Jakarta (pilar.id) – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya terkait isu perubahan iklim yang menjadi perhatian global.
Menurut Eddy, pidato tersebut memperlihatkan komitmen kuat Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam isu iklim dunia (climate leader) serta membangun kesadaran bersama di antara para pemimpin global bahwa ancaman perubahan iklim tidak dapat diatasi secara parsial.
“Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi wake-up call bagi para pemimpin dunia untuk berkolaborasi mencegah dampak perubahan iklim. Upaya ini harus dilakukan secara setara, berkeadilan, dan tanpa dominasi dari negara mana pun,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis.
Respons Terhadap Pandangan Trump
Eddy juga menyoroti keberanian Presiden Prabowo dalam merespons langsung pidato kontroversial Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut perubahan iklim sebagai hoaks atau scam.
“Setelah Presiden Trump menyampaikan bahwa climate change adalah hoaks, Presiden Prabowo justru menegaskan bahwa Indonesia telah merasakan dampak langsungnya, seperti kenaikan permukaan air laut di Jakarta,” ungkap Eddy.
Menurut politisi yang juga merupakan doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia ini, sikap tegas Prabowo menunjukkan kesiapan Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam agenda iklim global.
“Pesan kuat dari Presiden adalah bahwa menghadapi perubahan iklim bukan cukup dengan slogan, melainkan dengan aksi nyata. Bahkan beliau menyatakan Indonesia akan berupaya mencapai target net zero emissions lebih cepat dari 2060,” lanjutnya.
Dukungan Legislasi dan Energi Hijau
Sebagai pimpinan MPR yang selama ini aktif mengadvokasi isu lingkungan dan energi terbarukan, Eddy menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pemerintah dalam mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami di MPR mendukung penuh transisi dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau berkualitas bagi masyarakat lokal,” ucapnya.
Eddy juga menegaskan komitmen legislator PAN dalam memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim (RUU PPI) di DPR RI.
“Alhamdulillah, berdasarkan rapat paripurna terakhir, RUU PPI telah resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas untuk tahun 2026. Kami berharap RUU ini akan menjadi bagian dari kebijakan besar Presiden Prabowo dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim,” tutup Eddy. (ret)










