Jakarta (pilar.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan target untuk memulai layanan akses internet cepat melalui Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 pada awal tahun 2024.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Satelit Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Sri Sanggrama Aradea, yang juga merupakan Juru Bicara BAKTI untuk SATRIA.
Sri Sanggrama Aradea menjelaskan bahwa operasional SATRIA-1 akan dimulai setelah satelit tersebut berada di orbit dan stasiun penerima bumi selesai dibangun dan siap beroperasi. Rencananya, SATRIA-1 akan mampu melayani antara 20 ribu hingga 30 ribu titik layanan publik pada tahap awal.
Setelah peluncuran satelit, akan ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum SATRIA-1 siap beroperasi. Salah satunya adalah penyediaan segmen stasiun bumi dan terminal untuk akses internet satelit di titik layanan publik setelah peluncuran.
Sri Sanggrama Aradea menjelaskan, “Setelah SATRIA-1 berada di orbit 146 Bujur Timur, kami berencana untuk memasang stasiun penerima bumi dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) agar akses internet dari SATRIA-1 dapat digunakan oleh masyarakat.”
Pada tahap awal, BAKTI Kominfo akan menyediakan akses internet untuk 50 ribu titik pelayanan publik. Selanjutnya, jumlah tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Sri Sanggrama Aradea, masa hidup SATRIA-1 diperkirakan selama 15 tahun. Sebelum masa hidup satelit berakhir, rencananya akan dibuat satelit baru untuk menggantikannya, sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini sesuai dengan komitmen untuk terus menyediakan layanan akses internet yang memadai dan berkelanjutan.
Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 akan dilakukan dari Cape Canaveral Space Force Station, Orlando, Florida, Amerika Serikat pada Minggu (18/06/2023) waktu setempat atau Senin (19/06/2023) WIB. Proses peluncuran SATRIA-1 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Komunikasi dan Informatika @kemenkominfoTV. (hdl)



