Jakarta (pilar.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi akibat Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuterline Bandung Raya di petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1/2023) pukul 06.03 WIB.
“Jalur rel antara Haurpugur – Cicalengka untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di 2 KA yang mengalami musibah tersebut,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Upaya selanjutnya dari KAI adalah melakukan evakuasi dua rangkaian kereta api yang terlibat dalam kecelakaan dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan. KAI akan melakukan rekayasa pola operasi, seperti jalur memutar dan pengalihan menggunakan angkutan lain bagi perjalanan KA yang akan melintas di wilayah Haurpugur – Cicalengka.
Berita baiknya adalah, hingga saat ini, tidak ada korban jiwa di antara penumpang yang menjadi korban KKA tersebut. Dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, sekitar 22 penumpang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Rincian penanganan luka ringan di RSUD Cicalengka berjumlah 18 orang, RS Edelweis 2 orang, dan RS AMC 2 orang.
Meski demikian, KAI juga menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas meninggalnya empat petugas KA, terdiri dari Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Security, akibat kecelakaan tersebut.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya sejumlah petugas KA akibat kecelakaan tersebut. Kami sangat mengapresiasi jasa mereka yang telah berkontribusi terhadap perusahaan,” ucap EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Para penumpang yang selamat dan sudah dievakuasi langsung dibawa ke stasiun terdekat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi yang disediakan oleh KAI. Saat ini, tim dari KAI dan pihak terkait seperti TNI/Polri, Basarnas, DJKA Kemenhub, KNKT, dan lainnya sedang berupaya menangani kecelakaan kedua kereta tersebut.
Dalam rangka mengatasi dampak perjalanan sejumlah rangkaian KA lainnya di jalur yang terkena dampak kecelakaan, KAI sedang melakukan upaya rekayasa pola operasi dengan memberlakukan jalur memutar dan pengalihan menggunakan angkutan alternatif. (mad/hdl)










