Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kuliner»Mengenal Santapan Khas Masyarakat Mempawah di Saat Hari Raya, Lepat Lau

Mengenal Santapan Khas Masyarakat Mempawah di Saat Hari Raya, Lepat Lau

Kuliner Dina Prihatini9 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salah satu Warga Mempawah yang membuat Lepat Lau. Lepat Lau merupakan makanan yang berbahan dasar dari beras pulut ketan putih yang biasa disajikan saat Perayaan Hari Raya Idul Adha. (Foto : Ist)

Mempawah (pilar.id) – Lepat Lau merupakan makanan yang berbahan dasar dari beras pulut ketan putih. Pembuatannya pun tak begitu sulit, hanya dibutuhkan daun pisang, untuk membungkus pulut ketan yang sudah dicetak seperti persegi.

Setiap daerah tentunya memiliki makanan khas, khususnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Begitu juga dengan masyarakat di Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menjelang Lebaran, mereka membuat lepat lau, untuk disajikan pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Biasa disajikan dengan daging kambing atau menyantap makanan lainya yang lezat. Di Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk sendiri, setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha warga selalu menyantap makanan lepat lau yang dicocol dengan rendang daging sapi.

Makanan Lepat Lau, terbuat dari beras ketan bentuknya memanjang sekitar 10 cm dan dibungkus menggunakan daun pisang. Rasanya gurih, dan agak sedikit asin. Lepat Lau merupakan makanan khas masyarakat Kalbar yang turun temurun dari kakek moyang sejak ratusan tahun yang lalu.

Ramnah, warga Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, mengatakan warga di sekitar rumahnya, rutin membuat Lepat Lau sebagai suguhan untuk disajikan pada Hari Raya. Lepat Lau yang sudah matang, lebih nikmati disantap atau dicocol dengan rendang daging.

Ibu dua anak yang biasa disapa Usu Nah ini, juga menjelaskan proses pembuatan Lepat Lau tersebut, pertama adalah merebus setengah matang ketan dengan santan, kemudian ketan tersebut dicetak dengan cetakan khusus dan dibungkus dengan daun pisang muda. Lepat Lau dicetak dengan bentuk ukuran memanjang.

Baca Juga  Manfaat Bagi Perkembangan Perekonomian Daerah Lewat Badan Usaha

“Prosesnya pulut itu dicetak dalam cetakan yang terbuat dari kayu, setelah itu dibungkus pakai daun pisang, dan setelah itu diikat menggunakan tali rapiah, dan siap untuk dimasak lagi supaya pulutnya lebih terasa,” ungkap Usu Nah, Jumat, (8/7/2022).

Setiap tahun, ia selalu membuat Lepat Lau untuk di santap bersama keluarga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha,” Imbuhnya.

Usu Nah melanjutkan proses pembuatan makanan khas tersebut, setelah dibungkus daun pisang, Lepat Lau tersebut langsung dikukus menggunakan dandang hingga matang.

Setelah matang, Lepat Lau diangkat dari dandang dan siap sajikan. Makanan ini, kata Usu Nah, bisa tahan atau tidak basi hingga satu minggu kedepan.

“Setelah diikat tinggal dimasukan kedalam dandang untuk direbus, kalau sudah matang udah bisa di makan, bahkan dimakan pakai rendang daging lebih terasa enaknya,” kata Usu Nah.

Usu Nah merupakan warga Dusun Pak Nungkat yang sejak kecil ia sudah membantu orang tuanya untuk membuat Lepat Lau ini, Usu Nah mengatakan, keluarganya membuat makanan ini untuk disajikan bersama keluarga pada saat Hari Raya.

Resep ataupun Bahan untuk Membuat Lepat Lau yang biasa digunakan Usu Nah antara lain :

1. Beras Pulut ketan.

2. Kelapa parut.

4. Daun pisang.

Cara Membuat :

Beras ketan dicuci bersih, selanjutnya dikukus hingga masak. Setelah masak angkat dan dinginkan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang muda. Setelah dibungkus daun pisang kemudian dikukus menggunakan dandang hingga matang. Apabila sudah matang angkat dan sajikan.

Baca Juga  Partisipatif Pemanfaatan Hutan Desa Sakabuk, Libatkan Masyarakat Kembangkan Budidaya Ikan Berkelanjutan

Untuk menyantap lepat lau, lebih nikmat di cocol menggunakan rendang sapi atau rendang daging kambing. (din)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Desa Sekabuk Dusun Pak Nungkat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Kecamatan Sadaniang khususnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha Lepat Lau makanan khas

Berita Lainnya

Rangkong gading (foto: dok menlhk.go.id)

Mengenal Rangkong Gading yang Setia: Burung Maskulin, Maskot Provinsi Kalimantan Barat

6 Mei 2025
Grup ABM, khususnya CKB Logistics, diharap dapat memperluas jangkauan bisnis sekaligus menciptakan peluang baru

CKB Logistics Resmikan Kantor Baru di Pontianak untuk Dukung Industri Pertambangan Kalimantan Barat

25 September 2024

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Sungai Asam

16 April 2023

Apresiasi Upaya Gemawan Kemas Produk Pangan Lokal

10 April 2023

Gemawan Pamerkan Produk Kelompok Desa Dampingan di Festival Sahur-sahur ke-20 Tahun 2023

7 April 2023

Sebanyak 100 Peserta Meriahkan Festival Sahur-sahur ke XX di Mempawah

2 April 2023

Kunker Ketua DPR RI, Karolin : Kota Singkawang Sambut Kedatangan Puan Maharani

20 Maret 2023

Berpotensi Longsor dan Banjir, BMKG Kalbar: Waspada Dampak Hujan Lebat

15 Maret 2023

Sutarmidji: Sekolah Jangan Pungut Biaya Seragam Siswa

15 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.