Pontianak (pilar.id) – Mempertanyakan kelanjutan program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN), serta Menjelaskan kondisi sebenarnya tentang Sadaniang, Kepala Desa beserta BPD se-Kecamatan Sadaniang mengunjungi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang disambut oleh Dirjen bidang advokasi, Muhammad Fachri.
Kepala Desa Ansiap, Imanuel Yoki mengatakan tujuan kunjungan kerja mereka ke Kemendes PDTT untuk menyampaikan pengajuan pembangunan di Kecamatan Sadaniang yang harapannya dapat didukung oleh pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kemendes PDTT.
“Kami juga meminta Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur yang ada di Sadaniang, serta melakukan percepatan pembangunan di Kecamatan Sadaniang,” terangnya.
Kawasan Prioritas Nasional (KPPN) dengan delineasi awal kawasan menurut BAPPENAS mencakup Kecamatan Sadaniang yaitu Desa Sekabuk, Desa Pentek dan Desa Suak Barangan.
Tahap selanjutnya diusulkan kepada Pemerintah Daerah yang menghasilkan delineasi kawasan baru yaitu seluruh Kecamatan Sadaniang yang mencakup 6 (enam) Desa, yaitu Desa Sekabuk, Desa Pentek, Desa Suak Barangan, Desa Ansiap, Desa Amawang, dan Desa Bumbun. Pada tahap terakhir penentuan delineasi kawasan yang melalui survei lapangan dan kesepakatan bersama dengan pemangku kepentingan yang ada di lokasai KPPN tidak mengalami perubahan lokasi. Lokasi KPPN sudah sesuai dengan lokasi yang diusulkan kepada Pemerintah Daerah yaitu seluruh Kecamatan Sadaniang yang mencakup 6 (enam) Desa.
Sejak dicanangkan Kecamatan Sadaniang sebagai Kawasan Perdesaan Periotas Nasional (KPPN) pada tahun 2017 sampai sekarang belum terealisasi program prioritas pembangunan Infrastruktur jalan dan kegiatan pembangunan lainnya sesuai dengan master plan.
Bahkan Kecamatan Sadaniang telah dikunjungi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, DR. Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd dan para pejabat di Kemendes lainnya.
Masyarakat Sadaniang sangat mengharapkan agar KPPN bisa segera direalisasikan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pembangunan diwilayah yang tertinggal khususnya infrastruktur jalan dan kendala lainnya.
Salah satu nawacita Presiden adalah membangun Indonesia dari pinggiran. Hal ini sungguh sesuai dengan kondisi di Negara kita karena yang sudah terbangun adalah pusat-pusat kota sedangkan daerah terpencil semakin terpuruk dari waktu ke waktu.
Salah satu program yang sangat menarik adalah Kawasan Prioritas Pembangunan Nasional (KPPN) Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
KPPN Sadaniang dicanangkan sejak 2017 silam, namun sampai saat ini Master Plan yang telah disusun oleh Kementrian PUPR hanya sebatas dokumen saja tanpa realisasi yang signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang termarjinalkan seperti di Kecamatan Sadaniang saat ini.
Secara geografis, wilayah Kecamatan Sadaniang merupakan daerah perbukitan dan mempunyai 6 (enam) desa. Kondisi dan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat seperti minimnya fasilitas pendidikan, kesehatan, jalan, jembatan, penerangan berupa aliran listrik negara, jaringan komunikasi yang masih butuh perhatian sangat serius.
“Contohnya Jalan-jalan menuju perbatasan antara Desa kondisinya sangat memperihatinkan, bahkan jika hujan turun ruas jalan itu seringkali terputus dengan kata lain tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua,” urainya.
Perlu dukungan banyak pihak dalam menyikapi hal tersebut. Agar bisa secepatnya menyelesaikan kebutuhan listrik, jaringan telekomunikasi, jalan dan jembatan yang masih butuh perhatian sangat serius. Karena banyak kendala dan kesulitan yang warga setempat alami akibat berbagai akses yang sangat jauh terbatas ini.
Kegiatan ekonomi, pertanian, perkebunan dan pendidikan serta aktifitas kemasyarakatan lainnya menjadi kendala masyarakat untuk menuju kata makmur dan sejahtera. Andai saja akses-akses vital itu terpenuhi bisa dipastikan kehidupan masyarakat di Kecamatan Sadaniang akan lebih sejahtera.
Setidaknya ragam potensi lokal yang ada di setiap desa dapat dimanfatkan dengan lebih baik lantaran akses jalan, jembatan, listrik dan akses telekomunikasinya yang jauh dari kata layak.
Kendati demikian, keyakinan masyarakat akan adanya perhatian dari pihak terkait masih tersimpan rapih dihati warga. Dukungan dan doa terbaik untuk pihak terkait masih terbangun kuat.
Terbukti dengan patuhnya warga masyarakat Kecamatan Sadaniang dalam mendukung program penanggulangan Covid-19 dan Vaksinasi yang digalakkan oleh Pemerintah serta berbagai macam prestasi yang pernah di torehan Kecamatan Sadaniang.
“Semoga Pertemuan dengan Kementrian ini membawa hasil positif bagi Kecamatan Sadaniang dan Infrastruktur di Sadaniang bisa teratasi,” tutup Imanuel Yoki. (din)





