Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
  • BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia
  • Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Karena Dunia tak Butuh Pemimpin Otoriter

Karena Dunia tak Butuh Pemimpin Otoriter

Esai Hendro D. Laksono13 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tsar Alexander II
Tsar Alexander II (artwork: Hendro D. Laksono)

Sulit membayangkan, apa yang terjadi saat Tsar Alexander II mendengar kabar pemberontakan yang terus merajalela. Sebelumnya, pemimpin tertinggi Rusia ini sudah menggagas pembebasan para petani dari keterikatan terhadap tanah dan pengurangan kekuasaan yang dimiliki oleh tuan tanah.

Ia juga mendukung penghapusan perbudakan di seluruh Kekaisaran Rusia, pembentukan badan legislatif baru (Duma), modernisasi militer dan pendidikan, dan reformasi hukum.

Reformis Rusia yang berkuasa dari 1855 hingga 1881 ini dikenal serius meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi rakyat. Meski di sisi lain, ia juga dikenal sebagai penguasa yang keras dan otoriter.

Berbagai konflik dan pemberontakan dihadapi. Seperti Perang Krimea, Pemberontakan Januari di Polandia, dan Pemberontakan Nihilis di Rusia. Dan tak hanya itu, ia juga kerap menjadi target pembunuhan musuh-musuhnya.

Lalu terdengar kabar, 13 Maret 1881, ia dibunuh kelompok revolusioner Narodnaya Volya. Dinding beku kekaisaran pun terasa semakin pilu. Untuk beberapa saat keluarga kerajaan dan rakyat pemujanya melupakan reformasi-reformasi Alexander II. Reformasi yang tidak sepenuhnya berhasil, bahkan dicap sebagai upaya terlambat untuk menjaga kekuasaan Dinasti Romanov yang makin terancam.

Gagasan itu terhenti di kematian, yang diiringi air mata dan ratapan yang panjang. Ya, Sang Kaisar telah pergi.

Tiga abad pemerintahan monarki berganti model menjadi negara sosialis dan komunis di bawah kepemimpinan Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin.

Sosok Alexander II, adalah pemimpin Rusia yang misterius. Hingga kini, sejarah keberadaannya masih menuai kontroversi. Sebagai Tsar atau Czar, sebutan untuk penguasa monarki di Rusia yang berlaku dari abad ke-16 hingga awal abad ke-20, Alexander II seperti berdiri di dua sisi. Sebagai reformis, dan pemimpin otoriter sekaligus.

Sepanjang sejarah monarki Rusia kita mengenal Dinasti Rurik yang memerintah Rusia selama berabad-abad. Yang kemudian digantikan Dinasti Romanov, pengguna gelar Tsar sejak awal abad ke-17. Sejak saat itu pula, Tsar jadi sebutan resmi untuk penguasa Rusia selama berabad-abad.

Penguasa Tsar biasanya memiliki kekuasaan absolut dan dianggap sebagai pemimpin tertinggi dalam hierarki kekuasaan Rusia. Gelar Tsar terakhir dipegang oleh Nicholas II dari Rusia sebelum dinasti Romanov digulingkan pada tahun 1917.

Tiga abad pemerintahan monarki Rusia runtuh, berganti model pemerintahan sesuai permintaan reformasi politik dan sosial yang saat itu terus meningkat. Hingga Revolusi Rusia pada tahun 1917, Rusia pun berubah menjadi negara sosialis dan komunis di bawah kepemimpinan Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin.

Hari ini, 142 tahun silam, adalah momen penting bagi sejarah Rusia. Kematian Tsar Alexander II yang kemudian berbuntut pergantian kekuasaan itu membuka sejarah, cara, dan harapan-harapan baru.

Perjalanan kekaisaran Rusia terus bergulir hingga Tsar Nicholas II, penguasa terakhir Kekaisaran Rusia yang memerintah dari tahun 1894 hingga 1917.

Ia memiliki pandangan yang konservatif dan otoriter, dan sering kali tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi ketidakpuasan sosial dan politik yang melanda Rusia pada masa pemerintahannya. Ia dan keluarganya akhirnya dibunuh oleh Bolshevik pada tahun 1918 selama Revolusi Oktober.

Spekulasi Anastasia

Tahun 1997, film berjudul Anastasia diluncurkan. Film animasi ini menggunakan voice bintang-bintang besar, seperti John Cusack, Meg Ryan, Christopher Lloyd, Liz Callaway, Jim Cummings, dan Jonathan Dokuchitz.

Film ini berkisah tentang legenda Anastasia Romanov, putri termuda dari Tsar Nicholas II dan Tsarina Alexandra. Berawal dari peristiwa pembantaian keluarga Romanov oleh Bolshevik pada tahun 1918, di mana beberapa orang melaporkan bahwa Anastasia dan saudara-saudaranya masih hidup dan berusaha untuk menyembunyikan identitas mereka dari pemerintah Soviet.

Meski tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa siapa pun dari keluarga Romanov selamat dari pembantaian tersebut, legenda Anastasia tetap hidup dan menjadi populer di kalangan masyarakat.

Film Anastasia mengambil latar belakang sejarah ini dan memperkenalkan karakter fiksi bernama Anya, yang kehilangan ingatannya dan berusaha untuk mencari tahu siapa dirinya sebenarnya, dengan bantuan Dimitri, mantan bangsawan Rusia.

Sejarah Tsar Alexander II, bahkan Tsar Nicholas II, tetap menjadi ingatan multi tafsir yang terus berkembang tanpa kepastian di benak warga dan sejarawan Rusia.

Meskipun film ini memiliki pengambilan kebebasan kreatif dalam ceritanya, ia memberikan pandangan yang menarik tentang sejarah Rusia dan membangkitkan kembali minat publik pada legenda Anastasia.

Tentu, saat film ini diluncurkan, Anastasia menuai sejumlah kritik. Di antaranya keberanian tim produksi dalam membuat spekulasi tentang Anastasia.

Berbeda dengan film lain yang diproduksi dengan kisah terbunuhnya Tsar Alexander II, seperti Assassination of Tsar Alexander II yang disutradarai oleh Soviet filmmaker, Grigori Aleksandrov, pada tahun 1938.

Film ini menggambarkan upaya untuk membunuh Tsar Alexander II oleh Narodnaya Volya, sebuah organisasi revolusioner Rusia pada akhir abad ke-19. Film ini menampilkan aktris terkenal, Tatiana Okunevskaya, sebagai seorang pejuang revolusioner yang terlibat dalam plot pembunuhan tersebut.

Juga sulit untuk idsandingkan dengan The Assassination of the Tsar (1991) yang disutradarai Karen Shakhnazarov, dan The Tsar’s Last Costume (2012) yang disutradarai oleh Dmitriy Meskhiev.

Hendro D. Laksono
Hendro D. Laksono, Redaktur Pelaksana Pilar.ID

“Film-film yang didasarkan pada sejarah seringkali memiliki dramatisasi dan pengambilan kebebasan kreatif untuk memperkuat aspek-aspek tertentu dari kisah atau untuk membangun dramanya yang lebih kuat,” tulis seorang kritikus film saat itu.

Meskipun film-film tersebut mungkin mengandung unsur-unsur sejarah yang akurat, mereka tidak dapat dianggap sebagai sumber yang sepenuhnya dapat diandalkan untuk mendapatkan informasi tentang peristiwa sejarah tersebut.

Sehingga keberadaan Anastasia, Assassination of Tsar Alexander II, The Assassination of the Tsar, dan The Tsar’s Last Costume, akhirnya didudukkan sebagai hiburan visual bertema sejarah semata. Bukan niat baik untuk menggali sejarah dengan sungguh-sungguh.

Artinya, sejarah Tsar Alexander II, bahkan Tsar Nicholas II, tetap menjadi ingatan multi tafsir yang terus berkembang tanpa kepastian. Dan bisa jadi, mereka tidak menganggap ini sebagai sebuah masalah besar.

Apalagi masyarakat dunia kerap punya logika sendiri, bahwa catatan tentang otoritarianisme selalu sah untuk dilupakan. Karena sejarah tak pernah butuh wacana ekstra tentang pemimpin otoriter. Baik dalam catatan sejarah, atau yang muncul di jagad sinema. **

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

Berita Lainnya

Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
BNI mendukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026 untuk memperkuat pelestarian budaya, pengembangan UMKM, dan ekonomi kreatif Indonesia.

BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia

23 Juli 2026
Pramono Anung mendukung JF3 2026 sebagai penggerak ekonomi kreatif, industri mode, dan transformasi Jakarta menuju kota global.

Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global

23 Juli 2026
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Primatia Yogi Wulandari, S.Psi., M.Si., Psikolog

Tantangan Pola Asuh Generasi Alpha: Pakar UNAIR Imbau Orang Tua Jadi Digital Mentor

22 Juli 2026
ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan campaign kuliner The Late Shift dengan menu Nusantara modern dan signature cocktail hingga 20 September 2026.

ARTOTEL Yogyakarta Hadirkan The Late Shift, Promo Kuliner Malam dengan Menu Nusantara Modern

22 Juli 2026
Khofifah menggelar Pasar Murah ke-84 di Pamekasan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, dan memberdayakan UMKM.

Khofifah Gelar Pasar Murah ke-84 di Pamekasan, Perkuat Daya Beli Warga, Kendalikan Inflasi dan Dorong UMKM Naik Kelas

22 Juli 2026

Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia

21 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.