Liverpool (pilar.id) – Masa depan Tyrique George kembali menjadi sorotan menjelang dibukanya fase penting bursa transfer musim panas 2026. Winger muda milik Chelsea itu belum memiliki kepastian terkait klub yang akan dibelanya musim depan, sementara Everton dan Newcastle United dikabarkan mulai terlibat dalam persaingan untuk mendapatkan jasanya.
Everton sebelumnya berhasil mengamankan jasa George dengan status pinjaman pada detik-detik akhir bursa transfer musim dingin lalu. Namun, perjalanan pemain berusia 20 tahun tersebut di Goodison Park tidak berjalan sesuai harapan. Sepanjang paruh kedua musim, George kesulitan mendapatkan menit bermain reguler dan hanya sekali tampil sebagai starter di Liga Inggris, ditambah 10 penampilan sebagai pemain pengganti.
Situasi tersebut membuat manajemen Everton harus mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen yang nilainya mencapai 22 juta poundsterling. Klub Merseyside itu dilaporkan memiliki waktu hingga akhir Juni untuk mengambil keputusan, tetapi muncul indikasi bahwa mereka menilai harga tersebut terlalu tinggi.
Laporan yang beredar menyebutkan Everton lebih memilih membuka negosiasi baru dengan Chelsea guna mendapatkan harga yang lebih rendah. Namun, langkah tersebut belum tentu mendapat respons positif dari kubu Stamford Bridge. Chelsea diyakini tidak memiliki urgensi untuk menurunkan harga karena masih melihat potensi pasar yang cukup besar bagi pemain muda tersebut.
Kondisi kontrak George yang tersisa satu tahun memang membuat Chelsea berada dalam posisi yang harus segera menentukan masa depannya. Meski demikian, The Blues disebut lebih tertarik membuka peluang persaingan antar klub peminat dibanding langsung memberikan diskon kepada Everton.
Di tengah ketidakpastian itu, Newcastle United muncul sebagai peminat baru. Klub yang bermarkas di St James’ Park tersebut dikabarkan terus memantau perkembangan negosiasi antara Everton dan Chelsea. Ketertarikan Newcastle tidak lepas dari kebutuhan mereka mencari opsi baru di sektor sayap setelah Anthony Gordon resmi hengkang menuju Barcelona.
Bagi Newcastle, George dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menarik. Selain berstatus pemain muda potensial asal Inggris, nilai transfernya masih tergolong terjangkau dibandingkan dana besar yang diterima klub dari penjualan Gordon.
Meski demikian, muncul pertanyaan mengenai langkah terbaik bagi George dalam tahap penting kariernya. Sepanjang karier seniornya di Liga Inggris, ia baru mengoleksi 23 pertandingan dengan total waktu bermain sekitar 531 menit. Statistik tersebut menunjukkan bahwa sang pemain masih membutuhkan kesempatan tampil secara konsisten untuk mempercepat perkembangan permainannya.
Di sisi lain, sebagian pendukung Chelsea masih berharap klub mempertahankan George. Penampilannya bersama tim utama dinilai cukup menjanjikan dengan kontribusi enam gol dan enam assist dari 37 penampilan di berbagai kompetisi. Namun, faktor regulasi keuangan Liga Inggris dan UEFA dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi Chelsea untuk melepas aset akademinya demi menyeimbangkan neraca klub.
Keputusan akhir kini berada di tangan semua pihak yang terlibat. Everton harus menentukan apakah bersedia memenuhi tuntutan harga Chelsea, sementara Newcastle berpeluang masuk sebagai pesaing serius. Bagi Tyrique George sendiri, pilihan klub yang mampu menjamin waktu bermain reguler kemungkinan akan menjadi faktor paling menentukan dibanding sekadar bergabung dengan tim yang memiliki nama besar.
Dengan usia yang masih sangat muda dan potensi yang terus berkembang, bursa transfer musim panas 2026 diperkirakan akan menjadi momen krusial yang menentukan arah karier salah satu talenta muda Inggris tersebut. (mad/hdl)










