Jakarta (pilar.id) – Kecelakaan anjloknya KA Pandalungan (KA 75) Relasi Gambir – Surabaya – Jember di Stasiun Tanggulangin pada Minggu (14/1/2024) pukul 07.57 WIB menyebabkan sejumlah perjalanan melalui jalur Surabaya – Bangil mengalami keterlambatan pola operasi memutar.
Hingga Minggu sore ini (14/1/2024), tercatat 8 perjalanan KA yang mengalami pola operasi memutar melalui rute lintas Bangil – Kertosono. Daftar perjalanan yang terdampak antara lain:
- KA Plb 114BW1 (KA RANGGAJATI) Relasi Jember – Surabaya Gubeng – Cirebon.
- KA PLB 190BW1 (Sebagai KA LOGAWA) Lintas Relasi Jember – Surabaya Gubeng – Purwokerto.
- KA PLB 83BW (KA ARJUNO) Lintas Surabaya Gubeng – Malang.
- KA PLB 243BW2 (KA SRI TANJUNG) Relasi Lempuyangan _ Surabaya Gubeng – Ketapang.
- KA PLB 244BW1 ( KA SRI TANJUNG) Relasi Ketapang – Surabaya Gubeng – Lempuyangan.
- KA PLB 187BW2 (KA LOGAWA) Relasi Purwokerto – Surabaya Gubeng – Jember.
- KA PLB 110BW1 (KA JAYABAYA) Relasi Malang – Surabaya – Jakarta.
- KA PLB 113BW2 (KA RANGGAJATI) Relasi Cirebon – Surabaya Gubeng – Jember.
Joni Martinus, Vice President Public Relations KAI, menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang mengalami ketidaknyamanan akibat keterlambatan tersebut. “Mengantisipasi potensi keterlambatan akibat pola operasi memutar, KAI telah menyiapkan kompensasi berupa service recovery sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Dalam memberikan kompensasi, KAI mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Berdasarkan peraturan tersebut, kompensasi keterlambatan KA antarkota mencakup:
- Keterlambatan keberangkatan lebih dari 1 jam memungkinkan penumpang untuk membatalkan tiket dan mendapatkan pengembalian seluruh biaya tiket. Jika tidak membatalkan tiket, maka:
- Diberikan minuman ringan untuk keterlambatan lebih dari 1 jam.
- Diberikan minuman dan makanan ringan berat untuk keterlambatan lebih dari 3 jam.
- Apabila kereta api antarkota terlambat datang di stasiun tujuan, penumpang mendapatkan:
- Makanan dan minuman ringan pada jam ketiga keterlambatan.
- Makanan dan minuman berat pada jam kelima keterlambatan.
Joni menambahkan bahwa untuk mempercepat evakuasi sarana yang terdampak, KAI telah mendatangkan Tim Penolong dari Surabaya, Malang, dan Solo. Tim Prasarana juga sudah disiapkan untuk memperbaiki jalur rel setelah proses evakuasi selesai. (riq/hdl)










