Summary Point
- Pencarian korban longsor di Cisarua memasuki hari ketiga.
- Tim DVI Polda Jabar menerima total 39 kantong jenazah.
- Sebanyak 14 kantong jenazah dievakuasi pada hari ketiga pencarian.
- Proses identifikasi masih berlangsung, termasuk melalui pemeriksaan DNA.
- Operasi melibatkan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.
Bandung Barat (pilar.id) – Proses pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026). Hingga penutupan pencarian hari tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima puluhan kantong jenazah hasil evakuasi dari lokasi bencana.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa pada hari ketiga pencarian, petugas kembali mengevakuasi 14 kantong jenazah dari area longsoran. Dengan tambahan tersebut, total kantong jenazah yang diterima tim DVI hingga Senin sore mencapai 39 kantong.
Dari jumlah kantong jenazah yang diterima pada hari ketiga, sebagian besar merupakan jenazah utuh, sementara satu kantong berisi bagian tubuh terpisah. Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke pos DVI untuk menjalani proses identifikasi secara medis dan forensik.
Hendra menjelaskan bahwa hingga saat ini tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sekitar 20 jenazah. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dan post mortem, termasuk ciri fisik, properti yang melekat, serta data pendukung dari pihak keluarga korban.
Jenazah yang telah teridentifikasi dan melalui prosedur pemulasaraan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan. Proses penyerahan dilakukan secara bertahap seiring dengan rampungnya identifikasi masing-masing korban.
Terkait temuan potongan tubuh atau jenazah tidak utuh, tim DVI menerapkan prosedur khusus dengan mengandalkan pemeriksaan DNA. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan kerja guna memastikan keakuratan identitas korban. Sementara itu, identifikasi korban dari unsur TNI tetap dilakukan terpusat oleh tim DVI Polda Jawa Barat sebelum diserahkan kepada pihak terkait.
Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga unsur relawan. Seluruh personel terus berupaya menjangkau titik-titik longsoran yang sulit diakses demi mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan upaya kemanusiaan ini hingga seluruh korban ditemukan dan teridentifikasi, sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam penanganan bencana alam di wilayah Jawa Barat. (usm/hdl)










