Batam (pilar.id) – Kerja sama teknis antara Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA) untuk proyek Penguatan Kapasitas BAKAMLA telah resmi dimulai dengan kegiatan pelatihan di Pusat Pelatihan Maritim BAKAMLA Anambas yang baru didirikan di Batam.
Proyek ini didanai oleh Biro Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional (INL) Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, sejalan dengan kerja sama sebelumnya antara JICA dan BAKAMLA.
Pada 24 Oktober 2023, JICA dan BAKAMLA telah menandatangani Record of Discussion sebagai kesepakatan bersama untuk melaksanakan proyek ini.
Dengan periode 44 bulan, proyek ini akan mencakup pengiriman para ahli, penyediaan peralatan, dan pelatihan di Indonesia, Jepang, serta negara-negara lainnya.
Proyek ini bertujuan untuk membangun sistem pengembangan sumber daya manusia bagi BAKAMLA, memperkuat kapasitasnya dalam pelatihan, serta meningkatkan kemampuannya dalam kerja sama antar-organisasi.
Pelatihan pertama di Batam, yang berlangsung selama 4 hari, fokus pada Penegakan Hukum Maritim dengan topik seperti Teknik Penangkapan termasuk manajemen keselamatan di kapal (rib boat).
Program ini menggabungkan pelatihan di kelas dengan latihan praktik untuk memastikan pemahaman yang baik dari para peserta.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel BAKAMLA dalam menjalankan fungsinya, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kemampuan penegakan hukum dan penanganan kasus-kasus yang melibatkan BAKAMLA. (usm/hdl)










