Surabaya (pilar.id) – Sejumlah 13 mahasiswa dari Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) baru saja menyelesaikan program pertukaran di Asia University, Taiwan, yang berlangsung pada 3-8 Desember 2023.
Program ini menjadi hasil kerja sama antara FPsi UNAIR dan Asia University, dengan Prof Dr Suryanto, MSi, Psikolog, sebagai dosen pendamping.
Syanika, perwakilan mahasiswa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif fakultas dalam kerja sama dengan Departemen Psikologi Asia University. “Fakultas telah bekerja sama dengan Departemen Psikologi Asia University,” kata Syanika pada Selasa (12/12/2023).
Selama di sana, delegasi FPsi UNAIR memfokuskan pembelajaran pada masalah pekerja imigran Indonesia di Taiwan.
Mereka mempelajari bagaimana pemerintah Taiwan membantu organisasi-organisasi yang mendukung para imigran.
“Kami memahami bagaimana pemerintah membantu organisasi-organisasi imigran. Juga, kegiatan apa yang biasanya mereka lakukan, seperti pada acara Agustusan,” terang Syanika.
Problem-problem yang dihadapi pekerja imigran Indonesia di luar negeri sering kali terabaikan.
Materi ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya regulasi dan bantuan pemerintah Indonesia dalam menangani masalah imigran.
“Materi ini benar-benar membuka pandanganku dan membuat saya menyadari pentingnya organisasi yang membantu imigran, terutama saat mereka menghadapi masalah,” jelasnya.
Selain masalah imigran, delegasi FPsi UNAIR juga terlibat dalam kegiatan lain, seperti sit in class dan seminar. Dalam presentasi mereka, mahasiswa membahas topik generative artificial intelligence (AI) dan berdiskusi dengan mahasiswa Asia University.
“Pihak kami dan Asia University saling bertukar ide mengenai topik tersebut melalui presentasi. Mahasiswa UNAIR dan mahasiswa Asia University berada dalam satu kelas,” ujarnya.
Selain sit in class, delegasi FPsi UNAIR juga mengikuti seminar yang melibatkan Dekan dan Wakil Dekan III FaPsi UNAIR, Prof Suryanto dan Endang Retno Surjaningrum, MAppPsych, PhD, Psikolog. Keduanya membawakan materi Problematic of Cross-Cultural Research in Psychology dan Delphi Method in Psychology.
Delegasi FPsi UNAIR juga mendapat kesempatan untuk mengikuti campus tour di Asia University, yang bertujuan mengenalkan setiap bagian dari kampus tersebut kepada mahasiswa UNAIR.
Program pertukaran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat dalam hal peningkatan pengetahuan, tetapi juga dalam memperluas jaringan dan keterampilan sosial.
Syanika berharap manfaat dari program ini dapat terserap dengan sebaik-baiknya dan berharap agar kerja sama internasional antara FPsi UNAIR dengan perguruan tinggi lain dapat terus berkembang melibatkan mahasiswa.
“Harapannya, aku bisa terus menambah relasi, tidak hanya dengan Taiwan tetapi juga dengan negara lain. Semoga ke depannya ada kolaborasi kegiatan lagi dengan acara-acara yang lebih seru,” tutupnya. (ipl/hdl)










