Houston (pilar.id) – Bursa transfer NBA kembali mencetak sejarah dengan terlaksananya pertukaran pemain terbesar sepanjang masa, yang secara resmi memindahkan Kevin Durant ke Houston Rockets.
Dikutip dari laman official NBA, proses ini melibatkan 7 tim dan 13 pemain, termasuk nama-nama besar seperti Jalen Green dan Dillon Brooks, serta berbagai hak draft pick hingga tahun 2032.
Dalam transaksi monumental tersebut, Houston Rockets mendapatkan Kevin Durant dan Clint Capela, sementara Phoenix Suns—mantan tim Durant—mendapatkan Jalen Green, Dillon Brooks, tiga pemain dari NBA Draft 2025 yaitu Khaman Maluach (urutan ke-10), Rasheer Fleming (urutan ke-31), dan Koby Brea (urutan ke-41), serta tambahan pemain Daeqwon Plowden, dua hak pilih putaran kedua (2026 dan 2032).
General Manager Rockets, Rafael Stone, menyatakan bahwa kehadiran Durant akan membawa dampak besar pada kedua sisi permainan. “Kevin adalah salah satu pencetak angka paling efisien dalam sejarah. Kami yakin keterampilannya akan menyatu dengan baik bersama tim kami,” ungkapnya.
Pelatih Rockets, Ime Udoka, juga menyambut positif kedatangan Durant. “Sebagai mantan lawan dan pelatih Kevin, saya tahu dia kompetitor sejati. Kami sangat antusias untuk bekerja sama,” ujarnya.
Durant, yang musim lalu mencetak rata-rata 26,6 poin per pertandingan, kini memasuki musim ke-18 dalam karier NBA-nya. Dengan rata-rata sepanjang karier sebesar 27,2 poin dan 7 rebound per laga, ia telah mengukir sejarah sebagai pencetak 30.000 poin, bergabung dengan tujuh legenda lainnya yang menembus angka tersebut.
Perpindahan ini juga menandai kembalinya Durant ke negara bagian Texas, tempat ia pernah membela Texas Longhorns pada masa kuliah. Houston menjadi tim kelima dalam karier profesionalnya setelah Seattle (yang kemudian menjadi OKC), Golden State, Brooklyn, dan Phoenix.
Dengan dua gelar NBA, empat gelar pencetak poin terbanyak, serta rekor sebagai pencetak poin terbanyak dalam sejarah bola basket Olimpiade AS, Durant tetap menjadi figur sentral dalam lanskap NBA global.
Transaksi besar ini juga mencerminkan dinamika baru NBA, di mana pertukaran lintas tim melibatkan strategi jangka panjang, termasuk hak draft yang belum akan terealisasi hingga tujuh tahun ke depan. (ret/hdl)










