London (pilar.id) – Pelatih kepala baru Chelsea, Liam Rosenior, menegaskan pentingnya menjaga fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan, meski mengawali kiprahnya dengan hasil meyakinkan. Rosenior kini dihadapkan pada tantangan besar saat Chelsea menjamu Arsenal pada leg pertama semifinal Piala Liga Inggris di Stamford Bridge, Kamis dini hari WIB.
Laga tersebut akan menjadi pertandingan kedua Rosenior bersama The Blues sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih. Ujian langsung datang dari lawan berat, mengingat Arsenal merupakan salah satu kandidat kuat juara musim ini. Rosenior sendiri belum mendampingi Chelsea pada laga Liga Inggris kontra Fulham yang berakhir dengan kekalahan, sebelum akhirnya memimpin tim saat menghadapi Charlton Athletic di ajang piala.
Pada pertandingan melawan klub League One tersebut, Chelsea tampil dominan dan meraih kemenangan telak 5-1. Meski hasil itu memberi suntikan kepercayaan diri, Rosenior menilai kemenangan tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur sepenuhnya, mengingat perbedaan level kompetisi.
Rosenior menilai performa timnya cukup solid dan profesional, terutama dalam memanfaatkan kualitas individu pemain. Ia mengapresiasi kontribusi sejumlah pemain muda dan lini belakang yang tampil disiplin, sekaligus menilai fleksibilitas posisi beberapa pemain sebagai hal positif yang dapat dikembangkan ke depan.
Pelatih yang sebelumnya menangani Strasbourg dan Hull City itu juga menyoroti respons positif para pemain terhadap metode kepelatihannya. Menurutnya, sikap terbuka dan kemauan skuad untuk bekerja keras menjadi modal penting Chelsea dalam menghadapi jadwal padat dalam dua bulan ke depan.
Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa Chelsea masih berada dalam tahap awal proses. Ia meminta timnya tetap membumi dan fokus pada peningkatan performa secara bertahap, terutama menjelang laga penting melawan Arsenal yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi arah permainan The Blues di bawah kepemimpinannya.
Chelsea diharapkan mampu memanfaatkan laga kandang untuk meraih hasil positif sebelum menjalani leg kedua di markas Arsenal. Duel ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Rosenior untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menangani tekanan besar di level tertinggi sepak bola Inggris. (wid/hdl)










