkrit untuk dunia,” ujar Agus.

Cukup Berhasil

Sementara, pengamat hubungan internasional dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Marten Hanura, menilai dari sisi penyelenggaraan, sebagai tuan rumah Indonesia cukup berhasil.

“Tetapi yang perlu diperhatikan lagi, adalah impactnya untuk masyarakat. Terutama masyarakat bawah, dari hasil G20 ini apakah bisa berdampak nantinya,” kata Marten kepada VOA.

KTT G20, kata Marten, banyak menghasilkan komitmen kerja sama. Sebut saja, pandemic fund, komitmen transisi energi untuk kebijakan yang lebih ramah lingkungan, hingga ekonomi digital. Semua itu, ujarnya, harus dipastikan ke depannya betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Misalnya kalau kita berbicara mengenai transformasi digital, apakah UMKM, pebisnis kecil, masyarakat bawah itu dengan baik bisa memanfaatkan transformasi digital untuk bisa mengembangkan usahanya? itu yang perlu kita kawal,” tambah Marten.

Baca Juga  Meski Harga BBM Naik, Disperindag Banyumas Pastikan Kebutuhan Pokok Masyarakat Stabil

Sepanjang Presidensi G20 di 2022, Indonesia menampilkan kepiawaian diplomasi yang tidak perlu diragukan. Keraguan banyak pihak terkait deklarasi akhir, yang kemudian dijawab dengan Bali G20 Leaders Declaration, kata Marten adalah pencapaian yang tidak terduga.

“Kita bisa meyakinkan ke banyak negara, bahwa posisi Indonesia sendiri tidak memiliki kepentingan apapun dan berusaha untuk menggolkan tujuan yang ingin dicapai untuk kepentingan global internasional,” tambah Marten.

Dalam posisi semacam ini, katanya, selain kepiawaian diplomasi, faktor kepercayaan dari negara-negara G20 terhadap Indonesia, juga menjadi penentu.

Rusia termasuk negara yang memberikan kepercayaan cukup besar kepada Indonesia. Kehadiran delegasi mereka, di tengah potensi perlakuan mayoritas negara anggota G20 yang menyudutkannya, menjadi bukti sikap Moskow itu. Di sisi lain, fakta bahwa persoalan geopolitik — terutama perang Rusia-Ukraina — cukup dominan mewarnai KTT G20, nampaknya memang tidak bisa dihindari.

Para pemimpin dunia sadar bahwa situasi geopolitik menentukan kestabilan ekonomi. Karena itulah, sepanjang penyelenggaraan G20, perang menjadi bahan perdebatan karena dinilai merusak ekonomi dunia itu sendiri.

“Sehingga, kalau kita melihat isi deklarasi itu juga menyinggung persoalan geopolitik, pertahanan, keamanan, saya kira itu sah saja. Karena secara tidak langsung, hal-hal yang berkaitan dengan geopolitik dan pertahanan, keamanan, itu juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” tandas Marten. (voaindonesia)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Agus Haryanto Jawa Tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Pengamat hubungan internasional dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Berita Lainnya

Halaman depan website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Tengah

Pendaftaran SPMB 2025 SMA Jawa Tengah: Simak Alur Lengkap, Jadwal, dan Syaratnya

25 Mei 2025
Direktur Sinarmas Sekuritas, Julius Sanjaya (tengah batik hijau) dan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU,. di momen peresmian galeri investasi di Unsoed.

SimInvest Resmikan Galeri Investasi di Unsoed Purwokerto

27 September 2023

Wagub Jateng: Animo Pemudik Melalui Jalur Laut Tinggi

27 April 2023

Penduduknya Orang-orang Kaya? 5 Kota di Jawa Tengah Ini paling Sedikit Terima Bansos PKH

24 April 2023

5 Gunung untuk Pendaki Pemula yang Ada di Jawa Tengah Referensi Libur Lebaran

22 April 2023

5 Provinsi dengan Panen Padi Terbesar di Indonesia, Jateng Kalah dari Jabar dan Jatim, Cek Jumlahnya!

22 April 2023

Daftar 5 Gunung dengan Tinggi yang Sedang di Jawa Tengah, Cocok untuk Pendaki Pemula pada Libur Lebaran

21 April 2023

5 Kota paling Sepi di Jawa Tengah, Adem Ayem Bisa jadi Rekomendasi Tempat Tinggal Idaman

21 April 2023
pertanian di Indonesia

5 Kota dengan Penduduk Terpadat di Jawa Tengah, Peringkat 2 dari Kabupaten Terluas di Provinsinya Ganjar Pranowo

20 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.