Mempawah (pilar.id) – Lepat Lau merupakan makanan yang berbahan dasar dari beras pulut ketan putih. Pembuatannya pun tak begitu sulit, hanya dibutuhkan daun pisang, untuk membungkus pulut ketan yang sudah dicetak seperti persegi.
Setiap daerah tentunya memiliki makanan khas, khususnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Begitu juga dengan masyarakat di Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menjelang Lebaran, mereka membuat lepat lau, untuk disajikan pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.
Biasa disajikan dengan daging kambing atau menyantap makanan lainya yang lezat. Di Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk sendiri, setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha warga selalu menyantap makanan lepat lau yang dicocol dengan rendang daging sapi.
Makanan Lepat Lau, terbuat dari beras ketan bentuknya memanjang sekitar 10 cm dan dibungkus menggunakan daun pisang. Rasanya gurih, dan agak sedikit asin. Lepat Lau merupakan makanan khas masyarakat Kalbar yang turun temurun dari kakek moyang sejak ratusan tahun yang lalu.
Ramnah, warga Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, mengatakan warga di sekitar rumahnya, rutin membuat Lepat Lau sebagai suguhan untuk disajikan pada Hari Raya. Lepat Lau yang sudah matang, lebih nikmati disantap atau dicocol dengan rendang daging.
Ibu dua anak yang biasa disapa Usu Nah ini, juga menjelaskan proses pembuatan Lepat Lau tersebut, pertama adalah merebus setengah matang ketan dengan santan, kemudian ketan tersebut dicetak dengan cetakan khusus dan dibungkus dengan daun pisang muda. Lepat Lau dicetak dengan bentuk ukuran memanjang.
“Prosesnya pulut itu dicetak dalam cetakan yang terbuat dari kayu, setelah itu dibungkus pakai daun pisang, dan setelah itu diikat menggunakan tali rapiah, dan siap untuk dimasak lagi supaya pulutnya lebih terasa,” ungkap Usu Nah, Jumat, (8/7/2022).
Setiap tahun, ia selalu membuat Lepat Lau untuk di santap bersama keluarga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha,” Imbuhnya.
Usu Nah melanjutkan proses pembuatan makanan khas tersebut, setelah dibungkus daun pisang, Lepat Lau tersebut langsung dikukus menggunakan dandang hingga matang.
Setelah matang, Lepat Lau diangkat dari dandang dan siap sajikan. Makanan ini, kata Usu Nah, bisa tahan atau tidak basi hingga satu minggu kedepan.
“Setelah diikat tinggal dimasukan kedalam dandang untuk direbus, kalau sudah matang udah bisa di makan, bahkan dimakan pakai rendang daging lebih terasa enaknya,” kata Usu Nah.
Usu Nah merupakan warga Dusun Pak Nungkat yang sejak kecil ia sudah membantu orang tuanya untuk membuat Lepat Lau ini, Usu Nah mengatakan, keluarganya membuat makanan ini untuk disajikan bersama keluarga pada saat Hari Raya.
Resep ataupun Bahan untuk Membuat Lepat Lau yang biasa digunakan Usu Nah antara lain :
1. Beras Pulut ketan.
2. Kelapa parut.
4. Daun pisang.
Cara Membuat :
Beras ketan dicuci bersih, selanjutnya dikukus hingga masak. Setelah masak angkat dan dinginkan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang muda. Setelah dibungkus daun pisang kemudian dikukus menggunakan dandang hingga matang. Apabila sudah matang angkat dan sajikan.
Untuk menyantap lepat lau, lebih nikmat di cocol menggunakan rendang sapi atau rendang daging kambing. (din)










