Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pelantikan sebanyak 184 kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Jawa Timur. Pelantikan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu promosi calon kepala sekolah (cakep) dan mutasi.
Dalam pelantikan tersebut, Selasa (3/10/2023), terdapat 77 calon kepala sekolah yang mendapatkan promosi. Mereka telah memiliki sertifikasi dari Lembaga Pengembangan Pelatihan Kepala Sekolah (LP2KS). Rincian jumlah promosi mencakup 47 kepala SMA, 29 kepala SMK, dan 1 kepala SLB. Selain itu, ada 13 guru penggerak yang diangkat menjadi kepala sekolah SLB.
Selanjutnya, 94 kepala SMA, SMK, dan SLB mengalami mutasi. Namun, dari jumlah tersebut, baru 72 kepala sekolah yang akan segera menempati jabatan fungsional baru dikarenakan kekosongan di beberapa satuan pendidikan. Penempatan bagi sisanya akan dilakukan secara bertahap.
Gubernur Khofifah mengambil kesempatan ini untuk memberikan pesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya meningkatkan prestasi pendidikan dan menjaga integritas di dunia pendidikan. Ia juga menyoroti tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu memastikan bahwa kepala sekolah, guru, dan peserta didik memiliki nilai-nilai Pancasila sebagai dasar.
Khofifah menegaskan bahwa prestasi pendidikan harus tetap dijaga dengan baik, terutama dalam pencapaian akademik. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah mencatatkan prestasi yang gemilang, seperti jumlah peserta didik yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes yang tertinggi di Indonesia sejak tahun 2020. Hal ini juga berlanjut dengan prestasi di jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK-SNBT), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menduduki peringkat tertinggi di seluruh Indonesia pada tahun 2021-2023.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga meminta kepala sekolah untuk mendukung dan memotivasi siswa dalam menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang di Jawa Timur. Ia berharap semangat kepala sekolah dan timnya akan membuahkan hasil dan menjadikan Jawa Timur sebagai juara umum dalam LKS SMK.
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, menjelaskan bahwa pelantikan ini mencakup dua jenis rotasi, yaitu promosi dan mutasi. Promosi dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah akibat pensiun atau meninggal dunia. Sementara mutasi dilakukan untuk penyegaran dan evaluasi dalam dunia pendidikan.
Aries juga mencatat bahwa dari 184 kepala sekolah yang dilantik, tidak semuanya akan menempati satuan pendidikan. Sebagian dari mereka, sekitar 70-an orang, akan mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong dan sebelumnya dijabat oleh calon kepala (cakep) sekolah. Mereka telah memenuhi syarat sertifikasi sebagai kepala sekolah.
Pria yang juga menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Batu ini menegaskan bahwa rotasi promosi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dan evaluasi di dunia pendidikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kekosongan jabatan yang berkepanjangan dan memberikan kesempatan kepada kepala sekolah yang berkualitas untuk mengambil peran penting dalam pendidikan.
Mutasi juga dilakukan di beberapa sekolah unggulan, seperti SMAN Taruna Jawa Timur. Penempatan kepala sekolah di sekolah unggulan mempertimbangkan prestasi, kompetensi, kemampuan manajerial, dan kemampuan berkomunikasi antara kepala sekolah dan lembaga seperti TNI dan Polri.
Pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur, serta mendukung pencapaian prestasi akademik yang lebih baik di masa depan. (tok/ted)










