Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Teknologi»Kebijakan YouTube Makin Ketat, Apa Artinya bagi Kreator?

Kebijakan YouTube Makin Ketat, Apa Artinya bagi Kreator?

Teknologi Moh. Usman12 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Content creator
Content creator sedang beraksi (foto: Anna Shvets, pexels)

Jakarta (pilar.id) – Sebagai platform berbagi video yang sangat populer, Youtube terus menyempurnakan kebijakannya. Mengutip cnet.com, YouTube makin tegas untuk mengantisipasi kata-kata kotor dalam video yang diunggah.

Disebutkan pula, minggu ini, Youtube siap menyodorkan kebijakannya terkait konten yang ramah pengiklan. Sehingga pembuat konten diharap mau mengurangi konten dengan kata-kata vulgar, istilah cnet; mulut pispot, agar tetap bisa memonetisasi video mereka.

Dari pantauan pilar.id di laman support Google, YouTube memang telah mengumumkan beberapa perubahan kebijakan baru terkait dengan konten yang dianggap tidak pantas.

Salah satu perubahan yang baru-baru ini diberlakukan adalah tentang penggunaan bahasa kasar dan tidak pantas di video. YouTube menyatakan bahwa konten yang mengandung bahasa kasar dan ofensif dapat melanggar kebijakan mereka dan dapat menyebabkan penghapusan video atau bahkan penutupan kanal.

Selain itu, YouTube juga telah memperkenalkan sistem self-certification untuk para pembuat konten, yang dimaksudkan untuk membantu mereka menentukan apakah video mereka cocok untuk diiklankan atau tidak.

Para pembuat konten akan diminta untuk menandai video mereka dengan level kecocokan yang sesuai dengan konten tersebut. YouTube akan menggunakan informasi tersebut untuk menempatkan iklan pada video yang sesuai dengan kebijakan iklan mereka.

Apa artinya bagi user atau para content creator? Jelas, perubahan kebijakan YouTube terkait penggunaan bahasa kasar dan ofensif, serta pengenalan sistem self-certification bagi para pembuat konten, dapat memiliki dampak tak main-main.

Baca Juga  YouTube Sempat Alami Gangguan Global, Kini Sudah Kembali Normal

Pertama, penghapusan video. Jika video yang diunggah mengandung bahasa kasar atau ofensif, maka video tersebut dapat melanggar kebijakan YouTube dan dihapus dari platform. Ini dapat mempengaruhi pengalaman pengguna yang ingin melihat video tersebut.

Kedua, penutupan kanal. Jika seorang pembuat konten melanggar kebijakan YouTube secara berulang kali, maka kanal mereka dapat ditutup. Ini dapat mempengaruhi pengguna yang menyukai konten tersebut dan mengikuti kanal tersebut.

Ketiga, ini yang tak kalah bahaya, pengaruh pada penghasilan. Karena sistem self-certification yang baru dapat mempengaruhi penghasilan para pembuat konten. Jika video mereka dianggap tidak cocok untuk diiklankan, maka mereka dapat kehilangan penghasilan iklan dari video tersebut.

Keempat, agar tak mendapat sanksi, para creator wajib meningkatkan kualitas konten. Karena perubahan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan konten di YouTube. Ini dapat membantu pengguna merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan platform tersebut.

Makin Ketat

Perubahan kebijakan yang diberlakukan oleh YouTube menunjukkan bahwa platform tersebut semakin ketat dalam mengawasi dan mengontrol konten yang diunggah oleh para pengguna dan pembuat konten.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan keamanan konten di platform tersebut, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna.

Perubahan kebijakan tersebut mengikuti serangkaian kontroversi dan kritik terhadap konten yang diunggah di platform YouTube. Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube telah menjadi tempat bagi beberapa konten yang dianggap ofensif, berbahaya, atau merugikan bagi pengguna.

Baca Juga  Kementerian Kominfo Gandeng Google untuk Tangani Peretasan Youtube Channel DPR RI

YouTube telah menjadi tempat bagi beberapa konten yang dianggap provokatif, kontroversial, dan bahkan berbahaya. Konten-konten ini dapat menyebarkan informasi yang tidak benar, menyebarkan kebencian, dan mengancam keselamatan dan kesejahteraan pengguna.

Apalagi tidak semua pengguna YouTube memiliki referensi yang baik, dan ada kemungkinan bahwa beberapa pengguna dapat memposting konten yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan kebijakan YouTube.

Dalam hal ini, peran YouTube sebagai platform media sosial sangat penting untuk memastikan bahwa penggunaannya tidak menimbulkan risiko bagi pengguna lainnya.

Bukan Hal Baru

Kebijakan baru Youtube ini sejatinya bukan hal baru. Para content creator juga menyadari, di berbagai kesempatan, Youtube beberapa kali mengumumkan perubahan policy. Beberapa contoh perubahan kebijakan itu antara lain.

Kebijakan Monetisasi – Pada tahun 2018, YouTube mengubah kebijakan monetisasi dengan menetapkan persyaratan baru untuk mendapatkan penghasilan dari iklan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan platform oleh para pelaku spam, clickbait, dan konten yang tidak pantas.

Kebijakan Konten Berbahaya – YouTube juga telah meningkatkan upaya untuk menghapus konten yang dianggap berbahaya atau merugikan masyarakat, termasuk konten yang mendukung kekerasan, kebencian, atau disinformasi.

Kebijakan Perlindungan Data Pengguna – YouTube telah memperkuat kebijakan perlindungan data pengguna untuk memastikan privasi dan keamanan informasi pribadi pengguna yang terdaftar di platform tersebut. (usm/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Content Creator Youtube

Berita Lainnya

Ilustrasi Youtube (foto: Zulfugar Karimov, unsplash)

YouTube Sempat Alami Gangguan Global, Kini Sudah Kembali Normal

16 Oktober 2025
Ilustrasi Youtube (foto: Zulfugar Karimov, unsplash)

YouTube Uji Sistem Verifikasi Usia Berbasis AI di AS, Sasar Perlindungan Remaja

13 Agustus 2025
Penelusuran horor Diary Misteri Sara Spesial Cirebon tembus trending YouTube. Eksplorasi bekas RS Arjawinangun dan PG Gempol sukses curi perhatian publik. (sumber foto: instagram @diarymisterisara)

Diary Misteri Sara Spesial Cirebon Trending di YouTube, Eksplorasi Horor Lokal Jadi Sorotan Nasional

4 Agustus 2025
Tips Jitu Govinda Rumi Bikin Konten Traveling Pakai Galaxy S25 Ultra

Tips Jitu Bikin Konten Traveling Pakai Galaxy S25 Ultra ala Govinda Rumi

2 Maret 2025

Canon PowerShot V1, Kamera Compact Hybrid untuk Kreator Konten

21 Februari 2025
Ilustrasi musik online

Nikmati Musik Favorit Online Secara Nyata, Mau Pilih Spotify hingga Youtube Music

8 Juni 2024
Iman D. Nugroho, praktisi media

Memahami Jurnalisme, Kunci Sukses bagi Content Creator di Media Sosial

6 Juni 2024
Ilustrasi platform video YouTube (foto: charlesdeluvio, unsplash)

Cara Download Video YouTube dengan Cepat dan Andal, Jangan Lupa Hormati Hak Cipta!

17 Desember 2023
Menikmati Youtube di ponsel (foto: istimewa)

Tanggapi Kritik Penundaan Memuat Video, Youtube: Tidak Berkaitan dengan Firefox, Tetapi Pemblokir Iklan

23 November 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.